
Malam Hari kenso merasa lebih baik . Ia mengambil ponselnya lalu menekan beberapa angka di sana .
" Slamat malam Tuan , ada yang bisa saya bantu " ucap seseorang yang tak lain adalah Hana
"cih bahkan di telfonpun dia tidak suka basa-basi "" Menyebalkan "!!! grutu kenso
" Siapkan aku makanan " ucapnya lalu memutuskan sambungan telfon.
Sedangkan di bawah Hana sedang menyiapkan makan malam Tuan besarnya itu .
Setalah dirasa cukup Ia mengambil ponselnya bermaksud menghubungi kenso namun diurungkan ketika melihat orangnya turun .
" Apa sudah siap" tanya Kenso
" Ia Tuan " ucao Hana sambil menundukkan pandangannya
" Temani aku makan " ucao kenso tanoa memperhatikan Hana
" Maaf Tuan saya sudah makan " ujar Hana
" Saya tidak menyuruh mu Makan , duduk dan temani saya " Tidak ada penolakan"! ucap kenso tegas
"sial harga diriku jatuh di depan pria Tua ini , awas saja kau " umpat Hana.
" eh baik Tuan " Ucap Hana kikuk
Hening , tidak ada yang membuka suara hanya sesekali terdengar bunyi sendok .
Hana terus menundukkan kepalanya , ia sedikit tidak nyaman duduk denga kenso .
Berbeda dengan kenso sedari tadi jantungnya berdenyut tidak bisa dianggap konfromi tetapi masih ia tutupi . sesekali ia melirik wajah Hana yang sepertinya mengantuk.
" memang ya orang kaya , kalau makan lama banget kaya pangeran kayangan , dia ngk tau apa jam tidir aku keganggu gara gara dia" umpat Hana sambil meremas remas baju bagian bawahnya...
kenso memang sengaja memperlambat makannya agar bisa bersama Hana lebih lama , Namun melihat wajah Hana yang sepertinya kurang tidur ia mulai mempercepat makan .
setelah beberapa menit menunggu Akhirnya kenso selesai makan.
" bereskan semuanya dan bawakan saya kopi ke ruang kerja " seru Kenso berlalu
" Baik Tuan " ucap Hana
"sabar hana sabar , emang ini setara dengan gajimu " batinnya sambil mengelus ngelus dadanya .
Hana mulai memanaskan air lalu menunggu beberapa menit hingga airnya mendidih kemudian menyiram bubuk kopi .
setelah itu ia mengantarkannya keruangan Kenso.
" permisi Tuan " ucap Hana dari balik pintu
" Masuk " Titah kenso
" Tuan ini kopinya " seru Hana
" hmm " ucap kenso acuh.
Hana meletakkan kopi tersebut di atas meja.
KRING.... KRING...KRING.
Hana mengambil ponsel di kantong celana nya
__ADS_1
"KAK DARREL" guman hana lalu mengangkat panggilannya. kenso tampak Acuh namun saat mendengar Hana menyebut nama laki laki ia mengalihkan pandangannya pada hana
Darrel : Halo
Hana : Halo kak darrel , ada apa ?
Darrel : Apa kau sibuk besok .
Tiba tiba ponsel hana direbut kenso , kenso memutuskan panggilannya
" saya paling tidak suka kalau jam kerja malah asik-asik menefon " ucap kenso dengan nada kurang ramah sambil menatap tajam Hana.
seketika nyali hana menciut
" Maaf Tuan lain kali tidak saya ulangi " ucap hana terbata
" keluar , seblelum aku berbuat kasar " ucap kenso sambil membuang ponsel hana ke arah gadis tersebut . Hana pun menangkap ponselnya .Tanpa benyak bicara hana melangkahkan kakinya berniat untuk keluar namun kenso kembali memanggilnya
" Hey tunggu " seru kenso
" Apa kau ingin kuliah " tanya kenso sambil menatap lekat wajah Hana.
Hana menyengirt heran " Maaf Tuan maksud anda " ucap hana heran
" hmmm, begini aku tau kau hanya lulus Sma bagaimana kalau kau kuliah " ujar Kenso .
" Bagaimana mau kuliah , sedangkan untuk membiayai hidupku saja susah" Ujar Hana sambil tersenyum kecut
" kalau kau mau aku bisa memasukkan mu ke salah satu unuversitas terbaik di kota ini " Tawar kenso secepat kilat
" Maaf , saya kurang mengerti maksud anda"
" yasudah kalau kau mau tidak mau , padahal universitas itu membuka jalur beasiswa" ujar kenso lalu beranjak kembali ke kursinya.
" saya mau Tuan " ucap hana cepat sambil memegang tangan kenso .
Kenso terus mentap tangannya yang di pegang hana.
" Maaf Tuan saya lancang " ucap hana sambil menundukkan kepalanya.
" hmm"
" Jadi bagaimana Tuan " ujar Hana menatap lekat wajah kenso , berharap agar kenso masih mau membantunya
" apanya yang bagaimana"? tanya kenso balik
Hana menghembus kasar nafasnya " Ah tidak jadi tuan, kalau begitu saya pamit " lirih hana , ia merasa dipermainkan oleh kenso
" orang kaya memang seenaknya " batin hana
" Apa aku salah bicara " tanya kenso pada dirinya sambil menatap punggung hana yang mulai menghilang dari balik pintu.
Hana keluar dari kamar kenso dengam sedikit rasa kesal dan kecewa . Hana mengalihkan perhatiannya pada ponselnya yang berdering tanda pesan masuk
DARREL " Hana , kenapa kau memutuskan sambungannya , apa kau baik bail saja "?
Hana " Maaf kak tadi ponselku lobet .
Darrel " ah syukur lah kau baik baik saja , kalau begitu istirahatlah , slamat malam .
Hana tak lagi membalas pesan Darrel rasanya ia tidak punya tenanga.
__ADS_1
setelah mencuci gelas bekas kopi Hana langsung menuju kamarnya lali masuk ke kamar mandi . setelah sikat gigi dan cuci muka ia merebahkan tubuhnya lalu mecoba menutup matanya .
Mata Hana terpejam namun tubunya tidak sedari tadi ia memikirkan panti asuhan .
"*apa mereka baik -baik saja " batin Hana.
Matanya kembali terbuka ketika ponselnya berbunyi
"Tuan muda , kenapa ia menghubungiku malam-malam apa tidak puas menghinaku " gumana Hana namun tetap saja membuka pesan tersebu
" Bangun lebih awal besok , Aku akan mengantar mu mendaftar , siapkan surat surat pentingmu* "
refleks hana bengkit dari kasur lalu meloncat loncat bahagia. Hana hendak membalas pesan kenso namun diurungkan karna kenso melakukan panggilan video . Hana enggan untuk mengangkatnya namun sialnya tangannya malam menyentuh ikon jawab.
" Slamat malam Tuan , ada yang bisa saya bantu " ucap hana sambil menutupi kegugupannya . saking gugupnya ia memutarvkamerah ponselnya dan mengarahkannya pada lantai
" kenapa tidak membalas pesan ku , apa kau tidak mau kuliah" ? tanya kenso dengan suara sebal
" Maaf Tuan tadi saya hendak membalasnya tapi anda melakukan panggilan video inj.
" Jadi ini semua salah ku "? seru kenso tak terima
" Eh bukan Tuan , maksud saya tidak begitu" ucap hana gugup
" lupakan , Bagaimana apa kau mau atau tidak" ucap kenso
" saya mau kok Tuan " Ujar Hana
"Kalau begitu balik kamera mu " seru kenso
" Tapi Tuan "
" jangan membantah majikanmu " ucap kenso dengan tatapan tajam dari dalam ponsel.
Tanpa banyak bicara Hana membalikan kamera ponselnya namun lagi lagi di arahkan pada tembok.
" perlihatkan wajah mu " ujar kenso
" Tidak mau " ujar hana yang mulai kesal
" kalau begitu penawaranku dibatalkan " ucap kenso sambil tersenyum licik
" merepotkan " batin hana.
"Anak pintar " ucap kenso ketika hana memperlihatkan wajahnya, namun belum cukup beberapa menit sambungannya sudah terputus.
" Tadi dia bilang perlihatkan wajahku sekarang malam di putus , dan tadi dia bilang apa Aku anak pintar , memangnya siapa yang mau jadi anaknya " grutu hana
Tak lama kemudian kenso kembali mengirim pesan .
" Tuan kenso akan ku balas perbuatanmu" teriak hana dengan mata berbara bara .
Bagaimana tidak kenso ternyata mengambil foto wajah hana saat sedang melakukan videocool dan parahnya lagi ekspresi hana seperti wanita gelandangan .
---------------------------------------------------------------------
HALO READERS MAAF YA KALAU ADA PENULISAN YANG KURANG TEPAT .
JANGAN LUPA TINGGALIN JEJAK LIKE,COMEN DAN VOTE BIAR AKU SEMANGAT UP NYA ❤
LOVE KALIAN ....
__ADS_1