
Setelah menayantap hidangan mereka , kenso dan hana memutuskan untuk pulang.
" Gimana tadi kuliahnya" tanya kenso membuka percakapan
" Seru banget Tuan " seru Hana antusias. Kenso tak lagi bertanya ia fokus menyetir.
karna bosan didalam amobil akhirnya Hana memilih tidur .
Kenso melirik Hana sambil memprrhatiakn raut wajahnya yang lelah .
" Maafkan aku hana " batin kenso .
beberapa menit kemudian mobil mereka tiba . Kenso melirik hana, ternyata gadis itu masih terlelap . Dengan perlahan Kenso mengangkat tubuh mungil hana menunu ke kamar
" mau saya bantu Tuan" tawar mang dimang
" tidak perlu " ucap Kenso sambil mengisyaratkan mang dimang agar tidak ribut. Kenso membawa Hana ke kamar gadis tersebut lalu membaringkannya dan menyelimutinya .
Saat kenso keluar barulah Hana membuka matanya , sebnarnya sedari tadi ia sudah bangun namun enggan untuk membuka matanya karna kenso terlanjur mengagkatnya. Hana mengalihkan pandangannya saat pintu kamarnya terbuka
" Hey kenapa bangun" ucap kenso
" Saya sudah tidak mengantuk Tuan " balas Hana
" auh " rintih hana saat dirasa kakinya kembali perih dibalik selimut
"kenapa " dengan cepat hana menyembunyikan kakinya agar tidak dilihat kenso namun sia sia karna kenso menarik paksa selimut tersebu
" Aku tidak kenapa- kenapa " ujar hana
" kau bilang tidak kenapa kenapa tapi kau menahan sakit " ujar kenso
" hey kenapa kaki mu lecet seperti ini " tanya kenso khawatir
" ehm itu tadi karna terlalu lama memakai flat shoes " ujar Hana
" kenapa kau tidak bipang he , tunggu disitu aku panggilkan dokter " ujar kenso
" Tuan tidak perlu ini hanya luka lecet nanti juga sembuh"
" tidak aku akan memanggil dokter" balas kenso
__ADS_1
" Tuan, ini benar tidak terlalu serius " ucap hana yang mulai memelas membuat kenso luluh seketika
" Baiklah kalau kau tidak mau ku panggilkan dokter biar aku yang obati lukamu" ucap kenso meraih p3k dilaci
" saya bisa sendiri Tuan" protes hana
" aku atau dokter " ucap Kenso
" Tuan " balas hana pasrah
" Nah gitu dong nurut " ucap kenso sambil mengelus kepala hana
Deg deg deg " oh Tuhan kenapa jantunglu seperti ini " batin hana
" aku harus memriksa kondisi jantungku , kenapa selalu begini ketika berhadapan dengan hana" batin kenso
" maaf sepertinya aku harus ke ruang kerja ada hal yang harus ku selesaikan " ucap Kenso
" Baik Tuan " ucap hana yang tak kalah gugup.
setelah kenso keluar hana mulai mengobati lukanya.
" Astaga apa jantung ku bermasalah " gumana hana
🍥🍥🍥🍥🍥🍥🍥🍥🍥🍥🍥🍥🍥🍥🍥🍥🍥
Setelah kejadian tadi kenso lebih memilih menghabiskan waktunya diruang kerjanya . namun hana sudah melupakan kejadian tersebut dan malah berkutay didapur
" sudah pukul tujuh kenapa Tuan tidak turun , apa dia tidak mau memakan masakanku" lirih hana sambul menatap makanannya yang sudah berjejer rapi di meja.
" Hmmm " ucap seseorang dari tangga membuat hana menoleh
" Eh Tuan maaf saya tidak melihat anda" ucap hana
" hmmm, apa menu malam ini" tanya kenso
" itu tumis kangkung , tempe kentaki, dan sambal terasi" ucap hana gugup ia takut masakan nya tidak sesuai selera kenso.
Kenso melirik hana yang terlihat gugup lalu melirik makanannya
" ambilkan untukku" ucap kenso sambil merai kursi
__ADS_1
" baik Tuan" balas hana lalu mengambil lauk pauk untuk kenso
" Slamat makan Tuan " ucap kenso
" Apa kau lupa , kalau aku makan kau juga harus makan " tegur kenso
" Tapi tuan "
" makan atau gaji mu ku potong" ancam kenso dengan tatapan tajam
" Ba baik Tuan " secepat kilat hana meraih piring lalu mengisinya dengan lauk pauk kemudian memasukkannya ke mulutnya.
kenso yang melihat tingkah Hana merasa gemas sendiri.
setalah makan malam kenso naik menuju kamarmya sedangkan hana masih membereskan meja makan dan mencuci piring kotor. Setelah itu hana megambil plastik sampah lalu menuju kehalaman depan untuk meletakkan sampah tersebut karena setiao hari jumat Truk sampah akan mengamgkut sampah tersebut.
Kenso yang sesang duduk di atas balkon tak sengaja melihat hana melintas dibawah
" inikan sudah malam , gadis itu sepertinya suka kalau masuk angin" ucap kenso
Ponsel hana berbunyi, dengan cepat ia meraihnya dari dalam kantong
" Tuan kenso" guman hana
" ehehm " hanna terlebih dahulu memperbaiki suaranya
" Hallo Tuan , ada yang bisa saya bantu " tanya Hana
" apa kau tidak dingin diluar " ucap Kenso
hana menyengirtkan heran, "apa dia pandai meramal" ?batin hana. "eh bagaimana Tuan tau aku diluar"
" Aku sedang di balkon " ucap kenso sambil terus menatap hana dari atas
" eh maaf Tuan , saya tidak melihat anda" ucap hana sambil tersenyum ke arah kenso
" Hmm, cepat masuk angin malam tidak baik " ucal kenso
" eh baik tuan " tanpa aba aba hana mematikan sambungan telfon lalu berlali kedalam rumah dengan perasaan bahagia bercampur malu .
" Gadis itu benar benar menggemaskam " batin kenso
__ADS_1