Istri Kecil Tuan Muda.

Istri Kecil Tuan Muda.
tawaran


__ADS_3

"ceklek " pintu terbuka


" om om gila" guman Hana


" hmmm , duduk " titah Kenso namun tidak di ubris Hana.


Hana mulai beranjak dari tenpatnya namun kenso mengajaknya bicara


" Duduklah sebentar Aku ingin bicara serius denganmu" Titah Kenso.


Hana melirik Andra dan hanya diangguki .


" Apa kau gadis dari panti asuhan". Tanyanya


" maksudnya "tanya Hana heran


" Begini , aku tau panti itu memiliki utang " ujarnya dengan nada sombong


" cih, apa kau begitu penasaran dengan hidupku Paman" cibir Hana sambil menekan kata Paman membuat mata Andra dan kenso membulat sempurna.


" Kau " geram Kenso


" apa, memang kau sudah pantas di sebut paman" sindir Hana


mengerti dengab keadaan Andra langsung mengerai perdebatan antara bosnya dengan Hana


" Maaf nona , kami memanggil Anda karna ingin membatu melunasi utang Panti" ujar Andra


" makasudnya " tanya Hana


" Begini , kami ingin membantu panti melunasi utang tesebut" ucap Andra


" benarkah" seru Hana antusias


"cih , lihatlah dia sangat kampungan" cibir Kenso dalam hatinya.


" dengan syarat , tanah panti kami ambil ahli tapi nona tidak perlu khawatir kami akan memberikan tempat tinggal yang lebih baik" .


seketika Raut wajah Hana berubah masam , senyum yang tadi menggembang sempurna kini hilang.


Hana menghela nafasnya.


" memang apa untungnya membeli tanah panti " tanya Hana sambil tersenyum masam


" kami mempunyai proyek di jogja dan tanah pasnti cukup strategi " balas kenso tidak enal hati.


" Dengarkan ini baik-baik, Mungkin panti asuhan tidak berharga dimata kalian , Tapi Bagi kami anak yatim panti asuhan tempat kami berlindung, Tempat kami berbagi suka duka hhh mungkin ini tidak penting bagi kalian Tapi apakalian tega melihat anak panti kehilangan tempat mereka besar, tempat mereka tertawa .


Dan ingat saya masih punya waktu 3 bulan untuk melunasi jadi buang jauh-jauh fikiran kotor kalian " ucap Hana lalu keluar dari ruangan


" cih pasti dia merasa hebat sekarang" cibir Kenso


" maaf tuan saya tidak dengar " seru Andra


" Ah tidak lupakan" seru Kenso.


HANA POV

__ADS_1


" na kamu dari tadi aku perhatiin kok diam aja" tanya lisa


" Ah massk sih perasaan kamu aja kali" bantah hana


" Na kalau kamu kurang enak bada lebih baik balik aja , ntr aku yang isisnin " ucap lisa


" Bener ngk papa" tanya Hana


" ia ngk papa, sekarang kamu beres beres " titah lisa .


Hana pun mulai bergegas , ia pulang menaiki taksi yang dipesan oleh lisa namun ketika mendekati taman kota ia menyuruh sang sopir berhenti .


" pak berhenti ditaman ya " ucap Hana


" baik mbk "


Hana mengeluarkan beberapa lembanr uang lalu melangkah menuju taman kota. ia memilih duduk di salah satu kursi , hening hanya ada tiupan angin disana Hana mengingat ngingat tawaran Pak andra dan laki laki yang ia sebut paman


" Huh apa aku terima aja ya , inikan demi panti dan aku " guman Hana, namun secepat kilat ia mengembalikan fikiran sehatnya.


" Ah setidaknya masih asa wamtu 3 bulan , Aku harus mencari pekerjaan tambahan biar uangku cepat terkumpul" fikir Hana


beberapa menit kemudia Ponsel milik Hana berbunyi .


"ibu " guman Hana


sebelum menjawa panggilan ia menetralkan suaranya


"Hallo bu"


ibu : ..........


ibu:........


hana: bu kalau mereka datang lagi ke panti usir saja , mereka tidak akan pernah mengerti kehidupan kita. dan tenang saja ana akan mengumpul kan uang untuk melunasi utang tersebut lagian waktunya masih 3 bulan


ibu: .......


Hana: ya slamat malam


Akhirnya telfon mereka terputus.


Hana memutuskan untuk pulang namun kali ini nasib buruk menghampirinya lagi .


beberapa preman mulai dari kurus , gendut , karampeng menghampiri Hana.


mengerti dengan situasi Hana mulai mengambil Ancang ancang untuk lari namun rencananya gagal preman tersebut lebih duluan mengelilingi Hana


" Yatuha tolong kali ini engkau lindugi hamba , hamba berjanji tidak akan menuntut banyak lagi padamu" batin Hana


" mau apa kalian" teriak Hana


" kami cuman mau bersenang senang dengan gadia cantik seperti mu" goda salah satu dari mereka sambil mencoal dagu Hana


reflek Hana menendang milik Preman tersebut hingga meringia kesakitan .


" ah beraninya kau , pegang dia" ucapnya sambil meringis kesakitan.

__ADS_1


dua orang dari mereka memegang tangan Hana , seorang lagi membuka paksa banu Hana , dan dua orang lainnya seperti singa kelaparan menunggu jata makanan


" lepaskan aku ******** " teriak Hana sambil meronta ronta .


" tenanglah dan nikmati saja sentuhan ini " ujar preman terbut .


seorang dari mereka meraih tekuk Hana berniat untuk menyentuh bibirnya namun Hana menutp rapat bibirnya hingga membuat preman- preman teraebut merobek baju yang di kenakan Hana.


" Lepaskan dia" ucap seseorang dari blkang yang tak lain adalah kenso bersama Andra.


" wow ada pahlawan " ucap salah satu preman tersebut


" lepaskan dia " ucao Kenso dengan tegas


" kalau kami tidak mau , kau mau apa" teriak preman tersebut


" Baiklah kalau kalian memaksa " ucap Kenso.


Dengan sigap kenso memukul preman tersebut , begitupun dengan Andra ia membantu tuannya . tak butuh waktu lama preman preman tersebut tumbang. Ya andra dan kenso memang ahli dalam belah diri jadi sangat biasa jika mereka melakukan hal seperti itu.


kenso melirik Hana , gadis itu meringkuk sambil menutupi tubuhnya terlihat jelas bahwa ia tertekan.


" Hei , kau sudah aman " ucap kenso namun hana tetap saja menangis .


melihat Kondisi gadia itu Kenso merasa sedikit iba, ia kemudia mengangkat kepala Hana agar bisa menatapnya .


" mata ini bebar mirip dengan matanya" batin kenso


"aah kepalaku " Tiba tiba kepala Hana terasa sakit melihat mata kenso reflek ia menjambak rambutnya . tak lama kemudia Hana pingsang di pelukan kenso.


" Andra bantu aku bawa gadis ini kemobil" teriak kenso .


kenso membawa Hana ke rumah pribadinya , saat itu ia tidak tau harus berbuat apa-apa.


beberapa menit kemudian mobil Kenso tiba di rumah , dengan sigap ia membawa Hana kedalam kamarnya lalu membaringkannya


" Andra hubungi dokter Hans " perintah kenso


dia benar benar khawatir pada Hana.


beberapa menit kemudia dokter hans tiba dan langsung memeriksa kondisi Hana


" Apa dia baik- baik saja " tanya Kenso dengan nada khawtir


" dia sedikit syok , dan sepertinya ia pernah mengalam luka dikepala " ujar sang dokter


" lalu saya harus bagaimna" tanya kenso dengan polosnya.


" dia harus istirahat yang cukup , kemudian minum obat teratur usahakan jangan membuat dia berfikir terlalu banyak" ujar dokter


" ah baik dokter kalau begitu anda bisa pulang" ucap kenso.


" kalau begitu saya pamit " balas dokter.


tak lama setelah kepergian dokter Andra juga undur diri tinggalah kenso dan Hana di kamar itu .


Hana mengambil kursi lalu mendudukkan dirinya diasamping ranjang sambil memanding wajah pucat Hana

__ADS_1


" hal ini sudah terjadi dua kali" batin Kenso .


ia terus memandangi wajah Hana hingga ia terlelap disamping Hana


__ADS_2