
Pagi ini Hana bagun lebih awal , ia tak mau hari pertamanya berkesan tidak baik walaupun dia sendiri tidak yakin akan di terima tapi bukan hana namanya kalau tidak mencoba.
Hana telihat sedang berperang didapur tangannya dengan cekatan memotong bahan.
Setelah berkutay kurang lebih tiga puluh menit didapur akhirnya pekerjaan selesai . Setelah memasak ia mulai bersiap siap.
Hana membuka lemarinya dan mengambil kemjea pitih miliknya yang digunakan saat melamar kerja lalu mengambil clana jeans berwarana biru dongker.
"untung aja aku punya baju putih klau ngk pasti keluarin uang lagi " Guman hana lalu beranjak ke kamar mandi.
setelah ritual nya selesai , ia keluar lalu memakai pakayan yang disiapkan tadi tak lupa ia menyiapkan keperluannya seperti ijasah Sma , ktp , dan surat surat penting lainnya. Setelah dirasa cukup ia melangkah ke dapur berniat untuk sarapan. Hana berpapasan dengan kenso , Pria tampan itu terlihat sudah rapi dengan setelan jasnya beberapa saat Hana terpanah akan karisma Majikannya itu namun segera ia buang jauh jauh hayalan yang tidak berguna itu.
" Duduk dan makan " Titah Kenso sambil menarik salah satu kursi .
" eh Maaf Tuan saya makan di dapur saja " balas Hana .
Kenso melirik Hana dengan tatapan tajam setajam silet membuat Hana menciut seketika. Mengerti dengan tatapan kenso Hana terburu buru mendudukan bokongnya dii sampai kursi tersebut berbunyi keras akibat Hentakan tubuh Hana.
" berikan saya capcai " ucap kenso tanpa memperhatikan hana karna sedang membaca email
" baik tuan " ucap hana
Hana mengambilkan lauk yang diinginkan kenso lalu menuangkan air kedalam gelas kenso
" Makanlah setelah itu kita berangkat " ucap kenso yang mulai menyantap makanannya .
" Kalau bicara lihat orangnya " cibir hana yang tentunya hanya dalam hati.
Mereka makan dalam diam hanya pantulan sendok yang terdengar . Hana mengerti pasti kenso tidak suka bicara saat makan iapun makan dalam diam.
Setelah makan Kenso beranjak dari tempatnya
" cepat kutungguh 5 menit didepan " Titah kenso . Hana tak lagi menjawab ia bergegas membereskan meja makan . setelah selsai Aku beranjak ke depan di sana Tuan kenso sudah menungguh didalam mobilnya.
Aku menarik pintu penumpang lalu mendudukan bokongku.
" Kau pikir aku sopirmu , cepat pindah kedepan" Cibir kenso dengan tatapan tidak suka. Hana menghembuskan nafasnya lalu berpindah ke depan
" kalau tidak suka aku du mobilmu bilang, supaya aku naik angkot aja " batin kiran .
Kenso melajukan mobil dengan kecepatan rata rata . Beberapa menit kemudian kenso memarkirkan mobilnya di salah satu butik yang sangat besar.
" cepat turun " ucap kenso tanpa memperhatikan Hana
__ADS_1
" Maaf Tuan bukannya kita mau ke kampus tapi kok malah ke sini " ucap Hana sambil mengedarkan pandangannya
" Sudah jangan banyak tanya , ikut saja " ucapnya lalu beranjak kedalam butik sedangkan hana belum beranjak dari tempatnya.
" Lama " kenso meraih tangan hana lalu menyeretnya kedalam butik .
" slamat datang Tuan " ucap salah satu spg butik sambil menunduk karna tau kenso adalah orang berpengaruh dikota ini
" Carikan dia baju ke kampus " Titah Kenso pada Spg tersebut .
" Tuan , saya tidak membutuhkan baju kok , baju ini masih bagus dan layak " bisik Hana namun tak diubris kenso
" Mari nona " ucap spg tersebut
" Maaf mbk " Belum sempat Hana menyelesaikan Kenso sudah bicara
" kalau kau tidak memakai baju dibutik ini kupastikan butik ini tinggal nama saja " ucao kenso membuat Sang spg ketakutan
" Nona sebaiknya nona ikuti kemauan Tuan , Kalau saya di berhentikan bekerja saya tidak dapat membiayai adik2 saya " mohon sog tersebut .
Hana menghembuskan nafasnya , Ada rasa ibah melihat spg tersebut , ia tidak mau merusak ketenangan orang lain " Baiklah " ucapnya pasrah
Beberapa menit kemudia Hana keluar dari ruang ganti dengan menggunakan setelan gaun berwarna crem selutut berlengan . Kenso tersadar keberadaan Hana lalu meliriknya beberapa detik ia terperangah dengan kecantikan Hana
" cantik " guman kenso
" Tidak aneh, kalau kau mau ganti lagi kita sudah tidak punua waktu " ucap kenso
" Tapi tuan saya tidak pantas memakainya" ucap hana namun kenso tak lagi mengubrisnya
" Hei kau siapakan beberapa pasang baju yang cocok untuknya , kirimkan ke rumahku dan pembayarannya nanti diurus asisten ku " ucap kenso
" Tuan tidak perlu " cegah hana
" sudah kau diam saja , ayo kita bisa terlambat" ucap kenso. Mereka berduapaun berjalan menuju mobil . posisi hana berada di belakang kenso ia tidak berani mensejajarkan dirinya dengan kenso karna merasa tak pantatas. Tiba tiba kenso berhenti membuat Hana meringis kesakitan karna kepalanya menubruk punggung Kekar kenso
" Hey kau ini biar jalan saja pake lelet" ucap kenso
" Maaf tuan " ucap hana menuduk
" cepat" kenso memengang jemari hana lalu mensejajarkan langkahnya dengan hana . Yah ini salah satu prosea pendekatan
" Maaf Tuan tolong lepaskan tangan saya , saya tidak nyaman dengan posisi ini " ucap Hana , Namun lain halnya dengan kenso ia malah mempererat genggamannyan seakan takut jika hana meninggalkannya.
__ADS_1
" Diam , aku tak suka orang lelet" ucap kenso dingin .
mereka Akhirnya sampai diparkiran kenso melangkah ke kursi kemudi begitupun dengan Hana mulai memposisikan dirinya. Setalah memakai sabuk pengaman kenso melajukan kembali mobilnya menuju kampus .
beberapa menit kemudian akhirnya mereka sampai . Hana yang melihat kampus tersebut berdecak kagum ia tak menyangka akan kuliah di unversitas terkenal dikota ini.
" ayo " ucap Kenso .
Hana Mengikuti kenso Sambil mengedarkan pandangan . beberapa pria terang terangan menggodanya namun Hana hanya diam , ia tak menyukai pria genit.
mereka masuk kesebuah ruangan yang dipintunya bertuliskan dekan .
" slamat pagi Tuan " ucap pak Harto ya namanya pak harto tertera di mejanya.
" hmm, Hana perkenalkan dirimu " ucap kenso dingin
" eh baik Tuan , slamat pagi pak perkenalkan nama saya hana " ucap Hana sopan
" Iya hana , saya sudah mengetahu beberapa informasi tentangmu " ucap pak harto diringi senyum
" cepat , saya tak punya waktu banyak '" ucap kenso dengan dingin
"kenapa sih dia ini "
" jadi Hana mau masuk jurusan apa " tanya pak harto . Hana melirik kenso sejenak lalu kembali menatap pak harto
" kalau saya maunya sih Desain Mode pak tapi tergantung dari Tuan kenso " ucap Hana
" yang kuliah kan kau kenapa harus tergantyng saya " ucap kenso datar membuat dekan dihadapannya merinding
" ia juga sih " lirih Hana tersenyum kikuk
" Baiklah , kalau begitu mulai hari ini kamu sudah bisa memulai materi " ucap pak harto
" Baik pak " ucap Hana dengan senyuman yang terus tersinggung.
" Mari saya antar" Ucap pak harto.
Hana melirik kenso lalu mengecup punggung tangan kenso
" Trimakasih Tuan sudah baik pada saya " ucap hana iklas . Kenso hanya mengangguk linglung , bagaimana tidak ia mendapatkan perlakuan manis dari Hana
" Kalau begitu saya pamit dlu ya Tuan " ucap hana
__ADS_1
" eh tunggu , nanti pulang aku jemput " ucap kenso diirigi senyum mebuat hana salah tingkah
" Eh ia Tuan " ucap Hana lalu cepat-cepat pergi tak mau Kenso mendengar denyut jantungnya .