
Matahari dengan malu- malu mulai muncul, begitupun dengan Hana ia mengercapkan matanya beberapa kali untuk mengembalikan kesadarannya .
" Dima aku " gumannya pelan menghasilkan sedikit gerakan membuat kenso terbagun.
" Kau sudah bangun " ucap kenso
" Dimana aku "
" Rumahku " balas kenso dengan nada kecut
" kenapa aku dirumah paman ini" batin Hana
" maaf , kenapa aku bisa disini "tanya Hana
" Apa kau tidak ingat kemarin malam kesucian mu hampir diregut"? Untung saja aku melihat mu kalau tidak kau pasti tinggal nama saja " seru kenso sambil mebusungka dadanya.
Dada Hana berdesir hebat , kejadia semalam mulai berterbangangan di kepalanya.
" Hei , apa kepala mu masih sakit" tanya kenso .
Hana mengangkat kepalanya matanya terlihat berair ." Trimakasih paman sudah menolongku " . Ingin rasanya kenso berteriak padanya" Aku bukan pamanmu bodoh" namun ditahan karna kondisi Hana..
" hmm , bisaka kau tidak memanggilku paman".Ucap kenso dengan halus namun dalam hatinya ia ingin sekali meneriaki gadis kecil didepannya .
" Memangnya kenapa kalau aku memanggilmu Paman , Kalau ku lihat dari usiamu paman terlihat sudah memiliki 2 orang anak " . Deg Deg kali ini harga diri Kenso Alvaro sudah direndahkan namun ia berusaha untuk sabar.
" Ah tersera kau mau memanggil aku apa" ucapnya pasra sambil mengsup kasar wajahnya.
" Baiklah Paman " .
" Gadis ini , dia mengejek atau apasi . sabar-sabar anak labil memang ceplas ceplos " kesal kenso sambil mengusap ngusap dadanya
" Paman , Dimana Kamar mandi "
"itu disana " sambil menunju pintu ruang ganti. Hana bangkit dari ranjang lalu menuju kamar mandi .
" Wah ruang gantinya besar banget lebih besar dari panti kali " guman Hana.
saat masuk ke kamar mandi lagi-lagi ia terpesona dengan desai kamar mandinya.
" wow benar benar mewah " . Dengan cepat Hana mengembalikan kesadarannya lalu keluar. Saat ia keluar batang hidung kenso sudah hilang .
" Kemana paman itu" gumannya . Tak lama kemudian suara pintu diketok
" Maaf mengganggu nyonya ini pakayan ganti dari Tuan . Tuan berpesan agar nyonya Turun kebawah sarapan" ucao seorang maid
" Ah iya bu makasih " balasnya sambil tersenyu. Maid itupun keluar , Dengan cepat Hana menganti pakayannya , lalu turun kebawah .
"Ah mana sih ruang makannya " guman Hana karna beberapa kali ia tersesat saking besarnya rumah kenso.
" uh itu dia " guman Hana . Hana menghampiri Meja makan , kenso sudah duduk sambil menyantap makananya.
" Hemm duduk habiskan sarapanmu" Titah Kenso masih fokus dengan sarapannya.
" Baiklah " ucap Hana salah tingkah
__ADS_1
Hana dan kenson makan dalam diam hanya bunyi sendok yang terdengar.
" selesaikan makanan mu habis itu ku antarkau pulang , Tunggu aku didepan " ucap Kenso tanpa melirik Hana lalu beranjan dari tempatnya .
Seusai Makan Hana menuju Halaman disana kenso sudah menunggu.
" Paman , sebenarnya kau tidak perlu repot-repot mengantarku , aku bisa pulang sendiri " ucap Hana . Ia merasa cukup merepotka .
" Hmm baiklah kalau kau ingin pulang sendiri aku tidak akan memaksamu , Tapi ingat Jalur ini tidak pernah dilewati kendaraan umum" ucap Kenso dengan nada mengejek lalu naik dimobilnya. Hana nampak berfikir sejenak lalu ia mengikutu kenso menaiki mobilnya.
" kau kira aku sopirmu" cibir kenso
" Ah maaf paman " balas Hana lalu secepat kilat mendudukan pantatnya disamping kemudi. Tak ada yang berbicara hanya suara kendaraan lalu lalang yang terdengar. Masing masing sibuk dengan fikirannya .
" Dimana rumahmu " tanya kenso memecahkan keheningan
" Ah jalan xx kompleks mawar". Mobil kembali hening hingga sampai dirumah Hana.
Hana masih sibuk dengan fikirannya ia binggung haris mengucapkan trimakasih pada kenso .
" Hmm , Apa kau mau berdiam diri di mobilku seharian " Tegur kenso
" Ah maaf paman ". jawabnya salah tingkah .
Hana membuka pintu mobil kaki kirinya sudah menyentuh tana namun dengan cepat ia membalikan tubuhya sehingga berhadapan dengan kenso.
kenso menatap menkerutkan keningnya menatap heran pada Hana.
" Trimakasih paman " ucapnya lalu mengambil tangan kanan kenso dengan cepat ia menempelkan punggung tangan Kenso dikeningnya seperti Anak berpamitan pada Ayahnya. Dengan cepat Hana berlari kedalam rumah.
" Apa maksudnya menyalam tanganku Apa dia pikir Aku ayahnya " cibir kenso lalu melajukan kembali mobilnya menuju kantor . sesampainya dikantor ia segera menuju ruangannya .
Kenso hanya melirik lalu duduk sambil membuka leptopnya.
" Andra " seru kenso masih fokus pada leptopnya.
" Apa kau pernah disalam oleh seseorang" tanya kenso .
Andra yang tidak mngerti menyengir heran
" Maksudku seperti ini " ucap kenso sambil memperangakan Hal yang dilakukan Hana .
" pernah Tuan , keponakanku sering melakukannya padaku " jawab cepat Andra .
" ah jadi dia menyalam ku karna beranggapan aku lebih tua darinya " guman Kenso namun masih bisa didengar
" Maaf Tuan , Anda barusan bicara apa "
" Tidak kau boleh lanjutkan pekerjaanmu"
" Baik , saya permisi ". Tak lama kembali Andra mengetok pintu kali ini dia datang bersama sesorang.
" Maaf tuan orang yang anda maksud bersama saya" ucapnya lalu menarik tangan orang tersebut yang tak lain mang dimang. Kenso mentap lekat Pria parubaya itu terlihat dari wajahnya ia sedang ketakutan.
" Duduk " ucapnya.
__ADS_1
" mang dimang " seru kenso
mang dimang tetap tidak bergeming.
" mang Apaka Hana benar-benar meninggal "
Mang dimang menatap Kenso sejenak lalu mengalihkan pandangannya. Pria paru baya itu meneteskan Air matanya .
" Berjanjjlah untuk menjaganya " ucap mang dimang dengan mulut gemetar.
" Apa saja yang ku lewatkan "
Mang dimang menarik nafas seakan msngumpulkan keberaniannya.
" Hana lupa ingatan "
sontak Kenso menitihkan Air matanya .
" dokter bilang lupa ingatannya hanya sementara , Namun beberapa tahun Aku mulai mendekatinya dia juga mulai mengingat ngingat kejadian 14 tahun silam itu walaupun kepalanya sering sakit "
" Apa dia melupakan ku "
" Ntalah dokter bilang Ia hanya mengingat orang tuanya "
" Dimana dia sekarang" .
Mata Kenso mulai sembab , ia mengerutuki dirinnya sendiri karna sudah melewatkan Hal penting seperti ini.
" Dia dijakarta "
" katakan alamatnya "
belum sempat Mang dimang menjawab tiba tiba dadanya sakit . Ia meremas baju yang dia kenakan. Tiba tiba saja Kesadarannya hilang .
" mang mang dimang " kenso menepuk nepuk wajahnya.
"Apa yang kau lakukan bantu aku " bentak Kenso . Dengan segera andra membantu Kenso mengangkat Mang dimang lalu membawanya menuju rumah sakit terdekat .
" Bagaiman keadaanya dok " Tanya kenso dengan khawatir .
" Pasien memiliki gejala jantung, seprrtinya gejalanya sudah lama dan dibiarkan . balas dokter. " Dok maaf pasien memanggil orang yang mengantarnya " ucap salah satu suster.
Dengan cepat Kenso masuk dalam ruang rawat .
" nak waktu saya sudah tidak banyak , tolong kamu jaga Hana " seru mang dimang drngan nada terpenggal pengal
" ia saya janji mang " ucaonya dengan derayan air mata
" Dia tidak jauh darimu " ucap mang dimang lalu menutup mata nya .
" Dokter " Teriak kenso
Dokter mengecek nadi mang dimang namun tidak bergetar
" Beliu meninggal "
__ADS_1
Kenso menjatuhkan dirinya dilantai , orang satu satu yang mengetahui keberadaan Hana telah pergi .
" Yang tegar Tuan " ucap Hendra