
Hari ini Hari pertama Hana dan lisa bekerja.
Mereka nampak besemangat memulai harinya di kota jakarta
" na " lirih Lisa
"ya kenapa" tanyak Hana
"gini , kita kan kerja di bar dam disana pasti banyak pria hidung belang , aku harao kamu bisa jaga diri dengan baik" ucap Lisa, ia tidak ingin sahabtanya terjerumus hal-hal yang tidal baik.
" siap kapten, kamu juga harus jaga diri ". ucapnya sambil tersenyum .
"Baik bu bos " seru Lisa
setelah drama antara lisa dan Hana berakhir mereka berangkat dan memilih berjalan kaki karna masih ada waktu satu jam dan tempat kerja mereka lumayan dekat....
sekian menit akgirnya mereka sampai , lalu menuju ruang ganti kariawan .
Hana ditugaskan untuk mengantar pesanan sedangkan lisa di meja kasir .
"Jadi tugas kamu melayani pengunjung" ucap fano senior Hana
"ah baik kak" seri Hana lalu beranjak ke belakang mengambil pesanan.
Terlihat Hana cekatan membawa Pesan , beberapa pengunjung terang-terangan memuni kecantikan Hana dan hanya di balas senyum manis Hana.
" Na ada pesanan diruang vip 5 , tolong kamu antarkan" ucap ninis salah satu senior Hana.
Hana pun bergegas menuju kelantai vip untuk mengantar pesanan, namun kali ini sepertinya keberuntungan tidak memihak padanya.
" slamat malam pak ini pesanannya silakan di nikmati" seru Hana sambil tersenyum
" Hei gadis cantik siapa namamu " ujar salah satu pria
" maaf pak kalau tidak ada lagi saya pamit" balas Hana namun belum juga keluar dari ruangan tangan di tarek oleh pria parubaya tersebut hingha ia terduduk di pangkuanya.
" hey cantik tinggal lah sebentar bermain dengan kami " goda pria tersebut
" ah maaf pak tolong lepaskan saya " seru Hana dengan gemetaran.
__ADS_1
" janga jual mahal , saya tau kau pasti sama dengan wanita di hotel " seru pria tersebut sambil mengelus wajah Hana dan disambut gelak tawa teman -teman lain seakan mengejek.
Hana yang sudah muak menggigit tangan pria tersebut .
"arg sialan kau wanita ******" teriaknya sambil menahan sakit di tangannya.
Hana pun tidak menyiakan kesempatan itu ia berlali keluar namun kali ini keberuntungan tidak memihak padanya . laki-laki jahat itu lebih dulu menangkap tubuh Hana lalu membawanya bersandar di dinding dengan kasar ia mendorong tubuh Hana lalu mencoba membuka baju Hana , namun Hana tetap memberontak .
" kau, bisaka kau diam dan nikmati sentuhan ku" teriak pria tersebut sambil menarik paksa kancing baju Hana.
" Tolong siapapun itu tolong aku " teriak Hana dengan sisah kekuatannya.
" Diamlah ****** ,disini tidak akan ada yang menolong mu " ucapnya sambil meraih tekuk Hana . Hana sudah tidak punya kekuatan untuk melawan ia hanya bisa pasrah dengan nasibnya.
"lepaskan dia." seru seseorang
" Tuan kenso " ucap pria tersebut lalu melepaskan cengkramannya .
Hana sudah tidak punya kekuatan lagi ia menjatuhkan dirinya di lantai lalu menagis cegukan .
" Ternyata kau begitu menjijikan" seru kenso
"maafkan saya tuan " ujar Pria tersebut debgan tubuh gemetar.
seketika pria tersebut berlari terbirit birit meninggalkan kenso karna takut ancaman kenso.
" pakai ini " ujar kenso sambil memasangkan jasnya di tubuh Hana, ia merasa iba melihat Hana terlihat jelas tubub remaja itu gemetaran seperti menahan takut .
"hey lihat aku, percayalah kau aman bersamaku " seru Kenso sambil mengangkat kepala Hana . seketika tatapan mereka bertemu.
Deg
Deg
Deg
" Mata ini" batin kenso .
Hana yang melihat mata kenso merasa pusing refleks menarik rambutnya, namun dengan singap Kenso menahan tubuhnya.
__ADS_1
"arg kepala ku sa saki" lirih Hana menahan sakit dikepala
" na " teriak lisa
"na , kenapa bisa begimi " seru lisa dengan nada khawatir .
" kak fano tolong bawa an " seru Lisa
" oke " balas Fano langsung membawa Hama dalam gendongannya .
" Trimakasih Tuan sudah membantu teman saya, kalau begitu saya pamit" seru lisa lalu menyusul fano.
"mata itu , ahr mana mungkin " guman fano sambil mengusap kasar wajahnya.
" maaf Tuan saya mendengar keributan jadi saya menyusul anda , ada yang bisa saya bantu Tuan " seru Andra
" Batalkan smua jadwal saya , antar saya pulang " seru kenso .
"Baik Tuan" balas Andra
Hana pov
Hana tak henti-hentinya menangis , kejadia itu terus terniang-niang di kepalanya.
"Hiks hiks " lirih Hana
" Hana tenanglah , orang itu sudah pergi kalau ibu tau kau begini pasti ia akan menyuruh mu pulang ke jogja " ucap Lisa
" Hiks jangan beritahu ibu , aku tidak ingin dia khawatir" ujar Hana sambil jegukan karna terlalu lama menangis.
" kalau begitu tenanglah" seru Lisa sambi mengusap punggung sahabatnya tersebut .
"Tunggulah sebentar aku akan membereskan barang-barangmu bari kita pulang"
Tak lama kemudia Lisa muncul mebawa pakaiyan ganti Hana serta tasnya.
"trimakasih, aku slalu saja merepotkan mu " seru Hana
" hais si bodoh ini , sekali lagi kai bicara seperti itu aku akan buang kau dan menelantarkanmu disini" ujar Lisa sambil menjentikan jarinya di jidat Hana.
__ADS_1
" auh sakit" protes Hana
" cepatlah ganti baju , kalau kau tidak ingin ku tinggalkan" Titah lisa.