
"Yang tegar Tuan" ucap Andra.
Andra dan keson sedang berdiri dipusaran mang dimang . Terlihat dari ratu wajah keduanya bahwa ada duka yang dalam .
" Tuan sebaikya Anda istrihat, biarkan mang dimang beristirahat dengan tenang " ucap Andra .
Akhirnya kenso menuruti kata-kata Andra , Tubuhnya juga merasa leleah jadi ia putuskan untuk pulang.
Hana pov
" Astaga Hana kau darimana , kau jangan macam-macam " ucap lisa dengan nada curiga
" Kau jangan berfikir yang aneh-aneh , aku kemarin pingsan dijalan jadi Paman di bar yang menolong "ucap Hana mulai kesal
" Astga maafkan aku , lain kali kalau harus cepat menghubungiku " Timpal Lisa
" Hp ku lobet" balas Hana cuek .
" Yeh gitu aja ngambek " Timpal lisa melihat raut waja Hana
" Kamu si nyebelin " balas Hana
" yakan udah minta maaf" jawab lisa tak mau kalah
" Ah tau ah" Hana pun meninggalkan lisa
" yang ngambek nie "
Tak terasa Hana dan lisa sudah sebulan 1 minggu d jakarta , Hana juga mendapat pekerjaan di salah satu minimarket , Ia ship pukul Tujuh pagi sampai lima sore lalu bekerja dibar .
" Lis sarapannya di meja jangan lupa dimakan" teriak Hana sambil berlari keluar larna ojek pesanannya sudah menunggu . Jarak minimarket dengan kosan mereka cukup jauh ".
" makasih mas " ucapnya sambil mengambalikan helm.
" sama sama mbk ".
"eh mbk Hana ke kasir jagain kasir dulu saya kebelet " teriak riska . Hana geleng geleng melihat tingka teman barunya itu persis anak-anak.
" Awa ngompol " teriak Hana sambil cekikan
seorang pelanggang membawa sebuah Miniral kemeja kasir . Pelanggan tersebut tak lain Adalah Kenso . Namun ia seakan tidak mengenal Hana. Hana pun malas menyapanya ia merasa laki laki didepannya ini sangat dingin
" *lihat wajahnya seperti tidak distrika "
" Apa dia tidak mengenal atau pura pura lupa , cih dasar tidak tau diri " cibir Kenso , padahal ia berharap Hana menyapanya*.
" lima ribu " ucap Hana singkat .
kenso mengeluarkan uang lima puluh ribu .
" Ini kembaliannya "
__ADS_1
" Ambil saja , itu tak seberapa dengan kekayaanku anggap saja aku bersedakah padamu " ucap kenso dengan angkuh
" Brak " Hana menggebrak meja kasir hingga mengalihkan perhatian orang .
" *Sialan paman ini mengibarkan bendera perang padaku "
" Apa dia ingin berperang denganku*"
Mata tajam mereka sedang beradu seakan menunjukan siap berperang .
" Hana apa yang kau lakukan " teriak pak ilham pemilik minimarket .
Deg, Deg , Deg .
Hati Kenso bergetar hebat mendengar nama Hana .
" Tidak pak tadi ada semut nakal jadi saya pukul heheh" ucap Hana sambil menggaruk tekuknya yang tidak gatal.
" mbk Hana , Sini biar saya yang lanjutin " ucap riska yang baru keluar dari kamar mandi.
" Ah ia s" ucap Hana lalu pergi melanjutkan pekerjaannya tanpa mengubris Kenso
" Tuan kenso Alvaro " tebak riska
" Benarka , " Timpal pak ilham .
" ah ia betul ini Tuan kenso pengusahan muda terkenal " balas riska tak kalah heboh.
" Ah maksud Tuan Hana , Dia kariawan baru "
" siapkan saya tempat untuk berbicara dengannya , saya tunghu lima menit kalau tidak minimarket ini saya hancurkan " ucap nya dengan ancaman
" An ba baik Tuan " balas Ilham lalu berlari mencari Hana
" Hana " teriak Ilham
" Apasi pak , lihat ni smuanya jadi jatoh " ucap Hana jengkel . Padahal bosnya Ilham .
" Itu Tuan kenso Alvaro ingin bicara denganmu " jawab Ilham dengan suarah terengah engah .
" Saya ngk kenal" balas Hana cuek
" cepat ke sana atau tempat ini ditutup olehnya" balas pak ilham sambil menarik tangan Hana .
" Lepasin pak " teriak hana
" Maaf Tuan ini kan yang anda cari , Tuan bisa bicara di ruangan saya " Ucap Pak ilham
" Tunjukan ruanganmu "
" Mari tuan " ucap pak ilham sambil memberi kode Hana untuk mengikutinya
__ADS_1
Kenso melirik Ilham agar ia keluar .
" Ah maaf Tuan saya permisi" ucapnya dengan halus
" Ada apa paman " Hana bertanya dengan ketus
" Siapa namamu "?tanya kenso dengan serius.
" Apa pentingnya namaku " jawab Hana masih ketus. Kenso menghela nafasnya.
" Apa kau tidak mengingatku;"
" Ya aku ingatlah " balas Hana dengan angkuh
" Benarka , kalai begitu siapa aku " kenso mulai antusia .
" Paman yang menolongku" balas hana santai . Muka waja kenso berubah pias .
" apa benar gadis ini yang kucari, tapi Mang dimang bilang dia amnesia sementara " Kenso mulai ragu . Sifat yang dimiliki Hana kecil sangat beda dengan wanita dihadapannya ini.
" kalau begitu beritau aku namamu" pancing kenso .
" Lalu kalau aku memberi tau namaku , pasti kau mau memberi tau seluru antero bahwa kau pria baik yang menolong gadis tak berdaya" cibir Hana.
" Ayolah , beritau aku namamu " . Mulai merengek.
" hmmm" Berfikir sejenak .
" kalau begitu jujur padaku , untuk apa kau ingin tau namaku" .
" apa yang harus ku jawab? kalau aku salah langkah seandainya wanita dihadapankh ini bukan Hana pasti ia akan memanfaatkan situasi"
"Hmm, beritau namamu sekarang nanti akan ku jawab pertanyaanmu"
" cih, Tidak mau " cibir Hana lalu beranjak dari tempatnya .
" Selangkah saja kau meninggalkan ruangan ini Ku pastikan Minimarket ini tertutup dan tak ada satupun tempat yang akan menerima mu bekerja " ancam Kenso .
Nyali Hana down , ia menelan salivanya menahan mendengar ancaman kenso .
Hana menarik nafas dalam - dalam seakan mengumpulkan kekuatan untuk berperang
" Hana Setiawan " teriak Hana menekan setiap Huruf yang dilafalkan
Deg Deg Deg .
Kenso memeluk Hana . Sungai dimatanya sudah terbedung. Hana yang kaget refleks memukul mukul punggung Kenso .
" lepaskan aku " pekik Hana
" Tidak mau , aku sidah mencarimu beberapa tahun jadi tak ku biarkan kau pergi lagi".
__ADS_1