
Kenso pov.
**RUMAH KENSO.
"Apakau sudah menemukan gadis itu " tanya kenso pada Andra.
" saya sudah melacaknya , dan ternyata ia kerja di salah satu cabang bar kita, Namun ketika saya ingin bertemu dengannya ia keburu pergi" tutur Andra
" kalau begitu atur jadwalku bersamnaya bsok" titah Kenso dengan dingin
" Baik Tuan" balas Andra
" kau boleh istirahat" seru Kenso
" Baik Tuan saya pamit" seru Andra
setalah Andra keluar Kenso menuju ruang kerjanya untuk menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda.
" sial , kenapa mata itu ". Umpatnya
" Arg Apa dia orangnya , tapi seharusnya ia menjalankan perusahaan om setiawan , Apa yang ku lewatkan " ucapnya frustasi.
sejenak ia menenangkan diri lalu merai ponselnya di saku celana.
terdengar nada sambung
" Hallo slamat malam Tuan" ucap seseorang dari balik telfon
" Cari tau perusahaan xx , informasinya ku tunggu besok pagi" Tita kenso lalu mematikan sambungan teleponnya.
Hari ini seperti biasa kenso berangkat ke kantor namun ia agak lambat karna tidurnya semalam tidak nyeyak karena terus memikirkan gadis yang di temui .
Mobil keso berhenti ketika lampu merah menyala , ia mengedarkan pandangannya matanya menangkap sosok pria paruhbaya yang ia kenal .
" mang dimang " gumannya lalu buru- buru ia menghampiri mang dimang
" mang " sapanya sambil memukul pelan bahu pria parubaya tersebut
" kenso " batin mang dimang , dengan cepat ia berlari meninggal kenso .
Begitupun kenso ia mengejar mang dimang
" mang " Teriak kenso ia tidak lagi memperdulikan mobilnya yang diparkir ditengah jalan .
" Tunggu " teriaknya lagi .
"Bruk " kenso menabrak seseorang .
" Auh " rinti orang tersebut
terpaksa kenso menghentikan larinya , ia memandang orang yang ia tabrak.
" Nona , apa kau tidak apa-apa" serunya lalu berjongkok melihat kaki orang tersebut
Deg
Deg
__ADS_1
Deg
" mata ini " gumannya
dengan cepat kenso mengembalikan kesadarannya
" auh " rintih gadis tersebut yang tak lain adalah Hana.
" maafkan saya , Apa kita kerumah sakit saja" ucap kenso
" Ah tidak usah om saya tidak apa , lain kali kalau om mau lari maraton harus lihat situasi". seru Hana dengan nada mengejek, ya dia sedikit kesal pada kenso
"Apa dia panggil aku om" cibir Kenso
" cih , aku sudah baik tapi kau " geram kenso
" kenapa kau menyalakan aku, jelas - jelas dalam hal ini kau yang salah " protes Hana
" Berapa yang kau perlukan" ucap Kenso dengan nada megejek
" Apa maksudmu " balas Hana dengan tatapan tajam
" yah kau sengaja menabrak ku agar kau meminta pertanggu jawabanku lewat uang " ucapnya dengan nada mengejek .
" plak " satu tamparan di daratkan di wajah halus kenso
" kau " bentak kenso
" Apa , kau om marah , mulutmu itu sangat kotor , kau sudah tua tapi tidak tau malu " Teriak Hana tak mau kalah.
" hei pelankan suaramu gadis kecil, kau tidak lihat orang memandang kita berdua " balas Kenso dengan suara lebih pelan.
" kau ,,, Aku bukan omo mu " balas Kenso dengan tatapan tamjam sambil menunjuk bahu Hana
" memang siapa yang mau mempunyai om seperti mu " cibir Hana lalu meninggalkan Kenso .
" Dasar om omo aneh " guman Hana.
Hana tidak mengetahui kalau yang menolongnya kemarin malam adalah kenso.
" cih , seharusnya aku membiarkannya semalam " umpat kenso lalu kembali ke dalam mobilnya .
" Asta mana mobilku " guman kenso , ia teringat meninggalkan mobilnya dijalan . dan pasti mobilnya di derek
" sial " umpatnya lalu mengambil ponselnya kemudia menelfo Andra
" Halo jemput aku du jalan xxx , ku tunggu 25 menit " ucapnya dengan menekan kata-kataya
tak lama andra datang menjemputnya
" maaf tuan kenapa anda bisa disini" tanya Andra
" aku melihat sopir pribadi Hana jadi aku mengejarnya dan melupakan mobilku " ujar Kenso
" saya akan mengurus mobil anda
" Urus semuanya " Tita kenso.
__ADS_1
" Baik Tuan" balas Andra
Pov hana
" na , lo kok lama banget " protes lisa
" sory lis soalnya tadi ada yang nabrak gue trus bacot banget" ujar Hana
" yaampun na lo ceroboh banget sih , tapi lo ngk kenapa napa kan " tanya Lisa sambil memutar mutar badan Hana
"ngk papa cuman perih sikit aja" balaz hana
" sini gue obatin " saut lisa langsung mendudukan tubuh Hana
" lis gue ngk papa kok , nanti juga sembuh" seru hana, ia merasa sahabatnya berlebihan
" au au " rintih Hana
" makanya diem , lu tuh kalai dikasih tau ngeyel banget, kalau luka nya infeksi trus kaki lo di amputasi gue harus bilang apa sama ibu do kampung" cerca Lisa
" sembarangan lo , lo doain gue yg jelek-jelek" protes HANA
"yaudah diam aja " balas lisa
" Nah udah, sekarang lp istirahat biar gue yang masak " timpal lisa lalu meninggalkan Hana .
Hana bergegas istirahat ia tidak mau mendengar celotehan lisa..
" ini smua gara-gara omo itu " guman Hana lalu melanjutkan tidurnya.
Pukul menunjukkan Angka lima . lisa dan Hana sudah siap untuk bekerja. Lisa sempat melarang Hana namun Hana tetap kekeh ingin bekerja .
" Na lo yakin mau kerja" tanya Lisa
" yaelah lis kan gue udah bilang mau kerja , lo tu dari tadi nanya mulu bosen gue" seru Hana yang mulai jengkel.
" ia ia , tapi kalau lo capek bilang sama gue" ucap Lisa
" ok kapten " balas Hana sambil hormat.
mereka berdua memilih berjalan karna mereka shif jam enam.
sesampainya di bar Hana dan lisa menganti pakayannya lalu memulai pekerjaannya .
"Hana kamu bawa ini ke meja 3 " ucap fano
"oke kak" ucap Hana kemudian mengantarkan pesanan.
" Hana lo dipanggil sama pak Andra di vip1 " ucap sinta
" pak Andra siapa ya kak " ucap Hana
" itu asisten pribadi pemilik bar ini "
Hana menyengirkan dahinga
" udah sana Tuan kenso dan Pak Andra tidak suka menunggu" timpal Sinta mengerti kebingungan Hana
__ADS_1
Hana bergegas menuju ruang vip 1.
"ceklek " pintu terbuka