Istri Kecil Untuk CEO Dingin

Istri Kecil Untuk CEO Dingin
Day 2


__ADS_3

Al beranjak ke kamar untuk menghubungi papa nya arman,ia tak menunggu lama langsung di jawab arman


"Hallo al ada apa?".


"Pa apakah orang tua ara bisa dihubungi?apa dia berhasil menipu kita menjual anak nya ke kita agar kita bisa melunasi hutang nya?jawab pa ini jebakan buat ara?".


"mungkin mereka sedang istirahat al kalau pun mereka menipu kita toh kamu sudah mendapatkan ara dia cantik baik polos lagi".


"papa benar aku mendapatkan ara tapi kami tidak saling mencintai pa,apa papa juga sudah merencanakan ini semua?".


"papa akan mengubungi mertua mu besok,tenang ini masih hari pertama pernikahan mu jadi belum bisa kemungkinan mertua mu itu menipu kita!"


"kita bicara besok lagi pa,al mau istirahat dulu!". Al mematikan telfon nya


"Kenapa jadi rumit gini sih?".desah al


Al yang tidak tenang karna ara belum juga masuk ke kamar takut nya dia akan kabur dari rumah


"Ra masuk!".


"gue disini aja lo tidur duluan".


"jangan seperti anak kecil kamu sudah dewasa ra! Ayo masuk diluar dingin nanti kamu sakit yang disalahin saya".

__ADS_1


"kalo lo gak mau disalahin ngapain mau nikah sama gue!".


ketus ara,ia langsung berdiri tidak ingin debat dengan al,ia masuk ke kamar langsung tidur.


"ra makan dulu!".


"gamau bsok aja".


Al membiarkan ara jika nanti lapar ara juga tahu dapur nya pasti keluar makan mending istirahat pikir al.al mengalah tidur di sofa .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi ini ara terbangun melihat al yang masih tidur pulas di sofa.ara tidak menghiraukan nya ia langsung pergi mandi.selesainya mandi ara ke dapur sarapan dengan bibi.


"ini non saya sudah masak nasi goreng silahkan di makan,oh ya den al belum bangun non?"


"masih tidur bi,kalau bibi mau bangunin!".


"maaf non bibi tidak berani, itu tugas nya non sebagai istri".


"yaudah biarin, sarapan aja bibi".


"ya non permisi".

__ADS_1


selesai makan ara kembali ke kamar melihat al masih saja belum bangun ia siap siap pergi ke kantor.al mengernyitkan mata badan nya yang sedikit remuk dan lemas,ia kembali tidur tidak menghiraukan ara biar dia mencari tahu sendiri tanpa al yang harus menangani jika orang tua nya benar menipu keluarga nya. Ara keluar kamar ia sengaja tidak pamit masih males berdebat dengan al semalem.


"bi aku ke kantor dulu,bangun kan al jika bibi mau!".


"ya non".


Ara pergi dengan sopir pribadi nya ia mencoba menghubungi mama nya tetapi tidak juga diangkat, yang dirasakan ara hanya takut gelisah.


"pak kita ke rumah mama sama papa dulu bentar".


"ya non".


Sesampainya di rumah ara mengetuk pintu beberapa kali tidak ada suara yang menyahut


"mama ini ara".


"maaf mbak disini yang punya rumah sudah pergi".deg


"kalau boleh saya tahu kemana ya pak?".


"maaf saya tidak tahu mbak baru tadi malam mereka pergi".


Ara semakin tidak berdaya mendengar bahwa orang tua nya sudah pergi tidak di rumah. Pikir ara hanya satu pasti ara dijebak satu satu nya yang harus memastikan ia harus pergi ke kantor jika papa nya di sana berarti mereka hanya pindah rumah saja.

__ADS_1


__ADS_2