Istri Kecil Untuk CEO Dingin

Istri Kecil Untuk CEO Dingin
Day 3


__ADS_3

Berbeda dengan Al yang hanya diam tidak ada pergerakan ia menuggu info dari papa nya, Ara se dari tadi hanya gelisah sesampainya di kantor Ara kembali di kejutkan keberadaan sang papa.


"papa saya apakah di ruangan nya pak?" Tanya Ara ke pegawai Rizki


"Saya belum melihat nya mbak, saya mencoba menghubungi juga tidak bisa dari tadi, padahal ada jadwal pagi ini".


"Ya sudah handle dulu pekerjaan papa saya masih ada urusan di luar!".


"Baik".


Ara pergi meninggalkan pria itu sambil kebingungan kemudian ia memutuskan untuk pulang siapa tahu Al mengetahui keberadaan mama papa nya.


"Sial gini banget hidup gua baru aja nikah, udah ada aja masalah!". Frustasi Ara


Sesampai di rumah Ara mencari keberadaan sang suami ia tidak menemukan nya


"Non sudah pulang. Den Al sakit non sekarang dikamar istirahat".


"Ya bi makasih".


Al tidur dengan wajah yang pucat Ara melihat hal tersebut perasaan nya jadi semakin ber salah campur aduk, sebagai istri Ara seperti tidak ada guna nya suami sakit malah bisa bisa nya kelayapan, harus nya mentingin suami dulu.


"Al gue pulang?".

__ADS_1


Al yang mendengar samar-samar suara Ara, ia mengernyitkan mata nya


"Dari mana?" sambil membuang arah pandangan


"Maaf tadi malam Al, maaf juga gua ninggalin lo sendiri padahal lo sakit, gue belum pantas jadi istri lo!. Tadi gue abis cari mama sama papa al di rumah gak ada gak tau kemana, apa mereka menipu ku?".


"Udah ra kamu istirahat jangan dipikirin nanti biar saya yang urus! Kamu cukup belajar jadi istri yang baik untuk saya!".


"Makasih". Singkat Ara langsung pergi ke kamar mandi


"hm".


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Al gue ambilkan lo makan ya?"


"gak usah tidur aja kamu".


Tidak menghiraukan Al ia berlari ke dapur mengambilkan makanan al


"Non ini sudah saya siapkan".


"ya bi makasih".

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"lo makan al, gue mau istirahat". Al mengangguk paham bahwasanya pikiran Ada Sedang tidak baik baik saja, Sudah di ambil kan makanan juga sudah merasa di hargai bagi Al.


Al makan dengan perasaan tenang, sambil sesekali melihat Ara yang tidur pulas.


"Ra saya minta jika ada yang selama ini kamu takuti terjadi, kamu jangan sedih begini!". Batin Al


Al menghabiskan makanan nya ia beranjak pergi ke ruang kerja nya. Ia mengota atik handphone menunggu kabar dari sang papa, lama menuggu akhir nya Al langsung telfon.


"Pa gimana ada kabar?".


"Belum juga Al, apa kita benar di tipu papa sudah kasih uang dia 50 miliar sebelum Ara dan kamu menikah?".


"Gimana sih pa, kalau gini gimana Ara?".


"Papa juga Kasihan kalau Ara tahu ini semua".


"Nanti Papa akan beri kabar lagi, papa tutup dulu telfon nya al".


"Ya pa, Al tunggu".


Al di buat berkali-kali lebih memikirkan Ara jika ia tahu pasti akan membuat nya sedih dan merasa Al juga terlibat atas perbuatan yang dilakukan orang tua Ara pada keluarga Al.

__ADS_1


"Gimana perasaan kamu ra kalau tahu ini semua?".


__ADS_2