
4 tahun kemudian Araya melanjutkan study nya di salah satu university Amerika,setelah kelulusan nya ia ikut bekerja di perusahaan papa nya,yang nantinya juga perusahaan itu diberikan untuk ara.umur nya yang sudah menginjak 22 tahun ara belum juga memikirkan pernikahan malah belum bisa mengenal laki-laki yang bisa mendampinggi hidupnya.
"ra kamu tidak ingin cari calon suami?papa ingin segera punya cucu".ucap rizki
"apasih pa ara itu masih muda belum waktunya ara memikirkan hal begituan".lagian juga siapa tahu al bisa pulang menemui nya.
"papa yang nyariin ya pasti kamu suka pilihan papa".
"maaf pa tapi berikan aku waktu masih panjang perjalanan ku nanti kalau sudah waktunya aku beri tahu papa".
"akan papa tunggu secepatnya.umurmu sudah cukup untuk mempunyai suami nak".
"tapi laki-laki pilihan papa itu aku belum mengenal nya pa mana bisa aku menikah dengan nya".
"hanya waktu yang bisa merubah nya,bisa saja nanti kalian sudah menikah kalian jadi cinta".
__ADS_1
"tidak semudah itu pa ber rumah tangga itu,ara belum yakin sepenuhnya".
"yasudah segera kenalkan calon suami mu ke papa kalau kamu tidak mau papa yang memilihnya untuk mu".
"kok gitu sih pa,ara tidak mau kalau papa maksa gini".tegas ara
"kamu sudah dewasa waktunya memikirkan masa depan mu,jangan jadi anak pembantah,orang tua mana yang tidak ingin terbaik untuk anaknya,jangan sampai juga kamu salah memilih laki-laki".jelas rizki sambil berjalan meninggalkan ruangan ara
"pa tapi tidak begitu juga pa!".ara mendesah berat gimana kalau ara tidak cari calon suami lebih dulu pasti ia akan pasrah pada papa nya,papa nya akan mencari sendiri untuk ara,tapi mencari itu membutuhkan waktu yang lama belum lagi ara yang sulit bersosialisasi dengan orang yang tidak dikenal nya.
Kemudian ara keluar dari kantor ia tidak langsung pulang karna masih suntuk dengan papa nya,tetapi kalau ara tidak segera pulang pasti mama nya khawatir.sebelum ara ditelfon mama nya ara mengasih kabar kalau ia akan pulang telat dan makan diluar.
"al aku disuruh menikah,gimana?apa yang harus aku lakuin al?"sambil menatap langit
"gimana nanti kalau aku jadinya dijodohin sama pilihannya papa?apa kamu juga sudah menikah al?"gumam nya
__ADS_1
"mbak maaf,mbak sakit?"tanya pengunjung
"oh tidak saya tidak sakit,hanya banyak fikiran saja,saya permisi dulu maaf!"sambil berjalan,ara fikir hatinya sudah mendingan ia memutuskan untuk pulang.
Sesampainya di rumah ara melihat papa nya bersantai duduk di ruang keluarga sambil nonton televisi.mama nya mungkin sudah tidur fikir ara.
"Asalamuallaikum".
"Walaikumsallam"
"dari mana aja ra jam segini baru pulang?".tanya rizki
"dari luar,makan malam pa.mama dimana?".
"kamu sudah bukan remaja lagi ra waktunya kamu memikirkan masa depan mu itu,tidak untuk jam segini baru pulang,mama mu kasihan menunggu mu sampai ketiduran gitu". ara melihat mama nya yang sudah tertidur pulas jika ia bertengkar dengan papa nya pasti lebih khawatir.
__ADS_1
"maaf pa aku istirahat dulu".lagsung pergi ke kamar nya
"ra jangan lupa omongan papa tadi siang!"ingat rizki