
Dua keluarga itu pun memakan pesanan yang sudah dibidangkan,berbeda dengan ara dan al mereka tidak menikmati nya sama sekali terlihat wajah ara yang ter tunduk dan al yang sangat dingin seperti balokan es yang tidak mau mencair.
"senyum ra jangan ditunduk in aja mukanya".bisik rina
kemudian ara menurutinya sesekali menatap laki-laki itu ia sangat tampan namanya yang mirip al sahabat nya dulu,fikir ara apa mungkin dia al tapi kenapa dia tidak mengenali ku?.
"hubungan ini bagaimana ke depan nya,kalian bisa bertunangan secepat nya".ucap herman ara yang minum tersedak begitu saja saat mendengar pembicaraan tersebut.
"hati-hati ara!.kalian sebelum tunangan boleh mengenal satu sama lain dulu,manfaatkan waktu nya sebelum hubungan kalian lebih jauh".jelas Herman lagi
"ya benar saja nanti kalian mengenal satu sama lain,jika waktu nya sudah tepat kalian menikah secepatnya".ara tak berkutik ia hanya pasrah,tau secepat ini ara tidak akan mau pertemuan ini diadakan.
Ara pergi ke kamar mandi ia melihat cermin di depan nya ia mendesah berat memikirkan jika nanti ia sudah menikah bagaimana nasip nya.ganteng sih iya tapi nanti masa iya setiap hari ngomong sama tembok kan tidak mungkin.
"ayo berbicara".ajak al sambil menarik tangan nya
"biasa aja gak usah tarik-tarik bisa kan lo!".
"gimana kamu mau nikah dengan ku?jika kamu mau kita buat perjanjian".
"belum tahu,nurut aja".balas ara dengan menunduk
__ADS_1
"tatap saya kalau sedang berbicara!".
"gak usah ngegas lo bisa kan biasa aja".ketus ara
"kamu minta nya gimana araya anindhita rizki".dengan wajah datar
"ya kita buat perjanjian apa itu?".
"tidak mencampuri urusan satu sama lain sebelum kita saling menyayangi,biarkan cinta itu ada dulu baru kita seperti halnya pasangan suami istri pada umum nya".
"aku setuju,secepatnya tidak usah mengulur waktu jika itu yang kamu mau".al mencerna ucapan ara itu fikir ya apa dia tidak sabar menjalin hunungan dengan al.
Mereka menyampaikan kepada keluarga nya.bahwa ara dan al mau menikah secepatnya agar tidak mengulur waktu dan membuang hanya sia-sia.
"bagus kalau kalian tidak perlu waktu untuk saling mengenal,sekarang tentukan kapan acara pernikahan mu diadakan?"
"rencana kami 3 minggu ke depan om,tante".datar al
padahal bicara dengan ara tadi tidak membahas acara pernikahan ini,malah membicarakan setelah nikah aneh juga balok es itu.
"ya sudah kalian siap kan diri kalian,papa akan mengurus nya".
__ADS_1
"saya percaya kan kepada mu her,hubungi aku jika ada yang kamu butuhkan!"
"iya riz saya pamit pulang dulu,permisi"menyalim i."Asalamuallaikum" ucap herman dan al
"walaikumsallam".
"gimana ra kamu suka?atau malah bahagia".tanya rizki
"suka tidak suka".
"nanti kalau kalian menikah pasti bahagia".
"seperti es balok an"ketus ara
"jangan gitu,dia akan jadi suami mu".ucap rina
"mau pulang apa disini aja ini?"sambil berjalan menuju parkiran
"pulang ara".
Sesampainya di rumah ara dibikin pusing sama calon suami nya itu dingin sombong suka bentak jadi apa kalau sudah nikah nanti.pasti tidak ada suara sama sekali,mana bisa saling mencintai satu sama lain.
__ADS_1