Istri Kecil Untuk CEO Dingin

Istri Kecil Untuk CEO Dingin
Keluarga


__ADS_3

Sepulang sekolah Ara, di rumah ada Mama dan Papa nya yang duduk di ruang keluarga menuggu ara pulang. Pikir ara tumben sekali mereka menuggu ara pulang sekolah biasanya juga sudah pergi entah itu keluar negeri atau ke luar kota, Padahal kat bi Darmi tadi pagi mereka akan pulang 2 hari kedepan. Pasti ada hal yang penting.


"Ra kamu sudah pulang nak".seru rina mama nya


"Iya ma,katanya bibi mama sama papa diluar kota".sambil menyalimi


"Iya nak kita pulang biar ada waktu buat kamu. Maaf in mama papa mu ini ya ra masih salah mendidik mu padahal kamu sangat membutuhkan perhatian dari kami.kami hanya sibuk dengan urusan luar tidak menghiraukan". Ucap Rizki dengan memeluk Ara.


Hati Ara seperti hanyut dalam kesedihan padahal ini waktu nya yang ia tunggu untuk memperbaiki keluarga nya yang sangat asing ini. Ara menangis sesenggukan di pelukan Mama dan Papa nya


"Aku juga minta maaf ma pa belum bisa jadi anak yang baik untuk kalian".


"Tidak apa nak mari kita perbaiki semuanya". Ucap mama dengan tulus


"Mama sama Papa ini beneran kan gak mimpi kan Ara?".


"Tidak sayang kamu tidak mimpi, kamu anak Mama dan Papa".ucap Rizki


"Maaf in Kami ya nak". Rina memeluknya lagi


"Iya ma pa aku maafin".tulus ara


"Sudah sekarang kamu bersih-bersih!,terus kita makan bareng ya ra.mama dan bibi tadi masak kesukaan kamu sama papa". Suruh Rina


"Yaudah aku ke atas dulu ya ma pa!".


"Iya cepet gih".


Ara bahagia karna tanpa diminta mama dan papa nya sudah menyadari semua itu, untuk itu ara harus bisa jadi anak baik-baik. Ara tidak mau ada yang merusak kebahagiaan nya bersama keluarga kecil nya itu.


Selesainya bersih-bersih ara turun dan makan bersama mama papa nya ia sangat menikmati rasa hangat nya keluarga.


"Enak mama masaknya,kesukaan ku deh!". Ara girang


"Udah emang enak itu yang masak kan mama sama bibi". Ucap rina


"Hehe papa suka kan?".


"Apapun itu kalo kamu suka papa juga ikut suka ra!". Tersenyum


"Ya udah habisin dong pa kalo suka".

__ADS_1


"Siap bos".


"Bentar ma pa,ara mau ambil saus dulu".


"Masa kurang pedas sih ra,jangan pedas pedas nanti sakit perut".


"Tidak kok ma tenang aja".


bi Darmi yang melihatnya ikut bahagia juga, jarang sekali terjadi di rumah sebesar ini ada canda tawanya.


"Alhamdulillah non bibi jadi ikut bahagia kalau seperti ini". Ucap bibi di dapur


"Iya bi makasih ya bibi juga udah ara anggap sebagai keluarga ku sendiri,jadi kalau butuh bantuan jangan lupa ara dikasih tahu ya bi.selama ini bibi yang merawat , Bibi tak pernah putus asa dengan sikap kekanak-kanak an ku". Ara menetes kan air matanya


"Iya non tidak boleh sedih non udah saya anggap seperti anak bibi sendiri,sudah non sana tidak usah menangis lihat tuh tuan sama nyonya udah nungguin lagi".


"Iya bi,bibi jangan lupa makan juga ya". Ara yang mengambil saus di lemari es


"Siap non". Ara meninggalkan bibi di dapur


Selesai makan ara ingin istirahat dikamar.mama dan papa nya juga kelihatan sangat capek.


"Ya nak papa juga capek ini".


"Daa ma pa".


"Iya istirahat yang cukup dan jaga kesehatan mu itu".


"Iya mama"


Ara menaiki anak tangga dengan wajah bahagia nya ia membuka handphone ia melihat notif yang begitu banyak.ia lihat ternyata ravi


Pov ara


+62.......


Ara cantik udah makan?


Yuk jalan yuk 


Lo gak mau nih jalan

__ADS_1


siapa?


ravi,aku jemput dirumah mu yangg


                                                             gak jelas


                     anda memblokir kontak ini


"Ribet banget nyusahin".ketus ara


"Jadi ingat alvin,kamu di mana al?".


"Mama sama Papa udah tidak kaya dulu lagi al!aku kangen kamu bolehkah? Pasti sekarang kamu udah lulus sekarang mungkin kuliah?". Ara melihat bulan


flashback on


Alfino Adhitama adalah sahabat sd sampai smp nya ara,ia kakak tingkat nya mungkin sekarang ia sudah lulus atau malah bekerja,karena SMA alfino dilanjutkan di eropa jadinya mereka berpisah,ia ikut dengan orang tua nya yang mempunyai bisnis disana.sebelum nya ara tidak tahu menahu kalau al akan melanjutkan ke eropa karna sehari sebelum kepergian al,ara dan al sempat bertemu di sekolah tetapi al hanya mengatakan 


"jaga diri baik-baik ya ra kamu gak boleh nangis lagi,kamu harus makan,jaga kesehatan mu,jangan sampai kamu sakit".ucap al


"tenang aja al aku janji itu"polos ara


"maaf ya ra aku pergi,aku akan kembali semoga kamu belu jadi milik orang lain aku sayang sama kamu ra bukan hanya sebagai sahabat doang".dalam hati al


padahal al mengatakan itu perpisahan mereka berdua,tapi polos nya ara tidak tahu semua kalau ia akan berpisah dengan nya kalau ia tahu ia pasti tidak akan membiarkan al pergi jauh dari nya.


 1 bulan kemudian


Ara kembali mencari kerumah al yang dulu ditinggali barang kali ia sudah pulang.sesampainya disana ia hanya bertemu dengan pembantu nya ara bertanya


"mohon maaf bu al yang tinggal disini dimana ya bu?apa dia pindah rumah?"


"maaf dek saya tidak tahu,hanya dengar dengar den al pergi melanjutkan sekolahnya di eropa.maaf dek saya permisi".pamit pembantu itu


"al kamu dimana sih sebenarnya kenapa menghilang begini?kenapa tidak ada kabar al?kamu bilang aku tidak boleh nangis lagi tapi kamu yang buat aku nangis al kamu dimana?".histeris ara didepan rumah al.


kemudian ara memutuskan pulang ia sudah basah kuyup hati nya juga sangat sesak.ya akan sesak di tinggal oleh sahabat nya dari kecil ia menganggap nya sudah seperti kakak nya sendiri.


sampai dirumah ara hanya diam ia berendam di bawah guyuran air.menangis kacau hatinya orang tua yang tak peduli sama sekali ia juga tidak tahu mama papanya pergi ke mana ia hanya tau sibuk urusan dunia kerja nya.kalau saja al ada di dekatnya pasti akan bercerita menangis di depan nya al pendengar dan saran terbaik untuk ara.


"al aku tunggu kamu kembali,aku berharap kamu masih sama seperti kemarin ya al jangan ada yang dirubah.aku harap 5 tahun ke depan kamu sudah pulang lagi ke indonesia,kita main lagi di pinggir danau,kita beli es krim ya al.aku aja kangen sama kamu al masa kamu disana senang-senang tidak mikirin aku gitu".omong sendiri ara setiap malam pasti seperti orang gila yang sedang frustasi.

__ADS_1


__ADS_2