
Ara tersedak saat mendengar perkataan papa nya, yang benar aja papa nya se yakin itu padahal Ia juga belum jumpa lagi dengan laki-laki itu.
"Pa jangan ngada-ngada dulu, Ara kan cuma tanya siapa tahu dia jelek, terus jutek!".
"Mana ada dia itu sangat tampan, nanti kalau kamu sudah bertemu dengan nya tarik kata-kata mu itu!".
"Ya udah aku terserah papa aja".ketus Ara
"Nanti malam kita atur pertemuan nya, jangan lupa dandan sama mama mu biar cantik".
"Kok nanti sih pa!!".
"Ya lebih cepat itu lebih baik Ra".
"Terserah Papa, itu habisin makan nya nanti dimarahin mama!".
"Iyaa iya ini Papa habis in". Ara pergi ke ruangan nya sendiri pikir Ara siapa tahu calon suami nya itu ganteng apa salah nya juga mencoba, Nanti jika tidak suka ara akan menolaknya.
Rizki langsung saja mengabarkan berita baiknya kepada Herman papa Alfino. Bahwa anak nya sudah siap untuk bertemu dengan keluarga herman Adhitama.
Ara yang masih sibuk dengan tugas dari papa nya, Rizki meminta sekertaris untuk meng handle pekerjaan ara biar Ia bisa istirahat untuk nanti malam bisa berjalan dengan baik.
"Ara kamu pulang dulu,istirahat nanti malam kita pertemuan dandan sama mama yang cantik! Papa akan menjemput kalian".
"Yaayayyaa iya Pa bawel ini pulang!". Rizki tersenyum melihat tingkat konyol anaknya.
__ADS_1
"Mama aku pulang awal!". Riang Ara
"Tumben dibolehin papa, emangnya ada apa?".
"Nanti kita sekeluarga pertemuan dengan calon suami pilihan papa". Bete Ara
"Ya udah mau aja, nanti mama dandan in yang cantik, biar jadi hari spesial mu nak".
"Aku nurut aja, ya udah ma ara istirahat dulu capek".
"Iya sana istirahat, Mama mau keluar beli baju untuk mu".
"Terserah deh ma". Rina tahu itu sangat berat bagi ara tetapi itu terbaik untuk nya kalau ara tau itu.
Jantung ara semakin berdenyut dengan kencang,.
"Tidak Ra kamu udah cantik gini masa iya batal".
"Maa ini hati ara takut".
Rina langsung menarik tangan Ara dan membawanya keluar rizki yang sudah menunggu nya didepan rumah.
"Papa udah dateng, ayo Ra". Ara pun nurut saja tidak ada bantahan lagi.
"Tuh Kan anak papa cantik, ayo berangkat". Puji Rizki
__ADS_1
"Siapa dulu yang dandanin".
"Ya udah ini jadi apa tidak!".
"Ayo kamu makin tidak sabar an gitu Ra". Ucap Rina.
Sepanjang jalan Ara hanya diam takut dan gemetar yang ia rasakan saat ini, tidak tahu gimana rasanya yang pasti campur aduk jadi satu.
Sampainya di sebuah tempat makan restoran Ara dan keluarga nya yang lebih dulu sampai. Kemudian ada dua orang laki-laki yang kelihatan beda usia itu berjalan menuju meja Ara, Ara yang menatap laki laki itu langsung tertunduk karna tidak kuat tampan nya terlalu dalam batin Ara.
"Sudah lama menuggu kalian". Bersalaman dengan keluarga Ara.
"Baru nyampe juga ini bro! ini anak kamu ganteng sekali dia padahal SD nya itu masih sangat kecil sekarang udah sebesar ini". Puji rizki
"Biasa aja om". Al menyalami Rina dan Rizki dan juga Ara yang tertunduk.
"Ini anak gadis ku namanya Araya anindhita Rizki".
"Kalau ini Alfino Adhitama kalian kenalan dulu dong". Suruh
Herman
"Ara".
"Al".dengan wajah dingin.
__ADS_1
Ara yang mengenal nama itu pernah mendengarnya ara pikir dia kenal Al itu dingin gitu masa bukan Al sih tapi namanya sama.