Istri Kecil Untuk CEO Dingin

Istri Kecil Untuk CEO Dingin
Melepaskan


__ADS_3

Al segera mengakhiri pertemuan nya dengan rekan karna ia tadi ingin menemui Ara secepat nya.


"Terimakasih pak, saya senang bekerja sama dengan perusahaan anda". Puji rekan itu


"Baik pak, Kami permisi dulu masih ada urusan di luar".


"Silahkan pak".


Al dan Asisten nya itu pergi ke parkiran. Asisten Al bernama Dino


"Din saya pulang sebentar, kamu hendle dulu pekerjaan saya dikantor".


"Baik pak".


Sesampainya di rumah Al melihat Ara ter tidur di sofa.


"Ra bangun!". Sahut Al


"Akh".

__ADS_1


"Makan dulu, ada yang mau saya bicara kan". Ara tak menggubris Al ia langsung berjalan menuju meja makan dan mengambilkan Al makanan setelah itu mereka makan ditemani dengan bunyi sendok dan piring saja tanpa sepatah kata pun.


"Lo mau ngomong apa?".


"Sudah makan mu?".


"Udah, Ayo kita bicara di Kamar, jangan membuang waktu saya".


Al berjalan ke kamar di ikuti Ara.


"Ra duduk!". Ara mengangguk Al, Ia terlihat sangat polos saat ditatap Al sepertinya haru ini Al tidak bercanda .


"Ada apa?". Al menghembuskan nafas kasar nya


"Mama papa kamu pergi ra, sekarang mereka tinggal di Australi, mungkin kata kamu benar kita di jebak, papa mu tidak sabar menikah kan kamu dengan saya mungkin dia sudah membawa uang perusahan saya dan itu tidak kecil nominal nya, tetapi saya tidak tahu maksud orang tua mu itu".


Ara mencerna kata yang keluar dari mulut Al, tanpa aba aba mata nya sudah tidak bisa membendung semua nya.


"Al dulu gue dulu selalu ditinggal pergi sama mama papa, tetapi waktu mau kelulusan SMA gue mereka baik sama Gue Al, ternyata ini tujuan nya gue di sekolahin tinggi tinggi gue di bikin biar bisa nikah sama lo!".

__ADS_1


"Tega banget mereka!". Ara berdiri dihadapan Al, Al yang tidak tega ia memeluk Ara.


"Jangan buang air matamu itu untuk menangisi yang tidak penting".


"Saya akan menjaga mu ra kalau boleh pun saya akan belajar mencintai mu".


"Al gue mau nikah sama lo, bukan berati gue cinta sama lo, tapi gue heran sama orang tua gue mereka mementingkan diri sendiri, aku harus gimana Al". Ara yang mendorong dada Al terasa sesak.


"Ra saya yakin kamu kuat, jangan dipikirin lagi, cukup kamu jadi istri baik buat saya! jangan suka membantah".


Ara menangis histeris Al hanya membiarkan agar semua yang dirasakan tidak mengganjal di hati. Setelah ini Al tidak akan membiarkan Ara menangis lagi.


"Sudah ra kamu istirahat, saya disini tidak akan meninggalkan kamu ra".


Setelah Ara mulai tenang ia tidur walaupun masih dengan hati yang hancur, Al menghubungi Dino karena tidak bisa melanjutkan pekerjaan nya di kantor mungkin ia membantu dari rumah.


Al memegang laptop nya duduk di sofa, agar Ara tidur dengan tenang.


Malam nya Ara masih dengan perasaan kalut tidak berdaya, Seperti orang sedang frustasi, ya tentu siapa mau orang tua sendiri menyakiti hati anak nya.

__ADS_1


Beberapa hari kemudian Ara sudah mulai tenang, pikir nya jika orang tua masih membutuhkan anak mereka pasti akan menemui tanpa di cari. benar kata Al yang harus nya tidak dipikirkan tidak harus ditangisi hanya membuang buang waktu.


__ADS_2