Istri Kecil Untuk CEO Dingin

Istri Kecil Untuk CEO Dingin
Masakan untuk mertua


__ADS_3

Pagi nya Al ber siap siap, Ara menyiapkan bekal makan siang Al, karena jika setiap hari harus di antar kasihan juga pak sopir.


"Al sarapan dulu, aku udah siapin bekal nya nanti kamu bawa".


"Hmm, nanti malam kita ke rumah papa!". Ara teringat sesuatu ya papa nya. ia menutupi air matanya yang terasa sesak di dada.


"Kenapa?".


"Kalau belum siap, kita bisa datang kalau kamu sudah siap saja".


"Gak kok Al, aku mau aja".


"Ya sudah habisin sarapan kamu, bekal nya jangan lupa, aku ikut bibi belanja dulu".


"Hmm hati hati".


Ara pergi ke supermarket dengan bibi ia berencana memasak untuk mertua nya nanti malam.


"Bi, bibi tahu apa kesukaan nya papa?".


"Tuan suka apa saja non, beliau pasti senang di masak in sama menantu nya".


"Bisa aja bi".


Setelah semua nya sudah terasa tidak ada lagi yang mau di beli Ara dan bibi pergi untuk pulang.


Mereka sibuk sendiri sendiri Ara yang sibuk membersihkan kamar nya dan Bibi yang bersih bersih di ruang tamu.


Ara melihat sebuah kotak di lemari ia mengambil nya dan dibuka ternyata itu foto kecil nya, tetapi ada yang aneh foto perempuan itu sekarang tidak bersama Al atau pun papa nya apa mungkin mama nya sudah meninggal? Ara terus membuka lembaran foto itu.

__ADS_1


"Tidak kalah ganteng sama foto waktu kecil mu Al".


Keasikan melihat foto itu Ara sadar jika nanti Al mengetahui pasti Ara akan di marahi habis habis an. Kemudian ia merapikan kembali ia taruh ke dalam lemari dan melanjutkan bersih bersih nya.


Malam nya Al dan Ara bersiap siap untuk bertemu dengan sang papa.


"Kamu bawa apa?". Tanya Al


"Bawa makanan buat papa nanti". Al mengangguk paham


Sesampai nya di rumah Ara di sambut dengan baik.


"Assalamualaikum". Barengan


"Walaikumsallam".


"Ara kamu ikut nak, ayo masuk".


"Ini pa aku bawa in makanan bisa kita buat makan malam".


"Repot repot sekali kamu nak, Sekarang kesibukan kamu apa?".


"Aku di rumah aja pa".


"Iya tidak usah bekerja, itu tugas Al".


"Kalian nanti nginep di sini aja sekali kali".


"Boleh Al kita nginep?".

__ADS_1


"Boleh". Ara tersenyum, sedari tadi Al hanya menyimak yang dibicara kan Ara dan Papa nya itu.


Selesai makan malam Al dan Ara pergi ke kamar Al dulu, Al menemukan banyak buku di rak yang berdebu.


"Kamu dulu punya pacar Al?".


"Kenapa?".


"Tanya aja".


"Tidak perlu membahas, apa yang tidak harus di bahas".


"Oh gitu". Ara memutar bola mata nya malas.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


5 bulan kemudian...


Ara sudah melupakan semua yang telah terjadi pada dirinya. ia lebih fokus dengan Al setelah lima bulan pernikahan Al dan Ara, mereka mulai sama sama belajar mencintai satu sama lain. Karna satu satu nya orang yang di miliki Ara hanya lah Al.


"Al aku mau tanya boleh?". Ara duduk di depan Al


"Kenapa?".


"Sebelum nya maaf, mama mu sekarang dimana?".


"Mama pergi!". Wajah raut nya yang sudah memanas


"Maaf Al, aku tidak tahu".

__ADS_1


"Jangan bahas itu lagi".


Al meninggalkan Ara begitu saja Ara terlihat sangat bersalah menanya kan hal itu sampai malam Al dan Ara hanya diam diam an, Ara memutuskan tidur duluan tidak mau mengambil resiko. Wajah lesu nya sangat terlihat ia tutupi dengan selimut yang menjadi penghangat untuk tubuh nya.


__ADS_2