Istri Kecil Untuk CEO Dingin

Istri Kecil Untuk CEO Dingin
Penyakit sekaligus obat


__ADS_3

Al masih berfikir apa yang ia katakan tadi pagi kepada Ara, Apakah Al salah telah menanyakan akan hal itu pada Ara tentu nya tidak.


Sebenarnya Ara sudah membuka hati untuk Al apa belum itu saja Al tidak pernah menanyakan nya. Ia tidak mengerti isi hati Ara itu untuk siapa apa mempunyai pacar di luar? Entah lah al tidak tahu menahu semua itu.


Seharian Al hanga duduk di kusi kerja nya dengan posisi merebahkan badan nya sambil menatap langit-langit ruangan nya.


Al terbangun dari lamunannya terdengar seseorang memanggil nya.


"Mohon maaf bapak, apa bapak ingin meminum teh ataupun kopi?". Tanya OB itu


"Tidak perlu, panggilkan Dino untuk saya!".

__ADS_1


"Baik pak, Permisi".


Al mengangguk kan kepala nya kemudian ia kembali menyenderkan kepala di kursi kerja nya.


"Permisi pak, ada yang bisa saya bantu?".


"Tolong beri saya cuti 2-3 hari, kamu handle pertemuan dengan rekan-rekan, nanti pekerjaan bisa saya kerjakan di rumah".


Al tidak mau egois hanya kepentingan diri nya pekerjaan ditinggalkan begitu saja.


"Saya mengerti itu, 2 hari saya rasa cukup untuk ber istirahat di rumah setelah saya rasa akhir-akhir ini sangat padat dan tidak ada waktu luang untuk ber istirahat".

__ADS_1


"Baik pak, saya harap bapak baik baik saja".


Tetapi Dino lebih menatap nya Al sedang ada banyak masalah, bukan hanya capek karena pekerjaan. Tetapi ia tidak ingin mencampuri urusan pribadi Al, Dino akhirnya keluar ruangan meninggalkan Al.


Al tidak lama segera pergi untuk pulang saja karena pekerjaan nya telah selesai. Sesampainya di rumah Al pergi ke kamar tidak mengucapkan sepatah kata apa pun, hingga Ara dibuat kebingungan akan hal itu seperti tidak biasa nya Al pulang awal dan tidak biasa juga tidak menyapa.


"Tumben udah pulang ya kok muka nya kayak di tekuk?". Tanya Ara pada diri nya sendiri


"Mungkin ada masalah kali ya, biarin dulu aja kayak nya"


Al tidak menunggu aba-aba ia pun langsung ambruk ke ranjang seperti berat sekali pikiran di kepala, ia terus merenungi kesalahan dan yang di permasalah kan selama ini. Terkadang Ia hanya ingin bertemu dengan mama nya tetapi teringat apa yang dilakukan selama ini, mungkin seperti ini Dia obat tetapi ia juga penyakit.

__ADS_1


Ara sebagai istri juga belum bisa melaksanakan tugas sebagai seorang istri entahlah pekerjaan pun juga sama tidak ada henti-henti nya seperti tidak diperbolehkan istirahat. Pikiran Al yang sangat kalut itu hingga menghasilkan ia tidur pulas tanpa ganti baju dan lepas sepatu.


Ara yang se dari tadi hanya duduk diam dan memainkan handphone nya tidak ingin bertemu dulu dengan Al, Ia hanya merasa bersalah tetapi dilain sisi Ara juga belum siap semua nya. Tidak tahu apa yang harus dilakukan tetapi Ara untuk sekarang dia ingin membiarkan Al agar tenang dulu. Mungkin Ara bisa dikatakan belum bisa jadi istri yang baik tetapi Ara ingin berusaha hal itu yang di ingin kan Al. Sampai malam Al belum juga keluar dari kamar.


__ADS_2