Istri Kecil Untuk CEO Dingin

Istri Kecil Untuk CEO Dingin
akhad


__ADS_3

Hari ini Ara dan Al akan menikah, tetapi Ara tidak tahu hatu nya campur aduk ingin menikah dengan al tetapi dia takut jika nanti sewaktu waktu ara ditinggal al, sifat nya yang dingin seperti biasa balokan es membuat ara semakin kesal.


"Gimana ra kamu sudah siap?".tanya rina


"gugup aja"jawab nya malas.


"tenang,jangan gugup ,percaya sama mama!''.


"iya!".ketus ara


Kemudian beberapa menit al datang dan mengucap kan ijab qobul nya


"Saya terima nikah dan kawin nya Araya Anindhita Rizki binti Rizki Prasetyo dengan mas kawin tersebut di bayar tunai"tegas al


"bagaimana para saksi sah?"


"sah"


Ara kemudian keluar menemui al yang sudah menunggu nya ia ber saliman dan al yang mencium kening ara,perasaan ara semakin gemetar padahal ciuman itu sebagai tanda biar dilihat orang orang seperti suami istri doang fikir nya,al pun hanya diam saat memakaikan cincin pernikahan di jari lentik ara.


"Sekarang kalian sudah jadi pasangan suami istri". Ara dan al mengangguk bersamaan

__ADS_1


Setelah akhad nikah al dan ara langsung pergi ke rumah baru nya yang sudah disiapkan oleh herman,ara menyiapkan semua barang barang nya untuk di bawa.


"ma pa ini bener ara di usir dari rumah sendiri".


"bukan nya ngusir ra,ikut lah suami mu kamu sudah ber keluarga,sebagai istri yang baik kamu harus melayani suami mu, dan jangan membantah nya dia yang bertanggung jawab atas hidup mu sekarang".rina yang lembut


"iya nak kamu harus nurut sama suami mu,tidak boleh membantah nya!kalau sekiranya ada masalah bicara kan baik baik!dan satu hal al jangan buat anak perempuan ku menangis!".


"iya ma pa saya akan menjaga nya jangan khawatir".sahut al


"dengarkan baik baik jangan iya aja lo".sentak ara


"ara!".


al yang mendengarkan sangat risih gimana kalau setiap hari hanya ribut akan jadi apa rumah tangga nya. Yang ara pikir hanya seperti bocah yang tidak mau mengalah sifat nya egois.


Setelah menuggu beberapa menit akhir nya ara keluar dan sudah siap


"ma pa al berangkat dulu".sambil saliman mertua nya itu


"hati hati kalian,nitip ara ya al jangan biarkan dia merasa sendiri,memang anak nya seperti itu".

__ADS_1


"iya ma al tidak lupa itu".


"ma pa tapi ara kalau main ke rumah ini boleh kan?".air mata nya yang sudah tidak bisa di bendung.


"boleh dong kan kamu anak mama papa,tapi izin kemana pun kamu pergi kamu sudah memiliki suami jangan lupa itu".


"asik,ya udah kami pergi dulu,da ma pa asalamuallaikum".


"walaikumsallam,papa percaya kamu al jaga anak saya".


al menjawab dengan anggukan


kemudian al dan ara beranjak pergi,ara yang masih sesegukan karna tidak mau berpisah dengan keluarga nya apa lagi mama nya, tapi jalani lah siapa tau balok es itu mencair dengan sendiri nya tidak usah di leleh kan dulu.


"jangan nangis,saya sudah janji pada papamu tadi apa kamu tidak mendengarkan".


"gue denger".


"bagus kalau itu kamu tahu".


"enak an dirumah sendiri apa apa sama mama didengerin ngak di omelin!"

__ADS_1


gumam nya


__ADS_2