Istri Kecilku Yang Pemberani

Istri Kecilku Yang Pemberani
episode 14


__ADS_3

Skiip berada di rumah sakit


Defansyah duduk di ruang tunggu dengan gelisah sedangkan reffa sedang si tangani oleh dokter . Tidak lama kemudian  Dokter pun keluar dari ruangan UGD . Melihat itu defansyah pun langsung menghampiri dokter itu


"Dok , bagaimana keadaan istri saya dok ?"ucap defansyah


"Istri bapak sekarang masih belum.sadarkan diri di karenakan bekas pukulan di perut dan juga ada luka di bagian kepala bekas hantaman benda keras . Sepertinya istri bapak harus di rawat inap di rumah sakit selama 3 hari "ucap dokter itu


"Maaf dok bisa kah di rawat inapkan di rumah dok . Kebetulan saya ada dokter pribadi di sana "ucap defansyah


"Oh , boleh pak . Kalau ada dokter di sana "ucap dokter .


Lalu reffa pun langsung dibawa oleh defan  ke rumah mereka  . Perlu kalian ke tahui sekarang reffa masih dalam ke adaan tidak sadarkan diri .


Setelah sampai rumah defansyah langsung membawa reffa ke kamar mereka . Dan di sana reffa kembali di tangani oleh dokter dan suster kepercayaan defansyah .


Defansyah pun langsung keluar dari kamar dan menelpon adit orang kepercayaannya


"Halo dit . Gw mau lo buat bangkrut keluarga panser sekarang juga dan  juga teman - teman  geng nya itu . Gw tunggu kabar kebangkrutan keluarga mereka besok . Inget besok lo harus buat keluarga itu  dan gengnya itu bangkrut kalo sampai besok belum selesai juga lo tau sendiri akibatnya kan ." Ucap defansyah dengan tegas


Mendengar itu adit pun langsung tau bahwa bosnya ini sekarang sedang marah besar karena ia tau kalau bosnya  tidak bakal ngomong kata -kata berulang kali dengan tegas


"Iya bos . Tunggu aja kabarnya besok "ucap adit


"Ok , " ucap defansyah dan langsung mengakhiri panggilan mereka

__ADS_1


Hemh sekarang lo udah keluar batas meli . Ini baru permulaan haha ucap defansyah di dalam hati sambil menujukan wajah sinis nya berserta aura kekejamannya


Di pagi hari


Reffa terbangun dari keadaan pingsannya


"Essshhh aku ada di mana ? " ucap reffa sambil memegangi sebelah kepalanya yang masih terasa sakit dan pusing .


Reffa pun melihat ke sekeliling ruangan itu dan ia baru menyadari bahwa dirinya sedang berada di dalam kamar . Betapa terkejutnya reffa pada saat ia melihat ke arah samping kanannya . Di sana ia mendapati sosok pria yang masih terlelap dalam tidurnya .


"Astagfirullahalazim , kirain di samping aku ada orang jahat . Eh , rupanya si defansyah yang lagi tidur di samping aku . Huh untung aja ni orang gak aku leparin lampu tidur ."ucap reffa sambil mengusap -ngusap dadanya akibat terkejut tadi .


"Tapi kelihatannya dia sangat lelah , sampai ia tertidur seperti itu . Apa mungkin ia kelelahan sehabis merawat aku kemarin malam  ya 🤔. Kalau memang benar kamu merawat aku kemarin malam . Aku hanya bisa minta maaf karena telah ngeretpotin  kamu . Dan berterimakasih karena kamu telah merawatku , kamu pasti cape ya gara -gara kemarin , kalo di pikir - pikir kamu terlihat tampan juga ya pada saat kamu  diam seperti ini . "Tanpa sadar tangan reffa sedang mengelus -ngelus pucuk kepala defansyah , bahkan sekarang ia sedang tersenyum setelah memerhatikan wajah defansyah yang sedang tertidur lelap


Pada saat reffa terbangun dari pingsannya . Sebenarnya akupun ikut terbangun dari tidurku akibat pergerakan reffa yg membuat genjotan keras di tempat tidur   . jujur aja tadinya aku ingin  kembali tidur karena aku benar - benar sangat lelah . Tapi ,pada saat aku sudah hampir kembali tertidur . aku merasakan belaian tangan seseorang di rambutku . Aku pun membuka sedikit mataku atau lebih tepatnya seperti mengintip


Omg betapa terkejutnya aku ketika melihat reffa yang sedang mengelus - ngelus rambut ku . Apalagi sekarang ia sedang tersenyum menatapku . sungguh ini adalah moment yang sangat langka . Melihat ia tersenyum menatapku apalagi sempatku dengar reffa sedang memujiku.


Sepintas muncul ide jail di otak ku. 😂


" ekhem ... kamu kenapa reffa kok  senyum - senyum sendiri ? oh ya reffa tadi pada saat aku tertidur aku sempat mendengar ada seseorang sedang memuji ketampananku, tapi kira -kira siapa ya ! Apakah  kamu tau reffa siapa orang itu  " ucap defansyah yang sekarang sudah terbangun dari tidur pura - puranya itu .


" Oh aku... aku... tidak tau tuh siapa orang yang kamu tanyakan itu "


Pada saat gw bertanya seperti itu . Disana gw lihat reffa mengalihkan pandangannya ke sebelah kiri sepertinya ia terlihat sangat terkejut sekaligus malu terbukti dari pipinya yang sudah mulai memerah . pada saat melihat itu rasanya gw benar - benar ingin tertawa dan segera memakannya pagi ini . tapi rasanya ini kurang cukup deh . lanjut lagi ah......

__ADS_1


" tapi  reffa kenapa wajah mu memerah seperti itu . Apakah kamu sedang menyembunyikan sesuatu dari ku?" heheh aku mau dengar apa jawaban mu little  girl


" Gak ,aku tidak sedang menyembungikan sesuatu dari mu , iya iya  itu benar 😓" ucap reffa


" kalau benar begitu , lalu kenapa bicara mu gagu seperti itu baby . Apakah sekarang  kita perlu ke dokter ?" lanjut terus ah , habisnya seru.........


"Gak aku, gak apa - apa kok . Jadi , kita nggk usah pergi ke rumah sakit ya. emm... defan apakah kamu sudah memberitahu guru piket bahwa hari ini aku sakit ,dan apakah aku besokboleh masuk ke sekolah ? " ucap reffa yang sedang mencoba   mengalihkan topik pembicaraan


Rupanya kamu sedang mencoba mengalihkan pembicaraan kita , kamu benar -benar sungguh cerdas


" ya. aku sudah memberi tahu mereka dan untuk hari ini dan besok kamu tidak usah masuk sekolah dulu ok ?"


" oh , yaudah kalo begitu makasih ya defan."ucap reffa sambil tersenyum .


"Defan apakah kamu bisa mapahku sampai pintu kamar mandi "ucap reffa lagi


"tentu Saja , dengan senang hati  sayang" ucap defansyah sambil mengangkat tybuh reffa sampai ke depan pintu kamar mandi


Setelah sampai di  depan pintu kamar mandi


"defansyah apakah kamu bisa panggil bi Ani untuk membantuku mandi , jadi kamu tidak usah membantuku untuk mandi ."


" tadunya aku memang ingin memanggil buAni buat bantu kamu . Tapi setelah mendengar omonganmu tadi tentang membantu mh untuk mandi itu ide yang bagus juga " ucap defansyah sambil tersenyum jahil.


" Siapa yang mau ... kyaaaaaa......... "  belum sempat reffa menyelesaikan pembicaraannya tiba - tiba defansyah langsung menggendong tubuh mungil reffa dan membuat sang pemilik tubuh itu sangat terkejut lalu mereka berdua pun masuk ke dalam kamar mandi  .

__ADS_1


__ADS_2