Istri Kecilku Yang Pemberani

Istri Kecilku Yang Pemberani
bab 47


__ADS_3

Di dalam penjara , meli hanya terduduk sembari merangkul kedua lutut nya . pikirannya kali ini sangat kacau. Banyak cobaan yang kali ini meli harus hadapi. pertama ia harus mendekam di penjara akibat ulahnya sendiri yang telah mencoba melecehkan refflina .Tak lama setelah itu ,adik perempuannya mengalami sebuah kecelakaan , dan kali ini meli mendengar bahwa perusahaan ayahnya sekarang sedang dalam masalah dan mungkin akan mengalami kebangkrutan . sedangkan pihak rumah sakit terus saja menelepon meli agar segera membayar tagihan perawatan adiknya .


‘’ untuk tersangka meli , ada sebuah telepon untuk anda “ ucap sang polwan , lalu di buka lah pintu tahanan


“ akhirnya ayah menelepon ku juga .” gumam meli di dalam hati . lantas meli pun segera bangkit dari duduk nya dan menghampiri polisi wanita itu.


“ halo yah , ayah kenapa telepon dari meli nggak di angkat – angkat “ ucap meli antusias . namun sayang telepon itu bukan dari sang ayah , melainkan dari pihak rumah sakit .


“ maaf saya dari RS kasih sayang , bu meli ini bagaimana soal pembayaran untuk adik ibu” ucap seorang lelaki dari balik telepon


“ oh , maaf ya pak . saya minta waktu satu minggu soalnya saya lagi nggak punya uang . saya janji minggu depan saya akan membayar biaya pengobatan adik saya “ ucap meli dengan nada suara yang lemah . setelah meyakin kan beberapa menit . akhirnya pihak rumah sakit mau memberikan meli waktu .


“ terimakasih pak “ lalu panggilan pun terputus .


“ harus ke siapa lagi aku bisa mendapatkan uang .ayah ku sama sekali tak menjawab telepon dariku . Semua sahabatku juga tak ada yang mau menjawab telepon dariku .mengapa semua orang pergi di saat aku dalam kondisi terpuruk seperti ini . aku bingung harus mendapatkan uang dari mana . kerja ? aku saja masih di dalam kantor polisi . apa aku harus telepon refflina , tapi… aku udah jahat sama dia . apa dia mau membantuku “ akhirnya dengan sangat terpaksa meli pun menelepon refflina .


“ halo ini nomor telepon siapa ya “ ucap seorang wanita dari balik telepon


“ halo ini aku meli . refflina ap apakah aku boleh meminjam uang sebesar 10 juta “ ucap meli dengan ragu – ragu .


“ buat apa kamu meminjam uang kepada ku . sahabat dan gengs mu itu banyak , masa mereka nggak mau meminjam kan mu uang“ kali ini suara refflina terdengar lantang , sehingga membuat meli merasakan sedikit ketakutan dan ingin segera mematikan teleponnya . namun , rasa ketakutan itu harus meli buang jauh – jauh . karena hanya refflina lah satu – satunya orang yang meli harapkan sekarang.

__ADS_1


“ nona refflina , beberapa hari lalu adikku via mengalami sebuah kecelakaan . di sana via mengalami kekurangan darah dan stok golongan darah A di rumah sakit pada saat itu habis . awalnya aku sempat kebingungan bagaimana caranya agar aku bisa mendapat kan seorang pendonor yang memiliki darah golongan A, sedangkan aku masih mendekam di penjara . tapi alhamdulillahnya setelah 1 hari berlalu ada orang yang mendonorkan darahnya . dan beberapa hari terakhir ini pihak rumah sakit terus meneleponku agar segera membayar uang pengobatan adikku .lantas , aku pun menelepon ayahku untuk membayar tagihan nya, tapi ….. ayahku sama sekali tidak mengangkat teleponku sampai detik ini juga . lalu ku coba menelepon sahabat dan teman – teman ku , tapi mereka sama sekali tidak menjawab .dan kamu lah satu - satunya nona refflina yang bisa aku harapkan untuk dapat meminjamkanku uang . aku berjanji setelah aku bebas nanti . pasti aku bakal membayar hutangku kepadamu hiks aku mohon bantu aku . “ insak tangis mulai keluar dari mulut meli . mendengar itu refflina pun merasa iba , dan akhirnya menyetujui permintaan meli .


“ oke, aku akan membayar nya . sekarang kamu jalani hukuman kamu dengan tenang dan jaga kesehatanmu “ mendengar ucapan refflina tadi , sontak memunculkan rasa tenang di hatinya meli . akhirnya adiknya dapat menjalani pengobatannya dengan tenang .


“terimakasih , aku berhutang budi kepadamu nona refflina . maaf aku sudah berpikir salah tentang nona dan sempat berbuat tidak baik sama nona “ ucap meli


“ ya aku sudah memaafkan mu . tapi tolong jangan menggunakan embel – embel nona itu . jujur saja kalimat itu sungguh tidak enak di dengar di telingaku .”


“ hahaha , baik refflina . kalau begitu aku tutup dulu teleponnya sekali lagi terima kasih “ lalu telepon pun terputus .


“ Tadi tuh beneran meli ya ? aku sempat merinding denger dia sangat ramah sama aku . di kalimat terakhir di telepon tadi “ gumam refflina pelan .


Pov defan


“ ref , kenapa kamu bengong ? kata nya kita mau keluar buat belanja .tapi kenapa kamu masih belum siap – siap “ Tanya ku sembari mendudukan tubuhku diatas Kasur .


“siapa yang bengong , aku hanya sedikit memikir kan sesuatu saja . oh ya def sebelum belanja kita mampir ke rumah sakit ya “ jawab refflina .


“ emangnya kamu sakit apa sayang …? , kok nggak bilang bilang ke aku sih . tunggu sebentar ya aku cari termometer dulu oke“ lalu aku pun mencari kotak p 3 k yang ku simpan di laci kamar .


“ iiiii defan aku nggak apa – apa , aku masih sehat . tuh lihat kulit dan bibir aku nggak pucet kan .”teriak refflina yang menurut ku terdengar sedikit agak manja .

__ADS_1


Setelah ku temukan kotak p3k itu , aku pun kembali duduk di samping refflina “aku nggak percaya . coba sini buka mulut kamu , aku mau cek suhu tubuh kamu “


Namun refflina malah menggelengkan kepalanya “ aku nggak sakit dan aku nggak bohong ,def . aku ke sana mau bayar tagihan rumah sakit adiknya meli “


“ hah . aku nggak salah denger kan ? kenapa kamu yang nanggung biaya pengobatan adiknya si meli itu . kamu di ancam ya ”


Pov refflina


“ aku nggak bohong ,def . aku ke sana mau bayar tagihan rumah sakit adiknya meli “ setelah selesai berbicara . ku lihat defan bangkit dari duduknya . hingga membuat dirinya berdiri di hadapan ku .


“ hah . aku nggak salah denger kan ? kenapa kamu yang nanggung biaya pengobatan adiknya si meli itu . kamu di ancam ya ref”


“ nggak kok “ ucap ku sembari menngelengkan kepala


“ reffaku yang cantik . kamu nggak lagi bohongkan jujur aja ke aku .Kamu di ancam kan sama ketua gengs itu “ posisi defan sekarang berubah jongkok di hadapan ku . lalu kedua lengannya memegang kedua tanganku .


“ hahaha , apa aku kelihatan seperti cewe yang lemah, yang begitu mudah nya takut pada sebuah ancaman , pikiran kamu ini aneh banget si. jadi gini loh , sebenarnya …. meli barusan nelepon aku , dia minta bantuan ke aku buat bayar biaya pengobatan adiknya di rumah sakit sebesar 10 juta . “ ucapku sembari tersenyum kepada defan .


“ lah kan dia masih punya orang tua kenapa dia malah minjem ke kamu . lagian dia kan punya geng di sekolah , dan gelarnya di sana jugakan sebagai ketua masa anggotanya nggak mau bantuin dia . pasti ini jebakan “ucap defan


“ orang tua nya meli sisa ayahnya saja sedangkan , mamahnya sudah meninggal ketika melahirkan adik ke duanya .kalau masalah anggota si aku nggak tahu . tapi yang meli bilang ke aku di telepon tadi . ayahnya itu sekarang nggak bisa di hubungi . jadi aku ngerasa iba aja. Dan kalau uang yang 10 juta itu aku nggak bakal pake uang kamu kok , nanti aku bakai pakai uang ku sendiri .”

__ADS_1


Tiba – tiba defan bangkit dari duduknya “.aku nggak peduli kamu mau pake uang aku atau nggak , yang jelas aku nggak ngijin kamu pinjamin uang ke dia , itu semua karma buat dia . setelah apa yang dia lakuin ke kamu “


__ADS_2