
Di ruangan CEO nampak seorang lelaki yang sedang fokus mengerjakan sesuatu di laptop nya dan suasana di ruangan itu sekarang sangat hening . Namun Tak lama kemudian ada seseorang yang mengetuk pintu ruangan itu
tok tok tok tok( anggap suara pintu di ketuk ya )
"Defan ini gw adit " ucap adit yang sekarang berada di depan pintu itu
" ya masuk dit " ucap defansyah yg sekarang sedang duduk di sofa ruangan itu.
Setelah mendengar ucapan sang pemilik ruangan adit pun masuk ke dalam ruangan itu , dan ia segera duduk di sofa yang berada di sebelah kanan defansyah .
" gw datang kesini mau ngasih tau kalau tugas yang lo suruh kemarin udah gw kerjain " ucap adit
" ok thanks . sekarang gw udah naikin gaji lo " ucap defansyah .
" ya. hey defan gw penasaran kenapa kemarin lo suruh gw buat ngehancurin perusahaan keluarga panser ?. terus apa yang mereka lakuin sampai ngebuat lo marah besar seperti kemarin? " ucap adit dengan pertanyaan bertubi - tubi .
" adit apakah lo sekarang lagi kurang kerjaan ya . sampai lo ada kesempatan buat bergosip. apa kamu besok mau ku kirim ke prancis aja " ucaP defansyah Sambil melipat tangan di dada nya
" ampun boss.... jangan kirim gw ke prancis , gw masih betah di sini . lagian ngapasi lo ditanya gituan aja udah marah . ya allah apakah salah hamba sampai punya sahabat laki - laki sensian kaya defansyah " ucap adit sambil ngengangkat ke dua tangannya seperti orang yg sedang berdoa .
" ah lebay lo . awas gw lagi banyak kerjaan .. "lay lay lay lay lay ( anggap aja nada dering hp nya depansyah
defasyah pun langsung mengambil ponsel pintar di saku celananya . dan betapa senangnya defansyah setelah melihat nama orang yang menelpon dirinya itu . bahkan saking senangnya tanpa sadar defansyah memuncul kan senyuman indah di bibirnya .Tanpa tunggu lama ia pun langsung menekan tombol hijau di ponsel nya itu
Sedangkan sahabat yang berada di samping kanan defansyah hanya bisa mengucek - ngucek matanya sendiri melihat sang bos nya tersenyum .
" ya sibuk . sibuk telponan sama istri " celetuk adit dan mendapat balasan tatapan tajam oleh defansyah .
" halo assalamualaikum defan " ucap refflina
" waalaikum salam ada apa sayang ku ..."
__ADS_1
" apaan si ... 😽"
" ekhem defan , aku mau ngomong emmmmmmmm"
sepertinya ada yang penting deh sampai reffa ngomong nya gugup kaya gitu atau terjadi seuatu sama reffa . pikir defansyah
" iya ada apa sayang , kenapa ngomongnya gugup kaya gitu . kamu gak apa - apa kan " ucap defansyah cemas
" gak aku gak apa - apa kok . gini... aku mau ngomong teman aku kasih, hani sama yg lain mau ke rumah "
" terus ..." ucap defansyah
" ya . aku minta izin apa mereka boleh main ke rumah atau jangan " ucap refflina dengan nada ragu
" huhahahahaa.. kamu ngomong kaya gitu doang sampai bikin orang deg degan aja kalau aku pikir kamu tadi ngomong udah kaya orang lagi ngobrol sama hantu aja hahah " defan langsung ketawa setelah mendengar pertanyaan sang istri
" dih malah ketawa . aku kan beneran nanya ke kamu bukan lagi bercanda . jadi boleh atau gak defan" ucap reffa dengan nada kesal karena dia di tertawai
" iya pasti boleh lah lagian cuma main kan ,oh ya kamu udah minum obat belum ? Terus kamu udah makan belum ? "
"Ya aku udah ngelakuin itu semua .yaudah aku siap dulu bentar lagi mereka datang " gw pun langsung menekan tombol merah . Ya kalian pati tau lah kenapa gw buru -buru ngomong sama dia .
Tak lama kemudian ada suara gaduh di luar sana . Gw pun penasaran dan langsung keluar kamar untuk melihat apa yang sedang terjadi di luar sana .
Tapi baru saja gw keluar satu langkah dari luar kamar tiba - tiba ada 2 orang yang langsung memeluk gw dengan erat dan jujur pada saat itu gw lumayan terkejut .
"Maaf kalian siapa ya . Kok tiba -tiba langsung meluk gw tanpa sebab " ucap gw masih dalam pelukan mereka .
" ya ampun refflina ananda regina baru aja 1 hari gak masuk sekolah . Lo sampai lupa sama sahabat lo sendiri " ucap hani yang langsung menjitak kepala gw .
"Betul hani . Dia tega banget sampai lupa sama kita sedih gw huhuhu" ucap kasih sambik berpura - pura seperti gaya orang sedang menangis .
__ADS_1
" oh ternyata kalian . Maaf gw tadi gak kenal sama suara kalian , tapi sebenarnya itu salah kalian sendiri tadi orang baru keluar langsung di seruput aja " disana gw lihat yang satu si hani cemberut , yang satu lagi si kasih lagi ngucek - ngucek mata .
" hahah ya maaf . O ya ref bagaimana keadaan kamu sekarang ? " tanya kasih .
"Alhamdulillah kas aku udah lumayan sehat lah walaupun tadi pagi sempat pusing " ucap gw .
"Maaf non , tadi saya suruh mereka tunggu di ruang tamu tapi mereka ber tiga malah langsung nerobos masuk setelah tau ini rumah nya nona " ucap bi anik sambil menundukan kepala nya .
"Oh ya gak apa bi . Lagian mereka shabat aku ko "
"Yaudah kalo gitu bibi lanjut kerja lagi ya" bi ani pun langsung meninggal kan mereka ber tiga
"Tunggu kalian datang berempat ? Terus 1 orang laginya siapa "tanya gw ke mereka dengan wajah terheran - heran
"Gini ref gw mau jelasin ke lo. Sebenernya ,tadi gw ketemu wildan di toko makanan kesukaan lo . Terus , dia tanya makanan yang kita bawa itu buat siapa . Tadinya gw mau bohong ke dia cuman...... karena ni mulut gak bisa di ajak kompromi jadinya gw keceplosan dan ngomong ke dia kalo makanan ini kita beli buat lo ".ucap hani sambil menggigit bibir bawahnya sendiri . Itulah ciri khas hani kalo dia mempunyai kesalahan .
" terus setelah dia tahu kalo makanan ini buat lo. Dia langsung maksa kita untuk bawa mereka ke rumah lo . Terus seinget gw dia sempat bilang mau ngomongin sesuatu ke lo "omongan hani yang tadi itu di lanjutkan oleh kasih
"Jadi maafin kita ya ref ." Ucap hani dan kasih berbarengan .
"Gw tahu perasaan lo bagaimana ref . Setelah di sakiti oleh wildan . Tapi mau bagaimana lagi kami berdua tepaksa bawa dia " kasuh dan hani langsung memeluk gw mungkin mereka tahu kalo sekarang sedang menahan rasa sakit yang terpendam di lubuk hati gw karena wildan . Tanpa terasa air mata gw sudah mulai membasahi pipi gw.
"Gw harus kuat mungkin ini cobaan yang telah di berikan allah buat gw , lagian gw harus nangisin laki -laki kaya dia " ucap gw di dalam hati seolah kata - kata itu telah menjadi matra buat gw supaya gw menjadi lebih tenang .
Gw pun langsung menghapus air mata yang tadi sempat membanjiri pipi gw . Dan setelah suasana hati gw sudah mulai membaik gw pun mencoba melepaskan pelukan kasih dan hani dari tubuh gw .
" yaudah kasih hani ayo kita turun gak enak ngobrol sambil berdiri .oh ya terus si wildan itu sekarang di mana ? "Ucap gw dengan raut wajah tersenyum , gw gak mau buat mereka sedih .
"Tadi wildan bilang dia tunggu di bawah tapi gak tau di mana "ucap hani
"O yaudah ayo my best frend kita turun sekarang . Kita bagi tugas Kalian cari wildan habis itu kita makan sedangkan aku siapin makanan buat kalian . Gw tau perut karung kalian pasti lagi kosong melompongkan hahaha " ucap gw
__ADS_1
"Enak aja perut kita di sebut perut karung awas lo ya "ucap hani sambil mengacak -ngacak rambut gw . Dan kami pun tertawa bersama , setelah itu kami pun pergi mengerjakan tugas nya masing - masing .
Di sisi lain seorang pembantu yaitu bi ani sedang menelpon bos nya yaitu defansyah