Istri Kecilku Yang Pemberani

Istri Kecilku Yang Pemberani
episode 24


__ADS_3

sekitar jam 1 an . defan dan refflina pun berangkat dari rumah . di dalam mobil seperti biasa mereka berbincang - bincang dan bercanda .


"defan , aku senang banget sekarang kita bisa keluar bareng kaya pasangan yang lain "ucap refflina di sela -sela pembicaraan mereka sambil menunjukan senyuman imut berlesung pipi khas refflina


"ah masa ? "ucap defan


"iya bener , kamu gak percaya ?" tanya refflina


"ya aku percaya si "ucap defan sambil mengelus puncuk kepala refflina


" lah terus terus kenapa kamu tadi nanya ?" ucap refflina


"udah omongan tadi gak usah di pikirin "ucap defan


" nggak mau , kamu harus jawab sekarang "ucap refflina dengan bibir sedikit di majukan


"hahaha , sampai segitu penasarannya kamu . tadi aku cuma nggk percaya kamu ngomong kaya gitu . habis biasanya kamu marah -marah mulu sama aku "ucap defansyah sambil mencubit pipi refflina


"aw sakit defan , tapi apakah bener ya aku suka ngomel - ngomel sama kamu " ucap refflina sembari memegangi pipinya yang tadi di cubit defansyah .


"ya bisa di bilang kaya gitu si πŸ˜…"ucap defansyah


"o , yaudah maafin aku ya selalu ngomelin kamu tanpa alasan !πŸ˜ͺ" ucap refflina dengan raut wajah agak sedih .


" dih , kenapa kamu jadi sedih ,aku kan cuma bercanda . aku tau kok kamu pasti pΓΉnya alasan kalo semisalnya kamu marah, jadi senyumlah "ucap defan sambil mengelus pipi refflina dan tatapan masih berfokus ke jalan


"πŸ˜…πŸ˜Š makasih 😊😊😊" ucap.refflina


criiiiiiiiittttttt


entah kenapa tiba - tiba mobil defan mengerem dadakan


"sayang kamu gak apa -apakan "ucap defan sambil mengelus kepala refflina yang sempat ia lihat tadi terjeduk ke air bag mobil .

__ADS_1


"gak aku cuma sedikit pusing doang "


"dan defan kamu gak apa - apakan kan ? "ucap refflina


"alhamdulillah gak apa -apa . yaudah kita lanjutin perjalanannya "ucap defansyah dan mulai melajukan mobilnya


" kamu tadi kenapa defan ?" ucap refflina


"biasa tadi ada orang yang nyelip lewat sebelah kiri , masih untung tuh orang gak keserempet mobil kita tapi...." ucap defan dengan santai dan tiba - tiba ekspresi wajahnya berubah menjadi cemas pada saat defan menggantungkan kata tapi dan itu membuat refflina penasaran


"tapi kenapa ? " ucal refflina penasaran


"entah kenapa reffa , aku tiba -tiba mencemaskan kondisi momy ku πŸ˜ͺ"ucap defan


"oh gitu . dari pada kamu cemas coba kamu telepon momy mu " ucap refflina


"ok kalo begitu "ucap defan sambil mengambil hp nya di dalam box mobil dan defan mulai mengetik nama momy. Namun , tiba - tiba refflina merampas hp milik defan


"biar aku yang nelepon momy kamu . kamu fokus nyetir aja dan ntar aku nyalain deh volume siaranya supaya kamun gak cemas " ucap refflina yang kangsung memotong omongan defan


baru saja refflina ingin menekan kata "hubungi "tiba - tiba ada seseorang bernama radika yang menelpon ke no hp defan . tanpa tunggu lama refflina pun menjawab telepon itu dan menyalakan volumenya sehingga terdengar oleh defan


" defan , cepat ke rumah sakit love momy kamu mengalami kecelakaan "ucap pria itu tanpa mengucapkan salam .


criiiiiit . lagi -lagi mobil defan mengerem dadakan dan mendapat tlaksonan dan hujatan dari para pemilik mobil yg lain


"apa momy kecelakaan , hah gimana ini "ucap defan dengan ekspresi cemas dan mulai memutar balik kan mobil nya dengan kecepatan lumayan tinggi ke rumah sakit yang di sebutkan oleh pria yang bernama Randika


"defan pelan - pelan jangan ugal -ugalan kaya gini ."ucap refflina jujur dia ingin bicara kalo dia takut akan ketinggian dan kecepatan mobil apa lagi sekarang refflina mulai merasa mual . Namun ia mencoba menahan itu , refflina takut defan menjadi cemas karenanya


sekitar 40 menit akhirnya kami pun sampai di rumah sakit love


" sayang kamu kenapa , kok mukamu pucat kaya ginì " pikiran defan pun terpecah menjadi 2 di satu sisi dia khawatir dengan kondisi momynya dan di sisi lain ia juga khawatir dengan kondisi refflina yang pucat dan mulai tak sadarkan diri . tanpa **** bu akhirnya defan pergi ke dalam rumah sakit sembari menggendong tubuh refflina dan meminta suster untuk memeriksa keadaan refflina.

__ADS_1


"halo Randika momy gw berada di ruang mana " ucap defansyah dari balik telepon


"di ruang VIP no 3 "ucap randika


"ok gw kesana sekitar 5 menit " ucap defan dan pergi kw ruangan itu


"momy gimana kondisinya " ucap defansyah


" kondisinya mulai membaik setelah di periksa dokter . momy kamu sekarang sedang pingsan jadi jangan khawatir "ucap randika


"oh syukurlah , momy tadi kecelakaan apa ?" tanya defansyah


"sebenarnya dia tadi kepeleset di toilet dan kepalanya sedikit terbentur "ucap randika


"owh "ucap defan


"def . gw mau tanya cewe yang jawab telepon gw tadi siapa ? pacar lo atau "ucapan randika tiba - tiba langsung di potong oleh defansyah


"astagdirullah gw lupa !"ucap defan sambil memukul pelang jidatnya sendiri dan langsung pergi meninggalkan randika yang sedang kebingungan .


di sebuah ruangan nampak refflina sedang terduduk di atas tempat tidur . kondisinya sekarang lemas karena dia baru saja mengeluarkan seisi perutnya.


"assalamuaalaikum"ucap defan yang mulai memasuki ruangan itu


"waalaikumsalam "ucap refflina dan dokter


" gimana kondisi reffa sekarang dok ? terus reffa kena penyakit apa ? terus dia tidak harus di operasi kan dok ? " ucap defansyah dengan pertanyaan bertubi -tubi


"kondisi Ny refflina sekarang hanya lemas karena dia tadi muntah -muntah dan penyakitnya hanya mabuk perjalanan saja pak defan "ucao dokter tersebut .


"oh gitu terimakasih dok "ucap defan


"sama -sama . saya pamit mau ke ruang sebelah " ucap dokter tersebut dan pergi meninggalkan ruangan

__ADS_1


__ADS_2