
POV Defan
alasan lebih memilih mandi di kamar mandi khusus tamu itu dikarenakan aku tak mau refflina terbangun dari tidurnya akibat derasnya suara air dari kamar mandi . setelah selesai mandi ku langkahkan kaki ku menuju kamar kami berdua . oh yak , di karenakan aku masih menggunakan jubah mandi , terlebih dahulu aku mampir ke ruang ganti yang berada di kamar .
perlahan ku buka pintu ruang ganti , ku lihat refflina masih tertidur pulas di atas ranjang. " baguslah dia sudah tertidur lelap " ucap ku di dalam hati . namun di saatku mulai melangkah masuk ke dalam ruang ganti .tiba tiba ..
" def .."
" astagfirullah ada Kunti loncat loncat " ucapku secara spontan ketika mendengar suara perempuan dari arah belakang .
" enak aja . istri kamu yang baik dan cantik ini kok malah di samain sama makhluk halus jelek itu ." aku yang merasa kenal akan suara ini , lalu membalikkan tubuhku ke arah sumber suara . Disana ku lihat refflina sedang melipat kedua tangannya di depan dada . dengan sorot mata menatap tajam ke arahku .
" kok bisa dia ada di hadapanku Sekarang ? bukannya tadi dia lagi tidur di kasur ya . jangan - jangan aku lagi mengigau saja akibat kecapean dan kangen sama refflina " ucapku di dalam hati .
POV refflina
aku merasa aneh dengan suamiku ini, mengapa dia menatapku dari ujung kaki sampai ujung kepala.apa ada sesuatu di tubuh atau muka aku ya atau mungkin masker yang kupakai tadi sore belum kubilas, tapi perasaan udah dicuci deh.
'' Defan kamu ini kenapa. hai Defan''kulambaikan tanganku di hadapan wajahnya.
''ini betulan reflina kan? bukan sosok halus yang menyerupainya ?''
aku sedikit meringis kesakitan dikala defansyah mencubit keras kedua pipiku " ini aku Dev .astagfirullahhala'jim kayaknya selama ini kerjaan kamu di kantor itu nonton film horor ya?.
__ADS_1
''oh ini refflina beneran ya. '' ucap Defan lalu di lepaskan lah cubitannya dari pipiku.
''kamu duduk sini !! '' ku tepukan lengan ku di atas tempat tidur yang ku duduki.
'' tapi... aku belum pake baju '' ucapnya dengan wajah polos .
''yasudah pakai dulu bajumu '' setelah itu defan pun berjalan masuk ke dalam ruang ganti .
2 menit kemudian akhirnya Devan keluar dari ruang ganti ,dengan memakai piyama warna hitam yang sama dengan baju tidur yang sedang aku gunakan sekarang.
setelah defan duduk di sampingku . tanpa tunggu lama aku pun langsung membuka obrolan.
" maaf kan aku karena telah melukai hati kamu def '' ucapku sembari menundukkan sedikit kepalaku . hingga hanya lantai lah yang dapat ku lihat .
''yaa , aku baru tersadar kalau omonganku seminggu yang lalu sempat melukai hati kamu def . aku bukan malu karena aku menikah dengan lelaki yang 4 tahun lebih tua dariku. hanya saja .... aku tak mau jika teman ku tahu kalau aku telah menikah , di saat aku masih duduk di bangku sekolah tingkat SMA . apalagi katanya kalau seorang murid telah menikah mereka akan dikeluarkan dari sekolah, sedangkan aku , masih mau belajar dan melanjutkan sekolah ku hingga perguruan tinggi . lalu aku juga bermimpi ingin mengelola dan mengembangkan perusahaan kedua orangtuaku kelak .''
'' oh... Aku juga mau minta maaf reff . mungkin aku terlalu egois dan posesif , sampai-sampai aku lupa dan tidak peduli akan pergaulanmu di lingkungan sekolah kelak . tapi ,aku ada sedikit meluruskan beberapa kalimat yang kamu ucapkan tadi. jadi peraturan yang kamu ucapkan tadi itu sebenarnya tidak salah , hanya saja peraturan itu digunakan hanya untuk murid yang bersekolah di sekolah negeri . namun peraturan itu belum tentu dipergunakan di sekolah swasta . seperti sekolah kita ini , sekolah nagare memperbolehkan murid yang sudah menikah untuk belajar disana tapi dengan satu syarat murid perempuan ( murid yang telah menikah muda ) itu tidak dalam keadaan hamil dan tidak melakukan hal-hal yang tidak senonoh di lingkungan sekolah jadi kamu sudah paham kan sayang ? '' aku hanya menganggukkan kepalaku . ada rasa tenang ketika mendengar ucapan defan tadi.
''baik aku mengerti . sebenarnya , kalau pun peraturan sekolah nagare sama dengan sekolah negeri. aku akan tetap berniat memberi tahu teman-temanku, kalau aku ini sudah menikah dengan pria tampan yang sekarang menjadi kepala sekolah sementara mereka . meskipun mungkin nantinya mereka akan berpikir negatif padaku , Dan mungkin guru disana akan mengeluarkan ku dari sekolah atau mungkin aku akan... '' satu telunjuk milik defansyah menyentuh bibirku . sehingga membuatku terdiam .
''ssssstt ..itu tidak akan mungkin terjadi padamu . karena aku ,akan selalu melindungimu sekuat tenaga ku . aku nggak bakal ngebiarin orang lain mem-bully atau bersikap kasar pada wanita ku. jika itu terjadi aku akan membalas dua kali lipat atau berpuluh-puluh kali lipat kelakuan dan perbuatan mereka kepadamu . '' aku sempat tercengang mendengar ucapan Defan barusan tetapi di saat bersamaan aku merasa nyaman dan aman ketika mendengar ucapan Defan tersebut.
'' reffa , kenapa kamu diam aja . apa aku ada salah bicara barusan . atau aku kurang berat memberi hukuman kepada orang yang akan mencelakaimu kelak ?" aku pun tersenyum lalu menggeleng kan kepalaku .
__ADS_1
'' ucapan defan barusan nggak salah kok . tapi bener ya kamu bakal buktiin ucapan kamu yang tadi itu ''
'' tentu saja . setiap ucapan atau janji yang keluar dari mulut aku ini bakal aku buktiin . kalau semisalkan aku berbohong sama kamu , kamu boleh membunuhku dengan belati ini . '' ntah dari mana pisau belati itu berasal . yang jelas belati itu sekarang sudah berada di genggaman tangan Defansyah . dan itu sempat membuatku kaget dan sedikit takut "
'' belati dari mana itu ? kenapa sampai bisa ada di kamar kita ?''
'' pisau ini milik aku dan kamu . aku memang sengaja menyimpannya di kamar ini dan ku simpan di sisi tempat tidur . untuk berjaga-jaga jika ada perampok atau mungkin pembunuh bayaran yang masuk ke rumah '' ucap defan dengan santai nya .
'' kalau pun kamu berbohong , aku nggak bakal sanggup membunuh orang yang aku cintai . oh ya ngomong - ngomong belati ini terlihat sangat indah ,'' tanpa sadar aku pun mengelus lembut sarung belati itu .
'' kamu mau megang ? " aku pun menggelengkan kepala .
"nanti saja deh . lebih baik kamu simpan . lagian udah malam juga aku udah ngantuk nih . def sekarang kita baikan kan ? " lalu ku ulurkan jari kelingking ku
defan pun tersenyum '' kamu ini seperti anak kecil saja . tapi nggak apa deh . sekarang kita baikan '' setelah itu defan menautkan jari kelingking tangannya ke tanganku ku.
kami berdua pun membaringkan tubuh kami di atas kasur . ku peluk erat tubuh defan, begitu juga sebalik nya . defan juga memeluk tubuhku .
" janji ya kalau ada masalah di rumah tangga kita . kita harus selesaikan bersama '' ucapku
'' iya ,aku janji . tidurlah '' lalu defan mengelus lembut rambut ku . tak lama rasa kantuk mulai menghampiri kami berdua . akhirnya kami pun terlelap dalam tidur.
__ADS_1