
Di sisi lain seorang pembantu yaitu bi anisedangg menelepon bosnya yaitu Defansyah .
"assalamualaikum., halo tuan muda , maaf mengganggu tuan muda bekerja . bibi mau kasih tau sama tuan muda kalo teman -temannya nona refflina sekarang sedang ada di rumah "ucap bi ani
"ya bi , barusan reffa sudah memberitahu saya kalau hari ini temannya akan datang ke rumah "ucal defansyah .
" baiklah tuan muda jika tuan muda sudah tahu tapi , saya ingin memberitahukan 1 hal lagi ke tuan muda " ucap bi ani .
"hal apa bi ? " tanya defansyah
" begini tadi bibi sempat lihat nona refflina menangis di depan pintu kamarnya tuan muda . " ucap bi ani
" kok bisa nangis sih . emang ada apa " ucap defansyah yang mulai cemas .
" saya kurang tau tuan muda ,yang saya tahu pada saat saya berbicara bahwa yangdatang ke rumah ada 3 orang . nona langsung terlihat terkejut dan... " belum selesai bi ani berbicara tiba - tiba defansyah menyela pembicaraannya bi ani .
" udah ntar kita lanjutin nanti aja ok bi. bibi sekarang lihat aja kondisi reffa bagaimana , dan dia sedang apa . " lalu defansyah pun menutup telepon nya tanpa mendengarkan jawaban dari bi ani .
pov defansyah
sekarang gw sedang ada di sebuah toko makanan . gw emang sengaja datang ke sini setelah pulang dari kantor, karena gw dengar kalo toko ini menjual kue yang sangat enak dan juga memiliki bentuk yang lucu . tanpa pikir panjang gw langsung memilah milih makanan yang ada di toko ini tanpa waktu lama mata gw tertuju pada sebuah kue cake yang berbentuk lucu dan imut . gw pun meminta pelayan untuk segera membungkusnya . lalu gw pergi ke tempat kasir dan membayar menggunakan kartu atm .setelah selesai membayar gw pun langsung keluar sembari menjinjing sebuah tas berisikan kue itu .
semoga reffa suka dengan kue ini 😊 ucap defan di dalam hati dengan nada senang
tiba -tiba hp defan pun berdering
lay lay lay(anggap aja suara nada dering ho milik depan )
gw pun langsung mengambil ponsel pintar yang ada di saku celana gw .
"siapa si yang nelpon , ganggu aja ni orang " ucap defansyah sembari melihat nama seseorang yang meneleponnya .
__ADS_1
" bi ani ?tumben bi ani nelpon gw ato jangan - jangan terjadi sesuatu sama reffa " pikir defan dan langsung memencet tombol hijau yg ada di layar ponselnya .
skipp
setelah mendengar apa yang di katakan bi ani tadi . gw pun langsung melajukan mobil sport gw dengan kecepatan agak tinggi . lalu gw pun menelpon ke salah satu body guard gw yang sedang berjaga di depan pintu rumah.
"halo kalian bagaimana si menjaga rumah nya . kok bisa nona kalian sampai nangis gara - gara orang lain . sekarang kalian coba cek keadaan reffa sekarang jangan sampai terjadi sesuatu sama dia . jika terjadi sesuatu kepada reffa kalian tau akibatnya bukan ! nyawa kalian jadi taruhannya " setelah berbicara itu defansyah langsung menutup teleponnya . sekarang hati defansyah sedang bercampur amarah dan juga cemas .ia takut terjadi sesuatu kepada istri tercintanya
" huh tenang defan . bentar lagi kita sampai kok . untung ni toko kue gak terlalu jauh dari rumah " ucap defansyah menenangkan hatinya
tak lama kemudian mobil sport defansyah memasuki gerbang dan di sambut oleh 5 body guard nya .
" kalian kenapa di sini . bagaiamana keadaan reffa sekarang " ucap defansyah yang mulai kesal ketika bodygruad nya telihat tenang menyambut dirinya sedangkan defansyah sendiri tidak terlihat tenang .
" tenang tuan , tidak terjadi sesuatu pada nona refflina " ucap salah satu body guardnya .
" tenang mata mu . lalu kenapa istri gw sampe nangis "
" ok "
lalu defasyah pun pergi ke ruang tamu dan di antar oleh body guardnya . betapa leganya defansyah pada saat melihat reffa sedang tertawa bersama teman -temannya .
"ok kerja yang bagus . nyawa kamu sekarang selamat , silakan lanjut perkerjaan kamu " ucap defansyah sembari menepuk salah satu pundak pria bejas hitam itu .
lalu defasyah pun menghampiri reffa dan memeluk tubuh mungil milik wanita kesayangannya ini . sembari berkata "aku benar - benar sangat mencemaskan mu sayang ku . untung tidak terjadi sesuatu kepada mu "
refflina yang mendapat kan pelukan itu hanya bisa berdiam diri seperti batu dan wajah refflina nampak memerah . begitu juga dengan sahabat -sahabat nya refflina yang awal mulanya tertawa menjadi terdiam dan bahkan salah satu dari mereka menutup mulutnya sendiri seperti orang yang terkejut .
"defan . apa yang sedang kamu lakukan ? lo tau kan sekarang kita sedang di perhatikan oleh mereka . jadi tolong lepasin gw sekarang " ucap refflina berbisik dan juga sambil memberontak mencoba melepaskan pelukan defansyah dari tubuh nya . namun hasilnya nihil seberapa kuat nya refflina memberontak .kekuatan itu tidak sebanding dengan kekuatan defan .
__ADS_1
"berhentilah memberontak sayang . karena sampai kapan pun kamu tidak akan bisa lepas dari pelukan ku . jadi tolong diam lah sejenak atau kau boleh angap ini sebagai hukuman karena telah membuatku cemas dan marah ." ucap defasyah sambil mempererat pelukannya ke tubuhnya reffa.
" tapi defan gw malu . lo tolong ngertiin gw dong ! kali ini saja please " ucap refflina sambil menjukan muka polos dan senyuman yang imut . ceritanya tuh lagi ngebujuk nih si refflina tuh
" ya ampun gw kok punya istri imut banget si . rasa nya gw mau cubit tuh pipi , kalo gini terus gw jadi gak mau lepas dari dia . tapi sabar def lo kan cowo tampan dan baik jadi lo harus ngertiin istri lo yang so cute ini "ucap defansyah kepada dirinya sendiri
" untung lo punya suami super baik dan tampan kaya gw . jadi , ok deh gw lepason sekarang. " ucap defansyah sambil mengangkat sedikit kepalanya ke atas
" dih kok gw bisa ya. gw punya suami super narsis kaya lo, gw punya salah apa ya sampai bisa ketemu sama orang kaya lo " ucap refflina setelah pelukan defasyah terlepas dari tubuhnya. dan sekarang ia sedang berjalan menuju ke tempat duduk kasih dan hani . namun tiba - tiba ada sesuatu tangan yang sedang menarik pergelangan tangan refflina dan akibat tarikan itu tubuhnya menjadi oleng
"aaaaaa..... " teriak reflina sambil menutup matanya
" bokong gw sepertinya bakalan mendarat ke lantai yang keras ini deh . nih ya gw bakalan itung 1 2 3 " pikir reflina di dalam hatinya pada saat ia hampir terjatuh
" eh tapi kok gw gak ngerasa sakit ya dan bahkan gw sekarang ngerasa kalo tubuh gw ini sedang terbang . atau jangan - jangan gw berubah jadi peri atau juga sekarang gw udah mati " refflina pun bergidik ngeri setelah memikirkan kata mati. oh ya sekarang refflina tuh masih sedang menutup mata nya sendiri ya
perlahan refflina mulai membuka kedua matanya dan pada saat ia membuka mata wajah yang pertama kali ia lihat ada defansyah .
" halo sayang, kenapa tubuhmu gemetaran begini " ucap defansyah sambil menunjukan senyum jahilnya kepada refflina . namun , omongan defansyah tadi sama sekali tak di hiraukan oleh refflina . malahan sekarang ia sedang melihat ke arah sahabatnya dan juga ke bawah lantai
merasa omongan nya tadi tak di hiraukan oleh refflina .tiba - tiba rahang defasyah pun mengeras .
" gila gw di kacangin sama istri gw sendiri . ini pertama kali nya gw ngomong tidak di ladeni oleh orang lain . sekarang gw di kacangin sama istri gw ,sekarang di mana harga diri gw . sepertinya gw terlalu baik pada mu sayang. sekarang kamu harus di hukum " ucap defansyah didalam hatinya
tiba - tiba defansyah pergi berjalan ke sebuah sofa sembari mengegendong tubuh refflina .
di sisi lain sekrang refflina baru menyadari bahwa sekarang dia sedang di gendong oleh defansyah .
" defan turuninn gw sekarang . defan turunin gw sekarang .." teriak refflina sambil memukuli dada bidang milik defansyah .
namun teriakan dan pukulan itu tak di hiraukan oleh defan dan pada akhirnya ia menduduki sebuah sofa .
__ADS_1
" defan turunin gw ,woy budeg lo gak dengar ya gw bilang turunin gw sekarang kalo enggak gw ..." belum.selesai refflina berbicara tiba - tiba ada sebuah benda kenyal menempel di bibirnya awal nya reflina melawan dan mencoba melepaskan ciuman itu . namun leher refflina di tahan oleh defansyah dan pada akhirnya ia pasrah . setelah merasa menang akhirnya defansyah melepas ciumannya itu .