
pagi pun telah tiba . defan dan reffa sekarang sedang berada di ruang makan . mereka berdua fokus menyantap sarapan pagi mereka , sehingga hanya terdengar suara dentingan antara sendok dan piring .
" def ? " panggil reffa . yang sekarang sudah menyelesaikan sarapan nya .
merasa namanya di panggil . defan pun menatap wajah reffa " ya , kenapa sayang ?"
" sekarang defan lembur lagi gak ? ".
defan menggelengkan kepalanya " sekarang aku udah gak lembur . semua berkas sudah ku selesaikan kemarin "
" oo , ngomong - ngomong ada apa dengan mata kamu . kenapa bisa sampai ada lingkaran hitam di sana , ' refflina menatap mata defan secara rinci.
" benarkah ?" defan menaikan sebelah alis nya
reffa mengganggu kan kepalanya " yups , sekarang kamu terlihat seperti panda " lalu reffa meminum segelas susu di depan nya .
" ah ini semua gara - gara kamu . kenapa kamu tidak memberiku jatah kemarin . di tambah kamu tidur sambil memeluk ku . betapa kejamnya semalam kamu ref " .
"ukhuk ukhuk " ketika mendengar ucapan defan tadi . reffa yang sedang minum itu tersedak , akibat terkejut .
__ADS_1
" def ayo antar aku ke sekolah udah telat nih " reffa bangkit dari duduk nya lalu menggandeng tas di punggungnya.
" kamu sedang mengganti topik pembicaraan ya refflina ku sayang . lihat sekarang masih jam 06 ,45, sedangkan waktu sekolah masuk saja jam 08.00" ucap defan sambil melirik jam di tangannya .
" hhahah π π π , kamu tau aja " ucap reffa sembari tertawa tak jelas .
" gimana kalau kita lakukan sekarang ??" defan pun berjalan menghampiri refflina .
" oh iya hari ini bagian aku piket . defan kamu mau nganterin aku sekarang atau nggak . kalau nggk biar aku minta pak Rudi antar aku ke sekolah . aku tunggu di luar ya def da dah " lalu secepat kilat refflina berlari ke luar rumah .
" hah cari alasan lagi " ucap defan menghembuskan nafas kasar . dengan berat hati kaki defan melangkah keluar rumah mengejar sang istri .
murid - murid XII MIPA c sekarang sedang menatap malas tulisan yang berada di papan tulis . tulisan itu berupa rumus - rumus matematika yang sekarang sedang di jelas kan oleh Bu Pisa .
" apa kalian sudah paham ?" ucap Bu Pisa ketika berada di titik akhir penjelasan yaitu sesi tanya jawab .
" sudah Bu...." Dengan mengucap seperti itu . murid - murid berharap agar Bu Pisa segera berhenti menjelaskan rumus - rumus matematika. yang menurut mereka sangat memusingkan .
" baguslah kalau kalian paham , karena 2 menit lagi , kelas matematika akan segera habis maka pembelajaran kita akhiri sampai di sini "
__ADS_1
mendengar itu murid - murid pun bersorak gembira . akhir yang mereka tunggu- tunggu akan segera terjadi . namun , rasa senang itu hilang dalam sekejap mata ,ketika Bu Pisa berbicara beberapa patah kata .
" ets jangan terlalu senang kalian semua . karena ibu akan memberikan kalian 10 soal matematika untuk kalian kerjakan di rumah . soal itu berisi pembelajaran yang ibu jelaskan tadi . jadi... selamat mengerjakan murid murid ku yang tampan dan cantik π" lalu Bu pia mulai menulis soal itu di papan tulis di ikuti oleh para muridnya.
πΊπΊπΊπΊπΊπΊ
di sebuah penjara , terdapat seorang wanita yang sedang termenung di balik jeruji besi . di dalam hati wanita itu masih tersirat rasa benci dan dendam
" ini semua , gara - gara gadis itu . hingga membuat aku harus mendekam di tempat yang kumuh ini .udah gitu banyak nyamuk lagi , awas aja aku akan membalaskan dendam ini refflina " ucap meli sambil memukul lantai penjara .
tak lama seorang polwan menghampiri sel tahanan yang meli tempati . polwan itu berkata " tersangka meli !"
mendengar namanya di panggil , dengan perasaan senang meli menghampiri sang polwan. dirinya pikir , polwan itu akan membawa kabar bahagia baginya seperti di bebaskan dari penjara ini .
" saya meli Bu , apakah hari ini saya akan di bebaskan ?" ucap meli .
" sayangnya tidak . saya memanggil anda bukan untuk membebaskan Anda dari sel tahanan ini. akan tetapi saya hanya ingin menyampaikan bahwa ada pihak rumah sakit menelepon Anda . jadi silahkan keluar " polwan itu membukakan pintu sel untuk meli
" rumah sakit ? kenapa pihak rumah sakit menelepon saya ? apa gak salah sambung Bu ?" karena tak percaya meli bertanya kembali kepada polwan itu
__ADS_1
"tidak , telepon ini memang untuk anda . jadi silahkan " lalu sang polwan memberikan telepon genggam ke meli . dalam keadaan bingung meli pun menerima telepon itu ." halo iya saya meli , apa adik saya kecelakaan dan kekurangan darah ini gak mungkin " seketika kaki meli terasa lemas dan akhirnya dirinya terduduk sambil menangis