Istri Lima Ratus Juta (S1) :Terpaksa Menikah

Istri Lima Ratus Juta (S1) :Terpaksa Menikah
#22


__ADS_3

"Hmm- Maafkan aku, Bang." Indira tiba-tiba tersadar akan kesalahan sikapnya. Ia bangun dari pundak Bang Ridwan. Dan menyeka kembali sisa air mata yang masih tertinggal di pipi.


"Aku juga minta maaf, Rin. Aku nggak bermaksud kurang ajar padamu." Bang Ridwan jadi salah tingkah. Indira tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Rasa ini tak boleh ada. Kalau saja Bang Anggara tahu maka habislah semua, pikir Bang Ridwan dalam hati.


Hari kian sore. Suara rintik hujan di luar sana kini tak lagi terdengar. Indira dan Bang Ridwan mencoba membenamkan perasaannya masing-masing. Terlebih Bang Ridwan yang sudah ditinggalkan Kak Ipeh untuk selamanya.


Hasratnya untuk mencintai wanita lain tetaplah ada karena ia manusia yang normal. Namun bila hasrat itu jatuh pada wanita yang salah bukan kah seharus nya di segera menepis nya bukan nya membiarkan hatinya menyemai cinta pada lahan yang bukan miliknya.


Terkadang sempat terpikir oleh Ridwan, mungkinkah diri nya dan Indira memiliki sebuah perasaan yang sama?

__ADS_1


Tapi secepat kilat bang Ridwan meyakinkan hati nya kalau hal itu tidak lah mungkin terjadi karena Indira telah menutup hatinya untuk siapa pun.


Bang Ridwan juga tahu kalau perasaan yang di miliki oleh Indira kini semakin dingin karena perlakuan kasar yang selalu diterimanya dari Bang Anggara.


Seolah kini tidak ada lagi  cinta di hatinya.Rasa yang di namai cinta itu sudah mati sejak indira menikah dengan Bang Anggara dan Dikta meninggalkannya. Dingin dan semakin membeku  di hatinya.


****


Hari ini sama seperti hari - hari lain nya. Hujan rintik masih kerap turun silih berganti.  Namun ada satu hal yang berbeda di kala sore itu. Satu dari sejuta mimpi yang dahulu pernah ada di benak Indira saat dia masih berpacaran dengan Dikta.

__ADS_1


Indira bermimpi bercinta dengan Dikta. sebuah impian yang terlarang bagi seorang istri seperti dirinya. Tapi mimpi itu begitu merasuk jiwanya. Terasa sangat nyata. Mungkin hal ini karena jauh di dalam lubuk hati Indira diri nya masih berharap Dikta datang dan menjemput diri nya. Membawa nya lari dari segala semua mimpi buruk kehidupan ini.


"Kau sudah bangun Indira?" sebuah tangan mengelus lembut pipi Indira.


Indira yang masih dalam keadaan sadar dan tidak sadar bergumam dalam hati nya." Apa ini bukan mimpi? benar kah aku tadi-" Indira sendiri seolah tidak percaya jika apa yang dimimpikan nya tadi adalah sebuah kenyataan. Benar kah dia telah bercinta dengan Dikta.


"Kau tahu Indira, aku suka dengan diri mu yang sangat bersemangat dalam bercinta seperti tadi. Ya walaupun mata mu terus terpejam. Tapi respon yang kau berikan sangat berbeda." Ucap pria itu masih dengan tetap mengelus pipi Indira.


DeG!! Mata Indira langsung terbuka dan menoleh ke pria yang sedang mengelus pipi nya.

__ADS_1


"Bang Anggara? Kapan abang pulang?" Seru Indira kaget. Indira antara percaya dan tidak percaya akan apa yang di lihat nya saat ini. Suami nya yang hampir dua minggu ini tidak pulang tiba- tiba ada di hadapan nya tanpa pemberitahuan sebelum nya.


__ADS_2