Istri Lima Ratus Juta (S1) :Terpaksa Menikah

Istri Lima Ratus Juta (S1) :Terpaksa Menikah
#8


__ADS_3

Malam semakin menunjukkan pekat nya. Tangis tertahan seorang gadis terdengar jelas karena saking sepi malam kala itu. Air mata terus mengalir di kedua pipi Indira. Hati nya benar- benar sedih. No! Bukan hanya sedih! Pedih, kecewa dan sejuta rasa sesal lengkap di dalam nya.


Entah sudah untuk keberapa kali nya Indira mengubah posisi tidurnya. Buliran air mata yang mengalir di pipi nya bak tidak ada habis- habis nya, membuat mata itu sembab dan perih.


Bunyi jarum jam yang berpindah turut menemani Indira malam itu. Air mata yang membasahi seprai dan bantal telah membentuk peta- peta kepulauan.


“Kenapa ini harus terjadi pada ku Tuhan???” Ucap nya terisak dengan rasa pedih di hati nya. Rasa pedih yang tidak kunjung berkurang padahal sudah sangat lama Indira menenggelam kan diri nya dalam tangis nya.


Indira menarik nafas nya dengan dada yang bergetar. Apa yang ibu dan ayah nya n sore tadi langsung bagaikan mimpi buruk bagi Indira.


Bagaimana tidak, Indira harus berlapang dada untuk menelan pahitnya keputusan kedua orang tua nya yang secara sepihak memutuskan untuk menikah kan Indira dengan laki- laki yang tidak Indira kenal. TOLONG GARIS BAWAHI! CETAK TEBAL! CETAK MIRING! DAN KALAU PERLU KASIH LATAR!! LAKI- LAKI YANG TIDAK INDIRA CINTAI.


Padahal kedua orang tua Indira sangat tahu kalau Indira saat ini sedang dimabuk cinta. Bahkan siapa laki- laki yang Indira cinta itu, kedua orang tua nya juga tahu. Namun dengan tidak mempertimbangkan perasaan Indira, mereka tetap saja menyetujui lamaran laki- laki asing itu.


“Apa yang harus aku lakukan Tuhan?” Tangis nya dalam gelap nya malam. Dia tetap bertanya pada Tuhan padahal jauh di dalam lubuk hati nya Indira sendiri tidak percaya kalau Tuhan sekali pun bisa mengubah takdir nya. Sebab semua nya telah ada di depan mata. Ayah dan ibu nya telah menerima lamaran laki- laki secara nyata.


Sekarang yang ada hanya Indira yang terpaksa harus merelakan rasa cinta nya pada Dikta dan mengganti semua rasa cinta itu dengan rasa perih dan sakitnya sebuah perpisahan.

__ADS_1


Indira dan Dikta bukan tidak pernah berpisah. Selayak nya pasangan lain nya mereka pun kerap di landa permasalahan dalam percintaan. Mereka juga pernah merasakan putus namun tidak lama setelah nya mereka berbaikan lagi.


Hanya saja perpisahan yang akan terjadi kali ini berbeda. Di perpisahan kali ini akan sulit bagi mereka untuk kembali bersama. Sebab Indira akan di miliki oleh lelaki lain.


Sungguh ini adalah sebuah perpisahan yang paling menyakitkan dalam hubungan Indira dan Dikta, sebab perpisahan yang bukan didasari oleh kehendak hatinya atau pun Dikta.


Indira memejamkan mata nya. Bayangan kilasan peristiwa sore tadi usai dia bertemu dengan Dikta kembali bermain- main di kepala nya.


Indira ingat, saat ia pulang bersama Bocil dia melihat sebuah mobil mewah terparkir gagah di depan rumahnya.


Awal nya dia tidak tahu kalau mobil itu adalah milik dari seorang laki- laki kaya yang datang untuk melamarnya.


Tanpa kata- kata mukodimah, ibunya memaksa Indira untuk menerima lamaran itu. Sebuah lamaran yang tidak pernah masuk dalam list hal yang akan Indira alami.


Kata- kata sang ibu pun saat mengatakan hal itu pada Indira pun masih sanagt Indira ingat.


“Indira, ini nak Anggara yang akan menjadi suami mu. Ibu dan ayah sudah menerima lamaran dari nak Anggara. Besok kau dan nak Anggara akan menikah.” Ucap ibu sesingkat itu namun BooM ! Berhasil menghancurkan hidup dan perasaan Indira dalam seketika.

__ADS_1


Apalagi setelah Indira tahu bahwa ibu dan ayah menerima lamaran laki- laki yang bernama Anggra itu lantaran uang yang dikawarkan oleh laki- laki itu jauh lebih besar daripada yang Indira kata kan pada Dikta tadi. Lima ratus juta. Tentu uang segitu banyak sangat menggiurkan mata bagi ibunya. Terutama disaat pabrik ayah sedang tidak berjalan dengan normal seperti saat sekarang ini.


Bukan berarti Indira menerima begitu saja hal ini. Indira menolak mati- matian! Indira juga sempat berdebat dengan ibunya. Namun akhirnya, tentu saja seperti yang bisa terjadi pada umum nya di kisah kawin paksa! Ujung ujungnya Indira jua lah yang mengalah. Meski dengan hati yang terkoyak, Indira harus rela menerima lamaran itu.


Airmata Indira kembali jatuh! Beberapa kali dada nya terasa sesak karena ia hampir kehabisan napas menahan tangis nya.


Keesokan pagi nya, Indira bangun dengan semangat yang sudah jelas memudar. Mata nya yang bengkak adalah bukti bahwa tadi malam tidak ada satu detik pun yang terlewatkan tanpa tangisan pilu nya.


Indira duduk di tepi tempat tidur nya.


"Bu.... Kenapa Ibu setega itu menjual DIra?!! Apa Indira ini bukan anak ibu! Kenapa bu! Kenapa!!!!!!!!! " isaknya dalam pilu. Namun, tentu saja tak ada yang mendengar. Jangan tanya apakah ibu Indira sedang mengkhawatirkan Indira saat ini! NO!! Saat ini, ibu Indira sedang sibuk mencairkan cek senilai lima ratus juta ke bank.


Dia seolah tidak peduli dan meninggalkan Indira dengan beban nya sendiri.


Hari pun akhir nya berganti siang, tapi Indira tidak kunjung keluar dari kamar nya. Dan karena merasa sedikit khawatir sang ibu pun datang ke dalam kamar Indira.


“Kamu itu kenapa sih Ndira? Harus nya kamu itu bahagia! Nak Anggara itu kaya raya! Apapun bisa dia berikan pada mu! Kau mau bulan? Kau mau bintang? Atau kau mau matahari? Kau tinggal sebut saja pada nya!! Dia pasti akan memberikan nya pada mu Indira!!” Kata- kata yang nyelekit itu langsung terdengar saat sang ibu masuk ke dalam kamar Indira.

__ADS_1


Tapi Indira hanya diam. Mulut nya terkunci sangat rapat. Baginya masa untuk berdebat dengan sang ibu telah habis. Tidak ada lagi yang harus dia sampaikan. Karena walaupun keluar anak tekak menyampaikan nya, tidak akan ada yang berubah.


Ibu Indira berjalan mendekat pada Indira yang sedang duduk di tepian tempat tidur." Ndira! Percaya sama ibu!! Kamu pasti akan bahagia! Buka mata mu lebar- lebar dan lihat apa yang nak Anggara berikan hanya untuk meminangmu, mengambilmu dari Ibu! Dia sampai rela mengeluarkan uang hingga lima ratus juta. Kurang bertanggungjawab apalagi sih Nak? Tolong pikirkan juga masa depanmu?! Dan juga masa depan keluarga kita!! Pabrik ayah mu sudah pasti tertolong dengan uang lima ratus juta itu! Adik – adik mu juga bisa terus sekolah dengan uang itu! Kakak mu juga tidak perlu bekerja berlebihan"


__ADS_2