Istri Lima Ratus Juta (S1) :Terpaksa Menikah

Istri Lima Ratus Juta (S1) :Terpaksa Menikah
#26


__ADS_3

"Cepat atau lambat itu hanya soal waktu, ya kan Bang? Dan itu bukan berarti Bang Ridwan bisa dengan cepat melupakan Kak Ipeh.” Ujar Indira.


“Atau apa jangan- jangan abang sudah ada pengganti nya? Siapa, bang?" Indira terlihat tersenyum senang.


Tapi sayang nya senyuman itu hanya di wajah indira saja. Karena apa yang bang Ridwan rasakan saat ini berbeda. Dia merasa degup jantungnya yang kian bergemuruh. Belum lagi mata Indira begitu tajam menatap Bang Ridwan membuat lelaki itu jadi salah tingkah.


"Hm- belum ada, Ra. Kan tadi cerita nya kalau, buk?!" kilah Bang Ridwan.


Indira masih tersenyum. Dia yakin bang Ridwan pasti sedang menyembunyikan sesuatu.


"Kamu sendiri bagaimana? Apa kamu sudah dapat melupakan Dikta?" tanya Bang Ridwan tiba-tiba.


Indira mengalihkan pandangan nya ke arah yang lain. Senyum yang tadi menghias bibirnya pelan namun pasti menghilang setelah mendengar pertanyaan bang Ridwan. Hanya tarikan nafas panjang Indira saja yang terdengar.


"Aku belum jawab bang! Aku sendiri gak tau apakah aku bisa melupakan Dikta atau tidak. Yang aku tahu saat ini adalah aku juga harus menata hidupku dan melepaskan bayang-bayang Dikta." Sebut Indira yang terasa sangat dalam.


"Apa itu arti nya kamu sudah mulai mencoba menerima Bang Anggara?"


Indira kembali menghela napasnya dan menghembuskan nya perlahan. Jujur, ada sesak yang tertahan di dadanya saat ini.

__ADS_1


Indira kembali menatap Bang Ridwan.


Dari sorot mata itu seolah India sedang meminta dukungan dari bang Ridwan untuk langkah terbaik yang akan di ambil nya.


Kembali Bang Ridwan seperti tersengat aliran listrik di tubuhnya. Hatinya telah basah dari tadi. Basah menahan rasa cinta yang tak mungkin ia gapai.


Tapi sayang nya Indira tidak tahu kalau bang Ridwan merasakan hal yang berbeda. Tatapan Indira malah membangkit getaran – getaran cinta di dalam hati nya.


"Hm- Indira, kalau kamu menutup hati mu untuk bang Anggara karena semua sikap kasar dan dingin nya pada mu, apa itu arti nya kamu juga akan menutup hati mu untuk pria lain? Hemm... maksudku, kalau kamu gak bersama Bang Anggara, apa kamu masih bisa mencintai orang lain?"


Indira kembali memalingkan wajah nya. Kali ini terlihat jelas kesedihan di wajahnya yang cantik itu.


"Maafkan aku, Ra. Aku gak bermaksud membuatmu sedih. Aku mengerti perasaanmu. Mungkin kamu trauma dengan perlakuan Bang Anggara yang sering kali kasar. Aku juga minta maaf atas semua yang diperbuat sepupu ku itu."


Reflek bang Ridwan meraih jemari Indira. Entah dari mana keberanian itu dapatkan hingga dia berani menyatu jari jemari mereka.


Hening yang di sertai dengan degupan jantung yang tak menentu membuat darah mengalir bagaikan sedang di arena arum jeram dalam diri bang Ridwan. Dia berusaha menyembunyikan nafasnya naik turun tak beraturan. Jujur, saat ini Bang Ridwan sekuat tenaga menahan rasa yang bergejolak.


Walau rasa ini hanya sebelah hati yang merasa tapi Bang Ridwan sudah cukup bahagia.

__ADS_1


“Tuhan, andaikan aku boleh meminta, izinkan aku mencintai Indira, mencintai nya tanpa batas.” Mohon bang Ridwan dalam hati.


****


Enam bulan pun telah berlalu. Dan indira sanagt sadar kalau enam bulan bukanlah waktu yang sebentar bagi nya.


Apalagi jika dia teringat seperti apa pernikahan yang dia jalani. Sebuah hubungan yang jauh dari kata indah.


Hanya rasa tertekan yang dapat la maknai dari beragam liku yang dilaluinya. Hanya sakit yang menyesapnya dalam-dalam. Dan biarkan luka menyemai semakin kelam di pucuk rindunya yang tak bertepi.


Nama sang kekasih yang selalu kerap muncul di dalam mimpi- mimpi yang sudah pasti tak berujung lah yang membuat Indira mampu bertahan hingga kini.


Jauh di dalam hati nya, Indira terus menanti bagaimana sang takdir akan merajut semua air mata ini menjadi sebuah yang indah.


Terkadang Indira teringat akan kata- kata Dikta, “ kalau cinta pasti akan menemukan jalan nya untuk kembali.”


kata – kata itu lah membuat Indira kuat hingga kini.


Indira menutup matanya dalam. Membawanya pergi menuju gelap dan terus melewati perjalanan sunyi yang semakin terasa panjang.

__ADS_1


__ADS_2