
Yarri menatap hampa pada kantor yang pernah di miliki nya, Meski pun dari awal ia sudah menduga namun sedikit pun yarri tidak menyangka jika keluarga mantan besan nya akan membakar habis bangunan itu.
Bukan hanya itu saja, Para pemegang saham langsung mencabut saham mereka. Usaha milik istrinya pun bangkrut dalam waktu semalam, Tentu saja karena pengaruh gefari sangat besar.
''Jika saja waktu bisa di putar maka aku tidak akan menikah kan adam dengan jesslyn.'' Sesal yarri.
''Semua sudah terjadi, Ini takdir yang allah berikan pada kita.'' Hibur safira.
''Karena ulah adam ra, Jakson dan viona meninggal.'' Ucap yarri penuh penyesalan.
''Aku juga tidak menyangka kalau harus secepat ini kehilangan mereka.'' Sahut safira mengelap air mata nya.
''Entah apa lagi yang akan di lakukan gefari dan kenzo.'' Yarri tahu pasti kalau ibu dan anak itu akan menghancur kan lebih dalam lagi.
''Kita tidak bisa menyalah kan mereka, Gefari pasti sangat hancur dengan ini semua.'' Ujar safira lagi.
Yarri merangkul istri nya masuk mobil, Kini usaha mereka sudah hancur dan bangkrut karena perbuatan anak mereka sendiri.
''Setelah adam dan berliana menikah maka aku akan mengusir mereka.'' Ucap yarri.
''Jangan sayang, Aku tidak tega pada mereka.'' Cegah safira.
''Kita harus tega, Agar mereka sadar dan menyesali kesalahan nya.'' Tegas yarri tak bisa di ganggu gugat.
Yarri benar benar membuktikan ucapan nya, Setelah pernikahan tersembunyi nya adam, Kini mereka harus meninggal kan rumah nya yarri aganor.
''Pergi lah kalian.'' Usir yarri.
''Kami mau tinggal di mana pa, Tolong izin kan kami tinggal disini.'' Pinta adam.
''Tidak!'' Tolak yarri menutup pintu.
Adam menangis karena kalut dengan nasip nya, Tangan nya belum sepenuh nya pulih dan berliana juga sedang hamil tiga bulan.
''Ini semua salah mu!'' Tunjuk adam pada istri nya.
''Kenapa hanya salah ku saja, Kak adam juga bersalah.'' Ucap berliana menangis.
''Jika kau tidak menggoda ku maka aku tidak akan berpisah dari jesslyn!'' Bentak adam.
''Kenapa kau mau ku goda ?'' Teriak berlina.
Mereka benar benar bingung mau kemana karena ayah berliana pun sudah menolak kehadiran putri nya, Mark mengusir berliana karena ia merasa berliana lah penyebab kematian viona.
''Kita tinggal di apartement ku saja.'' Usul berliana.
''Apa kau gila, Apartement mu sudah di sita oleh uncle mark.'' Sentak adam.
Berliana merosot ke trotoar jalanan, Kini mereka sudah tidak punya tempat tinggal satu pun.
''Uang simpanan ku hanya sepuluh juta.'' Lirih berliana.
__ADS_1
''Aku tidak punya sama sekali, Karena dulu jesslyn yang memegang semua uang ku.'' Ujar adam.
''Kita mengontrak rumah kecil saja ya, Kalau yang besar uang nya langsung habis.'' Usul berliana.
''Terserah kau saja, Bahkan lebih bagus kau gugur kan kandungan mu!'' Ucap adam sambil melangkah menyeret koper.
Berliana semakin hancur mendengar ucapan adam, Rasa sesal kian menumpuk di dada wanita yang tengah hamil muda ini.
''Maaf kan aku jesslyn, Karena aku kalian berpisah.'' Sesal berliana.
****
"Pukul dua kita ada metting di luar nona." Beritahu malika.
"Astaga kecap, Berkas ini saja masih menumpuk masa sudah mau metting!" Kesal jesslyn.
"Segera selesai kan maka kita akan berangkat." Ujar malika.
"Kok malah kau yang seperti bos." Rutuk jesslyn.
"Karena saya tangan kanan nya tuan kenzo." Jawab malika tersenyum.
Jesslyn hanya bisa merutuk sambil memeriksa berkas yang akan di tanda tangani, Karena kasihan malika pun ikut membantu bos baru nya ini.
Hingga pukul sudah menunjukan setengah dua siang, Mereka berdua yang baru selesai pun langsung berangkat.
"Letih sekali rasa nya." Ucap jesslyn.
"Yah kau benar." Ujar jesslyn setuju dengan ucapan malika.
"Mereka kerja keras di bawah terik matahari dan dengan upah yang tidak seberapa." Ucap malika.
"Lelaki yang seperti itu sangat luar biasa." Ujar jesslyn sembari tersenyum.
Hingga sampai lah mereka di restoran mewah, Karena mereka akan metting dengan klien di sini.
"Apa dia sering bekerja sama dengan kak ken ?" Tanya jesslyn.
"Tentu saja nona." Angguk malika.
Jesslyn yang memakai kemeja ketat berwarna putih dan celana panjang berwarna cream serta di padu dengan blezer berwarna cream juga tampak begitu cantik dan elegan, Langkah nya menuju ruang VIP di mana klien nya sedang menunggu.
"Selamat siang." Sapa jesslyn yang baru masuk.
"Siang." Balas pria bersiuara berat.
Ketika mata mereka bertemu, Jesslyn kaget bukan kepalang saat tau kalau pria itu adalah yang menabrak mobil nya.
"Kau!"
Baik niko mau pun jesslyn langsung saling tunjuk karena kaget, Tapi kemudian jesslyn kembali bersikap seperti biasa.
__ADS_1
"Heh ternyata kau perwakilan dari kenzo crop." Ucap niko sinis.
"Senang bertemu dengan anda paman." Sapa jesslyn tersenyum manis.
Niko ingin sekali marah ketika jesslyn kembali memanggil nya paman, Tapi melihat senyum jesslyn kemarahan pun cair.
"Bisa kita mulai sekarang ?" Tanya jesslyn.
"Baiklah, Aku ingin bentuk rumah yang akan kita bangun menjadi dua lantai dan di belakang nya memiliki taman mini." Usul niko.
"Boleh saja paman, Tapi pengeluaran kita akan bertambah." Ucap jesslyn.
"Kita bisa menaik kan sedikit harga nya." Ujar niko.
"Atau kita bangun yang separuh memiliki taman mini dan separuh nya tidak memilik taman." Usul jesslyn.
Niko hanya melongo sambil menelan ludah ketika mata nya tidak sengaja menatap belahan gunung kembar nya jesslyn, Kancing kemeja jesslyn yang terbuka satu tentu saja menampak kan gunung tersebut.
"Bagai mana paman ?" Tanya jesslyn.
"Oh eh ya baik lah." Gagap niko.
"Baik lah karena sudah setuju aku pamit undur diri." Pamit jesslyn berdiri mengulur kan tangan.
Niko menjabat tangan halus milik jesslyn, Hingga jesslyn melangkah pergi niko masih menatap wanita ini.
"Satu lagi paman, Jika sedang di luar tolong jaga mata mu karena istri mu bisa terluka saat tau suami nya mata keranjang!" Sinis jesslyn ketika akan membuka pintu.
Niko tercengang ketika mendengar ucapan jesslyn, Deri pun tak kuasa menahan tawa nya ketika melihat wajah bos nya.
"Dia mengira aku sudah punya istri dan aku masih jelalatan ?!" Tanya niko tak percaya.
"Wajar saja nona jesslyn mengira anda punya istri tuan, Secara usia anda yang akan mencapai lima puluh tahun." Sahut deri.
"Aku baru empat puluh enam ya!" Kesal niko.
"Yah empat puluh enam dan masih membujang." Ejek deri.
"Bicara lagi maka akan ku lempar asbak mulut mu!" Ancam niko.
Deri langsung menutup mulut nya karena takut niko khilaf dan melempar sungguhan, Sedang kan jesslyn berjalan keluar sambil merutuk.
"Dasar lelaki semua nya sama saja, Sudah punya istri tapi masih menatap milik wanita lain!!" Kesal jesslyn.
Manika hanya diam karena tau jesslyn sedang marah besar, Janda muda ini kembali teringat dengan kelakuan adam yang menghianati nya.
"Bisakah kau lebih cepat malika!! Aku lelah di dalam mobil." Kesal jesslyn menendang jok sopir.
"Baik nona."
Malika hanya mampu menuruti ucapan bos nya, Mobil mereka melaju dengan kecepatan tinggi menuju kantor.
__ADS_1