Janda Muda VS Mafia Karatan

Janda Muda VS Mafia Karatan
end


__ADS_3

Kenzo mendatangi gudang yang ia yakini tempat penyekapan adik nya, Beberapa bodyguard nya mulai merangsak maju.


Braak.


Tendangan yang cukup kuat membuat pintu gudang hancur berantakan, Tapi gudang itu tampak kosong.


''Cari lewat jalan lain.'' Perintah ken memberi kode.


Shiba memimpin anak buah nya mengelilingi gudang besar itu, Lewat pintu lain mereka masuk kedalam.


Sedang kan kenzo yang sudah masuk mendapati tangga yang menuju bawah tanah, Pistol di tangan ia arah kan kedepan untuk berjaga jaga.


''Jesslyn!"


Kenzo mendapat kan adik nya yang menangis dengan tangan berlumuran darah, Segera ia berlari mendatangi jesslyn.


"Apa ada yang terluka?" Tanya kenzo cemas.


"Jess memotong tangan orang kak." Adu jesslyn menangis ketakutan.


"Tenang lah, Ada kakak di sini." Ujar kenzo.


Hanya dengan pisau kenzo bisa membuka borgol adik nya, Setelah itu kenzo mendatangi niko yang masih di rantai.


"Ck! Hanya ini kemampuan nya mafia." Ejek kenzo.


"Tidak tepat untuk mengejek ken." Tukas niko sedikit malu.


Senyum mengejek tak lepas dari bibir kenzo, Belum sempat ia membuka rantai di kaki niko. Sebuah kayu besar menghantam pundak nya.


Buaak.


"Kakak!"

__ADS_1


Jeritan jesslyn terputus ketika pisau menempel di leher nya, Bahkan pisau juga mulai mengiris kulit leher.


"Shiit!"


Kenzo mengumpat karena pundak nya terasa sangat sakit, Di hadapan nya kini sudah berdiri pria berusia cukup matang.


"Selamat datang tuan kenzo." Sapa luca.


"Siapa kau?! Aku tidak mengenal mu." Sentak kenzo yang sudah bangkit.


"Kau memang tidak mengenal ku! Tapi adik ipar mu pasti sangat mengenal ku." Sinis luca menunjuk niko.


Kenzo juga menatap niko yang ternyata sudah bisa melepas kan diri dari rantai, Ia berjalan mendekati luca.


"Kau kenapa masih saja tidak bisa menerima kenyataan?!" Sentak niko.


"Siapa yang bisa menerima jika adik ku meninggal karena kau! Karena kau malah memilih janda sialan ini." Bentak luca menunjuk jesslyn.


"Jangan menghina adik ku bangsat!" Maki kenzo tak terima.


Luca tersenyum mengejek, Ia meludah tepat di kaki jesslyn. Niko meradang melihat tingkah luca yang merendah kan istri nya.


"Adik mu mati karena ulah nya sendiri, Aku tidak ada sangkut paut nya.'' Geram niko mencengkeram leher luca.


''Kenapa adik ku bisa mencintai pria brengsek seperti mu!'' Geram luca.


"Lucia bunuh diri karena hamil dari ayah tiri kalian." Sentak niko.


"Apa maksud mu?" Bingung luca.


Niko menghempas kan tubuh luca kelantai, Sebenar nya ia tidak ingin membongkar aib keluarga cassano ini.


"Satu hari sebelum lucia meminum racun, Ia menemui ku dan mencerita kan semua nya." Lirih niko mulai nelangsa.

__ADS_1


Luca menangis ketika niko meminta ponsel nya yang ia ambil tadi, Lalu niko memutar video pemerkosaan yang di lakukan ayah tiri nya mereka.


"Aku merahasia kan ini permintaan dari lucia." Ujar niko.


"Luciaa!!"


Jerit tangis dari luca menggema dalam gudang tua ini, Dendam nya membara kepada ricio.


"Aku minta maaf niko." Luca membungkuk di hadapan niko.


"Jangan minta maaf padaku! Minta maaf lah pada istriku." Tegas niko.


Luca mendatangi jesslyn yang merangkul kenzo, Ia menyesal karena sudah menyakiti orang tidak bersalah.


"Aku minta maaf sudah menghina mu." Sesal luca.


"Ya, Segera lah temui ayah mu." Ujar jesslyn tidak mendendam.


"Terima kasih sudah memaaf kan aku." Ucap luca.


Usai meminta maaf pada niko dan jesslyn, Luca pergi meninggal kan gudang. Tujuan nya adalah pulang menemui ayah mereka.


"Kasihan sekali dia." Ujar jesslyn sedih.


"Kau tidak marah pada nya sayang?" Tanya niko lembut.


"Tidak! Aku malah merasa iba pada nasip lucia." Lirih jesslyn.


"Semua sudah terjadi, Ayo kita pulang." Ajak kenzo cepat meninggal kan mereka.


Niko dan jesslyn bergandengan tangan meninggal kan gudang, Niko bangga karena istri nya tidak dendam kepada luca.


Senyum bahagia terlihat di wajah mereka, Badai sudah berlalu. Kini jesslyn menemukan pria yang benar benar mencintai nya tanpa memandang status nya.

__ADS_1


__ADS_2