
Setelah menikah dengan jesslyn, Kini niko menetap di indonesia. Hubungan mereka sangat romantis, Meski kadang cemburu nya niko sangat berlebihan.
Bahkan sekarang jesslyn masuk kantor jika di izin kan oleh niko saja, Sebagai ibu gefari pun tidak bisa memaksa putri nya yang sudah menikah untuk mengurus perusahaan milik nya.
''Enak sekali coffe tadi.'' Ujar jesslyn.
''Bukan coffe nya yang enak, Hanya yang buat tampan jadi lidah mu merasa senang.'' Cibir niko sambil mengendarai mobil.
''Cih.''
Kadang jesslyn hanya bisa diam untuk mengalah, Meski pun usia niko jauh berada di atas nya. Tapi jesslyn lah yang sering bersikap dewasa di banding kan dengan niko.
''Mobil itu seperti nya mengikuti kita sayang.'' Ujar jesslyn melihat dari spion.
''Yang mana ?'' Tanya niko.
''Yang berwarna merah itu.'' Tunjuk jesslyn.
Niko mempercepat laju mobil nya, Karena sekarang sopir mobil di belakang malah mengeluar kan pistol.
Duaar.
Ban mobil niko pecah saat peluru menembus nya, Tentu saja mobil mereka langsung oleng karena kecepatan nya sedang tinggi.
''Bagai mana ini paman ?'' Panik jesslyn ketakutan.
Putri mafia ini tidak pernah mengalami tragedi di kejar musuh, Hidup jesslyn benar benar bersih dari noda mafia. Karena jakson dulu sangat menentang gefari jika akan mengajar kan kedunia hitam, Bahkan tangan jesslyn tidak pernah menyentuh Barang haram.
''Tenang lah, Cepat telepon anggota kita.'' Perintah niko.
Dengan tangan gemetar, Jesslyn mencari nomer ponsel milik kakak nya. Karena hanya kenzo yang terlintas di otak jesslyn.
''Keluar.''
Musuh yang mengejar kini menggedor kaca mobil sambil menodong kan senjata, Niko menyambar pistol yang di pinggang nya.
''Keluar lah dan segera berlari kesemak semak itu.'' Perintah niko.
Jesslyn menuruti ucapan suami nya, Sekuat tenaga ia berlari menuju semak berduri. Namun saat akan berlari lagi, Sebuah peluru menembus betis nya.
''Aarrkkh!''
Jerit kesakitan keluar dari mulut jesslyn, Niko yang mendengar teriakan istri nya jadi sedikit lengah. Tentu saja ini membuat musuh punya kesempatan.
Duaak.
Tangan niko yang memegang pistol di tendang oleh musuh nya, Kini niko tidak lagi punya senjata. Di bawah amcaman musuh, Niko hanya pasrah saat pria berbadan besar memborgol tangan ny.
''Jangan sakiti istriku!'' Sentak ini ketika melihat jesslyn di seret mendekati nya.
__ADS_1
''Kau mau menolong nya, Silah kan lakukan.'' Ejek pria bertopeng itu.
''Aarrkh sakit!!''
Ambruk berlutut jesslyn ketanah karena perut nya di hantam dengkul pria itu, Naik darah niko melihat jesslyn di sakiti di hadapan nya.
''Jangan sakiti dia bangsat, Lepas kan aku!'' Teriak niko meronta ronta.
Duak,buk.
Tendangan dan juga tinjuan mendarat di tubuh niko, Saat satu suntikan menanjap. Dua manusia ini langsung menutup mata nya.
''Bawa kemarkas kita.'' Perintah pria itu.
''Baik tuan.''
****
Kenzo yang sedang tidur tidak mendengar panggilan dari adik nya, Namun wanita yang berada di samping nya langsung melihat ponsel kenzo.
"Sayang."
Malika menggoyang bahu kenzo agar terbangun, Kenzo langsung membuka mata dan tersenyum melihat wajah cantik istri nya.
"Ada apa hemm ?"
"Ada panggilan dari niko." Beritahu malika.
"Ada pesan suara juga, Tapi aku tidak bisa membuka karena tidak tau pin nya." Ucap malika lagi.
Kenzo segera mengambil ponsel dari genggaman malika, Dia tidak ingin jika malika samapi tau bahwa pin ponsel nya adalah tanggal pernikahan nya yang kedua dengan dinara.
"Aku pergi." Pamit kenzo langsung menyambar kemeja nya.
"Mau kemana sayang ?" Teriak malika.
Namun kenzo sudah hilang di balik pintu, Tentu saja malika hanya bisa bersunggut kesal.
Di lantai bawah, Dinara menatap kepergian suami nya. Posisi dinara sebagai istri kedua membua nya sangat tersiksa, Bukan hanya malika yang mebenci nya, Tapi kenzo pun kerap menyiksa batin serta fisik.
"Kuat kan aku ya allah." Batin dinara.
Di ruang penyekapan.
Niko sudah sadar lebih dulu dari jesslyn, Namun yang membuat syok niko. Jesslyn kini di borgol dengan pria yang sudah jadi mayat, Jika sampai jesslyn sadar. Mungkin ia akan histeris.
"Jesslyn, Sayang!"
Lim belas menit niko menunggu kesadaran jesslyn, Hingga akhir nya mata jesslyn terbuka dan menatap ngeri.
__ADS_1
"Sayang tenang lah, Jangan berteriak." Ucap niko sedikit berbisik karena posisi mereka tidak terlau jauh.
"Di mana kita paman ?" Tanya jesslyn ketakutan.
Bagai mana jesslyn tidak takut, Posisi niko bagai kan pidana yang akan di hukum mati. Dua tangan nya di ikat dengan borgol dan kaki niko sama sekali tidak menyentuh lantai.
Membayang kan saja jesslyn sudah merasa sangat sakit, Apa lagi niko yang tergantung entah sejak kapan.
"Apa kita akan mati di sini paman ? Aku takut mom." Rengek jesslyn malah memanggil mommy nya.
"Astaga zeela, Gefari tidak akan mendengar tangisan mu." Kesal niko.
"Aahhkk mayat!"
Sesuai dengan dugaan niko, Jesslyn menjerit ketika sadar bahwa ia sedang di borgol bersama mayat. Sebelah tangan jesslyn yang bebas kini berpegangan pada tiang.
"Lihat ujung kaki mu itu, Coba kau ambil pisau zeela." Perintah niko.
Jesslyn berusaha mengambil pisau yang di ujung kaki nya, Meski pun tangan nya sakit karena tertahan mayat. Tapi jesslyn masih berusaha menggapai nya.
"Dapat." Seru jesslyn girang.
"Sekarang dengar kan arahan dari ku ya zeela." Ucap niko.
"Bagai mana paman ?" Tanya jesslyn yang sudah memegang pisau.
"Potong siku mayat itu tepat di tengah, Pilih lah bagian tengah nya. Agar tulang yang keras tidak kena." Beritahu niko memberi arahan.
"Tidak! Aku tidak berani paman." Isak jesslyn malah kembali menangis.
"Lalu apa kau berani ka zeela! Itu hanya mayat saja kau sudah takut!" Bentak niko kalap karena jesslyn tidak bisa di ajak bekerja sama.
Mendengar bentakan suami nya, Jesslyn malah tambah menangis ketakutan. Niko yang melihat pun akhir nya sadar kalau jesslyn memang tidak akan bisa melakukan nya, Tapi hanya itu satu satu nya jalan.
"Sayang kau pasti bisa melakukan nya, Ayo kita berusaha." Rayu niko.
"Aku takut darah nya paman." Isak jesslyn.
"Anggap saja kau sedang melihat sirup merah ya sayang, Ayo lakukan sekarang." Bujuk niko terus.
Akhir nya jesslyn memberanikan diri untuk memegang lengan mayat tersebut, Tampak jika jasad ini masih baru karena tubuh nya masih hangat.
"Tepat di bagian tengah sayang." Niko terus memberi arahan.
Jesslyn menekan pisau nya tepat di siku mayat tersebut, Daging nya sudah teriris hingga darah mulai mengucur. Mual jesslyn langsung datang karena anyir, Namun sekua tenaga di tahan rasa mual nya.
"Tangan nya ikut pada ku paman." Jerit jesslyn ketika tangan mayat itu tergelantung.
"Turun kan borgol nya." Titah niko.
__ADS_1
Melihat ketegasan niko, Jesslyn tidak berani membatah. Meski pun darah mengucur dari tangan itu, Jesslyn berhasil menurun kan borgol dari sana.