Janda Muda VS Mafia Karatan

Janda Muda VS Mafia Karatan
Pendarahan.


__ADS_3

Sesuai dengan janji nya dengan bianca tadi malam, Kini jesslyn sedang duduk menunggu kedatangan sahabat ny ini.


''Kebiasaan banget sih dokter sialan ini.'' Rutuk jesslyn karena jam bianca selalu molor.


Namun tak lama mata jesslyn melihat gadis yang di tunggu nya sedang berlari, Nafas bianca terengah engah.


''Punya ku bi.'' Teriak jesslyn kesal.


Bianca langsung menghabis kan minuman milik jesslyn, Ia hanya nyengir tanpa dosa di hadapan sohib nya.


''Aku tadi ada pasien gawat.'' Ujar bianca.


''Gawat kenapa ?'' Tanya jesslyn penasaran.


''Satu centi lagi jantung nya kena peluru, Untung saja dia bisa selamat.'' Jawab bianca.


''Cewek apa cowok.''


''Cowok, Cakep gila pokok nya.'' Ujar bianca teringat pasien tampan nya.


''Cih, Dasar mata keranjang.'' Ejek jesslyn.


''Beneran cakep jess meski pun udah om om, Wajah nya hampir mirip uncle jakson.'' Seru bianca.


''Cuma mirip doang, Tapi pasti lebih tampan daddy ku.'' Lirih jesslyn.


Mereka asyik berbincang dan sesekali saling ejek, Hingga mereka kedatangan seorang wanita yang sangat jesslyn benci.


''Maaf mengganggu, Apa boleh kita bicara sebentar ?'' Pinta berliana.


Jesslyn kembali membuang muka karena mengira berliana ingin bicara pada bianca, Namun bianca malah menyuruh berliana duduk di samping jesslyn.


''Ada apa liana ?'' Tanya bianca pelan.


''Aku ingin minta maaf pada mu jess.'' Lirih berliana sambil menunduk.


Emosi di dada jesslyn kembali terkumpul, Karena tidak ingin terjadi keributan di cafe ini. Jesslyn berdiri mengambil tas nya untuk pergi, Tapi bianca sigap menarik nya agar duduk kembali.


''Duduk lah jess, Kita bicara baik baik ya.'' Ucap bianca lembut.


''Tidak ada lagi yang perlu di bicara kan bi, Aku mau pergi.'' Tolak jesslyn.


''Kita selesai kan masalah nya jess, Apa tidak bosan kita marahan terus.'' Bujuk bianca.


''Aku muak melihat wajah pel4cur ini, Lepas kan tangan ku!'' Sentak jesslyn.


''Berarti kau tidak mencintai paman ku jess.'' Cetus bianca membuat jesslyn kaget.


''Apa maksud mu ?'' Tanya jesslyn.


''Kau tidak mau bicara pada nya karena masih sakit hati, Jika kau masih sakit hati itu pertanda kalau cinta mu untuk adam belum hilang.'' Sahut bianca.

__ADS_1


Jesslyn tergagap dengan ucapan bianca, Berliana juga merasa tidak enak karena kehadiran nya membuat bianca dan jesslyn jadi ribut.


''Ucapan bianca benar sayang.'' Sahut niko yang berjalan menghampiri mereka.


Dengan santai nya niko merangkul jesslyn dan mengajak kekasih nya duduk, Mata berliana memicing melihat niko anderson sebagai kekasih nya jesslyn.


''Kau ingin mengatakan apa ?'' Niko yang bertanya pada berliana.


''Aku ingin minta maaf pada jesslyn, Aku sungguh menyesal karena sudah menjadi orang ketiga di dalam rumah tangga mu.'' Ujar liana pelan.


''Apa jawab mu sayang ?'' Niko memandang jesslyn sambil membelai kepala kekasih nya.


''Mau ku maaf kan atau tidak, Kau dan adam juga sudah bersama dan kami sudah berpisah!'' Masih ketus suara jesslyn.


''Meski kami bersama tapi dia tidak menganggap ku jess, Karena cinta nya hanya untuk mu.'' Sahut berliana sambil menangis mengingat perlakuan adam pada nya.


''Benar kah ?'' Tanya bianca tak percaya.


Berliana menarik nafas dengan berat, Bisa di lihat dari pakaian yang di kenakan oleh liana. Hidup mereka memang susah sekarang, Bahkan liana jadi buruh cuci.


''Aku tidak peduli kau mau hidup seperti apa, Aku sudah memaaf kan mu.'' Tegas jesslyn.


''Benar kah jess ? Kalau begitu kita berteman lagi kan ?'' Tanya berliana penuh harap.


''Untuk apa kita berteman ? Apa lagi yang ingin kau ambil dariku ?!'' Tanya jesslyn pedas.


''Jesslyn.''


''Kita dulu sahabat dekat bahkan sangat dekat, Tapi rusak karena seorang pria.'' Ujar bianca.


''Aku menyesal bi.'' Isak liana.


''Meski pun kau menyesal tujuh turunan pun semua sudah terjadi.'' Ketus jesslyn.


''Sekarang kan kau sudah punya aku zeela, Lupa kan lah masa lalu mu.'' Ujar niko.


''Aku sudah melupakan.'' Jawab jesslyn membuang muka.


''Lalu kenapa kau masih membenci nya ?'' Tanya niko.


Jesslyn mengusap wajah nya dengan kasar, Ingatan nya tentang perbuatan adam dan berliana masih meronta ronta di pikiran nya.


''Aku masih sakit hati melihat wajah nya, Hati ku sakit.'' Ujar jesslyn meledak tangis nya.


Niko dengan sigap memeluk kekasih kecil nya, Berliana juga masih menangis karena merasa bersalah. Tapi tiba tiba ia meringis kesakitan, Perut nya terasa keram.


''Kenapa liana ?'' Tanya bianca.


''Perut ku sakit bi.'' Rintih berliana memegang perut nya yang mulai buncit.


''Coba rileks ya, Jangan terlalu sedih.'' Ujar bianca memegang pundak sahabat nya.

__ADS_1


''Ssshh aduhh sakit bi.'' Rintih berliana semakin keras.


''Ayo kita kerumah sakit.'' Ajak jesslyn yang ikut panik.


''Tidak jess.'' Tolak berliana cepat.


Bianca yang memang bukan dokter kandungan pun juga tidak paham dengan keadaan berliana, Ia hanya bisa mengusap usap perut sahabat nya.


Jesslyn juga sudah mendekat kearah berliana, Namun mata nya langsung mendelik ketika melihat ada yang mengalir dari selah paha berliana.


''Ada darah di paha mu liana!'' Teriak jesslyn.


Sontak mereka langsung menunduk melihat arah yang jesslyn tunjuk, Niko juga ikut panik melihat keadaan ini.


''Ayo kerumah sakit.'' Niko memegang tangan liana untuk menggendong nya.


''Tidak, Aku tidak punya uang.'' Tolak berliana sambil meringis kesakitan.


Nyes, Hati mereka bagai kan terkena siraman air jeruk. Berliana rela kesakitan karena tidak punya uang, Entah seperti apa kondisi keuangan berliana saat ini.


''Aku yang membayar.'' Ucap jesslyn.


''Bawa dia paman.'' Perintah bianca.


Niko segera membopong berliana dan masuk mobil, Sepanjang perjalanan berliana hanya menangis kesakitan.


''Tahan ya sebentar sakit nya.'' Ucap jesslyn mengusap lengan liana.


Mereka bertiga duduk di kursi penumpang, Niko hanya fokus mengemudi. Jarak rumah sakit cukup jauh dari cafe yang mereka datangi tadi.


''Darah nya semakin banyak.'' Panik bianca.


''Apa kau keguguran liana ?'' Tanya jesslyn yang panik tak karuan.


''Aku juga tidak tau jess, Tapi rasa nya sakit sekali.'' Ujar berliana dengan wajah pucat.


''Tahan ya tahan.'' Ucap bianca.


''Aku ihklas jika sampai dia tidak bertahan, Dari pada dia hidup sengsara.'' Ujar liana semakin lemas.


''Ibu macam apa kau ? Meski pun miskin tapi kita wajib mempertahan kan buah hati kita!'' Sentak niko dari depan.


''Aku takut jika anak ku sengsara paman.'' Isak berliana.


''Sudah lah, Yang penting kita kerumah sakit dulu.'' Lerai bianca.


Berliana semakin lemas karena darah nya semakin banyak yang keluar, Namun ia merasa senang karena jesslyn masih peduli pada nya.


**Hallo bestie, semoga sehat selalu ya.


Jangan lupa tekan like, coment dan vote serta hadiah nya.🙏**

__ADS_1


__ADS_2