
Berliana menatap tempat beras yang kosong, Uang tabungan pun hanya tinggal lima juta untuk persiapan lahiran kelak.
Adam pun tidak mau mencari kerja karena malu dengan skandal yang beredar, Pria ini hanya bermain ponsel nya sepanjang hari.
''Aku harus makan apa.'' Batin berliana mengusap perut nya.
Seolah karma memang tidak terlambat, Rumah tangga mereka tidak baik baik saja karena adam selalu bersikap kasar terhadap istrinya.
''Mana makanan ku ?'' Tanya adam duduk di meja makan.
''Beras kita sudah habis.'' Jawab berliana.
''Memang nya kita tidak punya makanan lain ?!'' Sentak adam.
''Ada mie instan satu, Tunggu ya biar ku buat kan.'' Ujar berliana menghidup kan kompor.
Meski pun sedikit ketar ketir gas nya akan habis, Tapi ternyata tuhan masih berpihak pada berliana yang sengsara.
Melihat istri nya yang semakin kurus, Adam sedikit iba pada berliana, Rasa sesak kian menumpuk di dada pria ini.
''Ini makan lah.''
Semangkuk mie mengepul di hadapan adam, Tapi karena melihat berliana yang tidak ikut makan, Adam mengerenyit heran.
__ADS_1
''Mana milik mu ?'' Tanya adam.
''Mie nya cuma satu, Kakak makan lah.'' Sahut berliana berjalan meninggal kan dapur.
Pada dasar nya adam adalah pria yang berhati baik di tambah dengan keadaan berliana yang berbadan dua, Adam tidak jadi memakan mie rebus tersebut.
''Lianaaa!!''
Teriakan membuat berliana berlari kearah dapur, Berliana melihat mie yang masih utuh pun menjadi bertanya tanya.
''Ada apa kak ?'' Tanya berliana ketakutan.
''Mie nya tidak enak! Kau saja yang makan.'' Ujar adam.
''Tapi nanti kak adam lapar sedang kan kita tidak punya makanan lain.'' Ucap berlian.
Melihat adam yang sudah naik darah, Berlian segera duduk melahap mie instan yang dulu sama sekali tidak sudi ia sentuh.
''Anak mama sehat terus ya nak.'' Ujar berliana mengusap perut nya.
Adam melirik perut berliana yang mulai membuncit ketika berliana menggunakan kaos ketat, Tapi sedikit pun tidak ada rasa senang di hati adam ketika melihat kehamilan istri nya.
''Lebih baik kau gugur kan saja anak mu itu.'' Cetus adam membuat berliana kaget.
__ADS_1
''Apa maksud mu kak ?'' Tanya berliana tidak percaya.
''Itu lebih baik liana dari pada dia lahir kedunia ini.'' Sahut adam tanpa dosa.
''Kenapa kau tega mengatakan itu kak adam ?'' Suara berliana bergetar menahan tangis.
''Karena jika aku melihat kehamilan mu maka aku selalu marah, Gara gara anak yang kau kandung aku jadi berpisah dari jesslyn!'' Teriak adam.
''Itu bukan salah anak ku, Bahkan dia tidak tau apa apa!'' Balas berliana keras.
''Jika dia tidak ada maka aku masih hidup enak bersama jesslyn!'' Geram adam mencekik leher berliana.
Nafas berliana tersegal segal karena adam tidak main main saat mencekik leher nya, Untung saja adam segera melepas kan cekikan pada berliana.
''Hanya karena kerikil hina aku harus kehilangan permata!'' Ucap adam tanpa memikir kan perasaan berliana yang terluka.
Jatuh merosot berlian ketika adam sudah pergi meninggal kan nya sendirian, Rasa sakit dan menyesal bersatu di dalam hati nya.
''Kau juga bersalah adam, Kenapa seolah hanya aku yang bersalah ?!'' Isak berliana pilu.
Hidup sengsara di tambah dengan perlakuan suami yang tidak menghargai nya, Berliana ingin rasa nya berhenti hidup.
''Tolong berliana ma.'' Lirih berliana teringat viona.
__ADS_1
Kematian viona membuat berliana sadar kalau ia adalah penyebab semua kekacauan ini, Mark juga tidak mau lagi menemui putri nya
Dikit dulu ya, Othor lagi flu ini.