Janda Muda VS Mafia Karatan

Janda Muda VS Mafia Karatan
Menjenguk.


__ADS_3

Sudah satu minggu lama nya jesslyn tidak melihat batang hidung niko, Jesslyn sebenar nya bisa di katakan rindu pada sosok itu.


''Dia kemana ?'' Batin jesslyn bingung.


''Hari ini kita akan meninjau pekerjaan di bangunan baru nona.'' Beritahu malika.


Lamunan jesslyn buyar karena ucapan malika, Ia menoleh malas kepada asisten cerewet nya ini.


''Kapan ?''


''Sekarang nona.'' Jawab malika.


Jesslyn langsung menyambar mantel nya dan bergegas keluar, Malika menatap heran pada bos nya yang terlihat lesu.


''Tumben dia tidak protes.'' Heran malika.


Mobil mereka meluncur menuju tempat yang akan di bangun perumahan, Sampai di sana jesslyn langsung bergegas turun tanpa menunggu malika.


''Selamat siang nona.'' Sapa pekerja sopan.


Anggukan kepala jesslyn sudah membuat mereka senang karena bos nya mau menjawab sapaan mereka, Berbanding jauh dari bos besar mereka.


''Berapa lama banguan pondasi nya selesai ?'' Tanya jesslyn pada mandor.


''Kira kira satu bulan nona.'' Jawab mandor.


''Berikan kepastian bukan kira kira!'' Ketus jesslyn.


''Iya nona, Kurang lebih satu bulan.'' Jawab mandor cepat.


Malika dan jesslyn berjalan mengelilingi para pekerja yang sedang membuat dasar rumah, Tapi mata jesslyn masih jelalatan mencari seseorang.


''Anda cari siapa nona ?'' Tanya malika penasaran.


''Mau tau saja kau kecap!'' Sentak jesslyn.


''Apa anda sedang PMS ?'' Tanya malika lagi.


''Jika kau masih terus bertanya maka akan ku sumpal mulut mu dengan matrial ini.'' Bentak jesslyn.


Malika melotot tidak percaya dengan kegalakan jesslyn, Karena yang malika tau selama ini hanya sifat manja dan penakut nya jesslyn.


Usai membentak malika, Jesslyn melangkah pergi dari tanah bangunan rumah mewah milik nya ini.


''Tunggu saya nona.'' Teriak malika.


Jika tadi malika yang mengendarai mobil, Sekarang jesslyn lah yang mengemudi dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


''Pelan nona!!'' Teriak malika ketakutan.


Jesslyn tidak mendengar kan ucapan malika, Ia fukos membelah jalanan. Rasa kesal nya ia tumpah kan pada stir mobil, Yang bahkan jesslyn sendiri juga tidak tau ia kesal karena apa.


''Jika anda rindu pada tuan niko tolong jangan libat kan aku nona!'' Teriak malika membuat jesslyn kaget.


''Apa maksud mu ?!'' Sentak jesslyn.


''Tuan niko sedang di rawat di rumah sakit xxx karena mendapat luka tembakan!'' Beritahu malika.


Cekiitt.


Suara ban beradu dengan aspal terdengar berderit, Jesslyn menatap malika seolah tidak percaya dengan apa yang di dengar nya.


''Kau berbohong kan ?'' Gemetar suara jesslyn bertanya.


''Tidak nona, Tuan kenzo yang bilang pada ku.'' Jawab malika.


Tidak menunggu lama lagi, Jesslyn memacu mobil nya menuju rumah sakit yang di katakan oleh kedelai hitam.


''Ini rumah sakit nya ?'' Tanya jesslyn setelah mereka sampai.


''Iya nona.'' Angguk malika.


Jika tadi jesslyn sangat yakin untuk melihat keadaan nya niko, Tapi sekarang ia merasa malu untuk masuk kedalam.


''Tidak mau, Saya tidak berniat menjenguk tuan niko kok.'' Tolak malika.


''Ku potong gaji mu jika kau tidak mau!'' Ancam jesslyn.


''Yang menggaji saya itu tuan kenzo nona.'' Seringai malika.


''Maka aku akan meminta kak ken memotong gaji mu.'' Ujar jesslyn.


''Silah kan jika anda bisa.'' Tantang malika tengil.


Karena debat mulut yang tidak ada akhir nya, Jesslyn memilih turun sambil menenteng bingkisan berisi buah.


Usai bertanya pada suster yang lewat, Mereka akhir nya tiba di depan pintu ruang VIP nomer sembilan.


''Apa paman niko ada ?'' Tanya jesslyn pada bodyguard.


''Ada nona.'' Jawab bodyguard.


Mereka membuka kan pintu untuk jesslyn dan malika, Begitu masuk jesslyn langsung kaget melihat kondisi niko.


''Terima kasih sudah menjenguk tuan saya nona.'' Ucap deri menyambut.

__ADS_1


''Apa paman sedang tidur ?'' Tanya jesslyn.


''Tuan niko koma sudah satu minggu nona.'' Jawab deri dengan wajah sedih.


Jatuh kelantai bingkisan yang jesslyn bawa, Wanita ini memdekati ranjang berisi pria berwajah pucat.


"Kenapa kalian tidak memberitahu ku." Kesal jesslyn.


Deri hanya melirik malika yang terliha cuek, Jesslyn mengusap wajah niko yang di tumbuhi jambang kasar.


"Bangun lah paman, Aku menunggu mu." Ucap jesslyn menangis.


"Tuan saya di serang usai mengantar kan anda tempo lalu." Ujar deri membuat jesslyn semakin merasa bersalah.


"Itu lah akibat nya jika anda tidak bisa mandiri nona." Ujar malika pula.


"Maaf kan aku, Maaf kan aku paman!" Isak jesslyn mencium tangan niko.


Deri mengajak malika keluar agar jesslyn bisa menumpah kan kesedihan nya tanpa malu, Mereka duduk di luar.


"Aku bersalah pada mu paman." Sesal jesslyn.


Tubuh niko masih di perban dari batang leher sampai perut, Karena luka tembak nya memang bersarang di sana.


"Jika paman tidak menemani ku maka paman tidak akan celaka hiks hiks."


Wajah pucat niko membuat jesslyn semakin takut, Ia benar benar takut jika kehilangan lagi seperti daddy nya kemarin.


"Sembuh lah paman, Aku kesepian tanpa mu." Bisik jesslyn.


Hampir satu jam jesslyn menunggu niko, Akhir nya ia memilih pulang dulu karena pekerjaan yang menumpuk. Namu ia berjanji pada deri, Kalau nanti malam ia akan datang lagi menunggu niko.


"Aku pulang dulu, Tolong kabari jika paman niko sudah bangun." Pinta jesslyn pada deri.


"Baik nona."


Malika menggandeng jesslyn yang tampak syok, Mereka masuk kedalam mobil dan ganti malika yang mengemudi karena tidak mungkin jesslyn membawa mobil dengan keadaan seperti ini.


"Aku takut kehilangan lagi." Lirih jesslyn.


"Berdoa lah nona, Semoga tuan niko segera sadar." Jawab malika.


"Aku takut dia seperti daddy ku lika." Isak jesslyn.


"Kenapa anda sangat khawatir kepada tuan niko ?" Selidik malika.


Jesslyn tergagap dengan pertanyaan malika, Dia juga heran kenapa harus setakut ini kehilangan niko.

__ADS_1


__ADS_2