
Niko menatap mobil jesslyn yang kian menjauh, Senyum terukir di wajah tampan nya pri yang hampir berusia lima puluh tahun.
''Aku akan berusaha mengambil mu dari gefari.'' Tekad niko.
Tidak peduli nanti apa yang akan keluarga jesslyn lakukan, Niko bertekad akan datang keindonesia meminta restu dari gefari mommy nya jesslyn.
''Aaah seandai nya saja aku tidak terlalu cepat di lahir kan.'' Rutuk niko.
Niko tidak sadar jika dari luar ada lima orang berbadan besar sedang menghampiri nya, Jendela mobil di ketuk dengan kasar.
''Keluar kau niko anderson!"
Mendengar suara orang yang tidak ramah, Niko mengambil pistol nya dan membuka pintu. Seringai wajah kelima orang itu membuat niko bingung, Karena ia sama sekali tidak kenal.
"Siapa kalian ?" Tanya niko tanpa rasa takut.
"Kami utusan dari tuan jerry." Jawab orang berbadan besar.
"Cih, Untuk apa binatang itu mengutus kalian ?!" Sinis niko.
"Untuk mengambil nyawa mu!"
Usai berkata, Lima orang itu merangsak maju. Niko mengelak dari tendangan pria itu, Namun baru saja terlepas. Seorang pria berhasil merampas pistol di tangan nya.
"Menyerah atau ku tembak kau!" Ancam pria itu.
Dor.
Untung saja niko bisa berkelit, Pistol yang di pinggang pun sudah di keluar kan, Mobil nya yang menjadi sasaran tembak karena niko berlindung di sana.
Dor.
__ADS_1
"Aarrkhh."
Satu dari lima orang itu tumbang setelah niko menembak tepat di jantung, Tombol darurat berhasil niko tekan yang berada di ikat pinggang nya.
Dor.
Jika terlambat maka kepala niko pasti berlubang, Peluru menggores pipi nya hingga mengalir darah kental.
"Kemana deri sialan ini." Rutuk niko.
Hampir satu jam terjadi baku tembak di antara mereka, Kini kelima orang itu sudah tumbang bertepatan dengan peluru niko yang habis.
"Sialan juga si jerry !" Maki niko.
Darah mengalir dari betis niko karena ia sempat tertembak, Melihat lawan nya sudah tumbang semua. Niko berjalan pincang ingin masuk mobil, Tapi naas bagi nya.
Seseorang yang belum benar benar mati itu mengangkat pistol nya dengan tangan gemetaran, Niko tidak tau jika nyawa nya sedang terancam.
Dor, Dor, Dor.
"Tuaann!"
Deri yang terlambat datang menjerit keras melihat tuan nya ambruk ketanah, Ia tidak cepat datang karena niko hanya sekali menekan tombol darurat, Karena biasa nya niko menekan tiga kali jika keadaan benar benar genting.
"Tuan bertahan lah." Panik deri.
Segera deri dan anak buah nya membawa niko menuju rumah sakit untuk menyelamat kan tuan nya, Terlebih niko juga mendapat tembakan di dada.
"Tuan bangun lah tuan!" Ucap deri yang memangku kepala niko.
Sampai di rumah sakit niko langsung di sambut dokter, Mereka menggiring niko untuk memasuki ruang operasi.
__ADS_1
*****
Jesslyn yang mengendarai mobil nya menuju kantor masih terngiang ngiang ungkapan cinta niko, Tidak di pungkiri kalau niko masih mampu menarik perhatian gadis muda.
"Dia cukup tampan tapi usia nya terlalu tua." Batin jesslyn.
Di pikiran nya jesslyn membayang kan jika mereka sampai menikah dan punya anak, Lalu anak mereka malah memanggil niko dengan sebutan kakek.
"Bagaimana jika nanti anak ku masih sekolah dasar dan dia sudah meninggal, Masa aku jadi janda lagi." Gumam jesslyn.
Sampai di kantor pun jesslyn masih teringat niko, Entah kenapa bayangan niko selalu mengiasi mata nya.
"Selamat siang nona." Sapa malika.
"Eeh kedelai hitam kata nya kau sakit ?" Tanya jesslyn mendekati asisten nya.
"Saya berdusta nona." Malika mengakui.
"Berani berani nya kau berdusta pada bos mu, Kau berbohong karena tidak mau ku ajak kehotel itu kan." Kesal jesslyn.
"Lalu anda mau apa nona ?" Tantang malika.
"Heh sialan kau kecap, Mau ku pecat kau dari sini." Teriak jesslyn.
"Silah kan jika anda bisa, Karena saya tangan kanan tuan kenzo." Seringai kedelai hitam.
Jesslyn hanya bisa menghentak hentak kan kaki nya karena kesal, Malika anak buah langsung dari kenzo. Jadi jesslyn tidak bisa memecat nya, Kecuali mendapat izin dari kakak sulung nya.
"Terkadang kita tidak bisa bergantung terus pada orang lain nona, Kita harus bisa mandiri agar tidak merepot kan orang." Nasihat malika.
"Tapi kan aku takut!" Kesal jesslyn.
__ADS_1
"Takut bukan alasan nona, Jika kita minta tolong pada orang maka pasti ada imbalan nya." Ucap malika.
Mendengar ucapan malika, Jesslyn jadi tersinggung karena tadi ia minta tolong pada niko untuk menemani nya masuk hotel dan niko meminta imbalan ciuman sekaligus remasan plus *******.