
Bram beserta kedua anak dan mama nya sudah sampai di kediaman Alsava adriani, tidak hanya mereka tetapi Adik dari almarhum papa nya pun ikut mengantar Bram melamar wanita pujaan hati nya sebagai wakil yang menggantikan alm.papa Bram. panggil aja dia om Tio.
Nek Tami beserta pak RT dan beberapa tetangga Sava pun menyambut kedatangan mereka dengan antusias, terlihat Bram yang mengenakan Baju Batik berwarna senada dengan gamis yang di pakai Sava karna mereka sengaja memakai baju couple.
" ASSALAMUALAIKUM !" Ujar Rombongan Bram hampir serentak.
" Wa'allaikum salam, Silakan masuk pak bu. di maklum ya seadaanya !" Sambut Nek Tami dengan Ramah lalu bercepika-cepiki dengan Oma Rasty.
" Santai aja bu, ini aja udah alhamdulillah banget bisa di sambut seperti ini !" Jawab Oma Rasty senang dengan antusias para tamu yang hadir untuk menyambut mereka.
Rhea dan Elzo menyalami mereka satu per satu bergantian begitu pun dengan Om Tio dan Tante Friska istri nya, di sana juga ada anak Lelaki mereka yang berusia 3 tahun lebih muda dari Bram yang bernama Seno Lalu mereka memberikan seserahan Lamaran untuk Sava pada pihak perempuan, semua tetangga Sava yang menerima seserahan itu nampak kagum melihat isi nya yang barang mahal semua.
Nek Tami mengajak keluarga Bram untuk duduk di ruang Tamu sederhana milik nya, Tidak ada yang di rubah dari ruangan itu hanya saja di sisi pojok ruangan di hias sedemikian rupa untuk acara Lamaran mereka.
Sedari tadi Bram celingukan mencari Sava yang belum terlihat batang hidung nya dan itu di perhatikan oleh Om Tio.
" Ekhm kaya nya calom mempelai lelaki sudah tidak sabar untuk melihat calon mempelai perempuan !" Goda lelaki berusia 65 tahun itu yang masih nampak gagah di usia senja nya.
Mereka semua terkekeh mendengar gurauan Om Tio sedangkan Bram nampak memerah wajah nya karna malu.
" Oke acara nya kita mulai saja, sebelum nya kita panggilin dulu calon mempelai wanita nya !" Ujar pak RT Sebagai wakil dari Sava.
Akhir nya Sava di panggil oleh salah satu tetangga Yang hadir di acara itu, Nampak mereka yang sedang berbincang seketika diam saat Sava hadir dengan wajah yang nampak Cantik dengan make up sederhana, Bram Sampai tidak dapat memalingkan wajah nya dari Wanita itu sampai senggolan dari Oma Rasty menyadarkan nya.
" Nah calon pengantin perempuan nya sudah datang, kita mulai saja acara lamaran nya, silahkan untuk pihak laki-laki !" Ujar Pak RT saat Sava sudah duduk di samping Nek Tami.
" Bismillah... perkenalkan saya Bramantio Daniel Dirgantara berniat melamar Alsava adriani untuk menjadi istri sekaligus ibu untuk kedua anak saya Rhea dan Elzo, Alsava apa kamu bersedia menerima Lamaran dari saya menemani Saya sampai maut memisahkan dan menjadi ibu untuk anak-anak saya ?" Ujar Bram to the point.
Sava mendongak kan kepala nya guna menatap Bram melirik ke arah Nek Tami dan mendapat anggukan dari wanita tua itu.
" Bismillah,, Saya Alsava Adriani bersedia menerima Lamaran dari Mas Bramantio Daniel Dirgantara untuk menjadi istri sekaligus ibu untuk Rhea dan Elzo !" Jawab Sava dengan senyum manis nya.
Semua yang hadir megucap hamdalah acara pun di lanjut mereka semua mengobrol santai sampai Nek Tami mengajak mereka makan dan mencicipi hidangan yang Lain.
__ADS_1
Bram menghampiri Sava yang sedang bersama Rhea dan Oma Rasty karna tadi ia diajak ngobrol oleh pak RT.
" Tuh pangeran nya nyariin !" Celetuk Rhea saat melihat Bram mendekati mereka.
Sava menoleh ke arah yang di tunjuk oleh Rhea seketika jantung nya serasa mau copot melihat Bram dengan gagah nya berjalan menghampiri mereka, karna sejak awal acara mereka belum sempet berbincang berdua.
" Sayang !" panggil Bram.
" Sayang nya yang mana nih ?" Tanya Rhea menggoda papi nya membuat Bram berdecak sebal dan Sava memalingkan wajah nya malu.
" Anak kecil Rese banget sih, Sana Sana !" Cebik Bram sambil menggeser Rhea yang duduk di sebelah Sava dan itu membuat Rhea dongkol dengan sang papi.
" Ish ganggu aja kan bisa duduk di sebelah Oma !" Gerutu Rhea sambil berpindah ke sebelah Oma Rasty tapi Bram hanya mengedikan bahu acuh sementara Oma Rasty terkekeh.
" Kamu cantik banget sih pake hijab kaya gini !" Gombal Bram membuat Sava merona.
" Dih papi sejak kapan jadi tukang gombal ?" Tanya Rhea terkejut mendengar ucapan sang papi.
" Rhe makan gih, ganggu papi aja tau gak !" Decak Bram menatap tajam mengusir anak gadis nya yang selalu mengganggu kemesraan diri nya dengan Sava.
" Mas gak makan ?" Tanya Sava membuat Bram menoleh ke arah nya.
" Pengen makan sama kamu sayang !" Jawab Bram yang memang berniat mengajak Sava makan bersama.
" Ya udah yuk !" Ajak Sava.
" Tante ayok makan dulu, Rhe ayok !" Lanjut Sava sambil beranjak dari duduk nya.
Akhir nya mereka semua mengikuti Sava menuju meja berisi berbagai macam makanan dan meja satu lagi berisi berbagai macam kue.
" Ayo sini buk makan dulu, di cicipin kue nya !" Ujar Nek Tami sambil menuju meja tersebut bersama Oma Rasty.
" Iya bu pasti di cicipin semua tenang aja !" Jawab Oma Rasty di sambut kekehan oleh yang lain.
__ADS_1
Sava mengajak Bram untuk duduk di ruang tamu sedangkan yang Lain memilih mengobrol di depan rumah yang sengaja di pasang tenda.
" Elzo mana mas ?" Tanya Sava seraya celingukan mencari anak bujang Bram.
" Paling sama om Tio !" Jawab Bram acuh karna ia tau kalau Elzo pasti bersama kakek nya.
" Udah makan belum itu anak ?" Tanya Sava lagi.
" Udah kaya nya tadi bareng Seno !" Sahut Bram sambil menikmati makanan nya.
" Kamu cantik banget sayang!" Lanjut Bram tidak henti-hentinya mengagumi Sava.
" Masss udah deh dari tadi gombal terus !" Ujar Sava malu-malu.
" Mas serius sayang, kamu cantik pake hijab !" Jawab Bram sambil menatap lekat ke arah Sava.
" Insya allah Sa bakal istiqomah kedepan nya untuk berhijab, Mas gak keberatan kan kalo Sa hijab ?" Tanya Sava karna ia takut nanti Bram tidak setuju kalau ia berhijab secara Bram seorang pengusaha dan ingin mempunyai istri yang tampil seksi dan glamour seperti yang suka ia baca di novel-novel online.
" Suka, suka banget malah. Mas seneng kalo kamu mau berhijab !" Jawab Bram cepat tidak ketinggalan senyum menawan nya yang membuat siapa saja yang melihat nya pasti akan terpesona.
" Makasih Mas !" Ujar Sava.
" Pernikahan nya di percepat aja ya sayang, Mas gak sabar buat halalin kamu !" Rengek Bram gemas melihat wajah Sava.
Sava Langsung memukul pelan lengan kekar Bram karna merasa malu mendengar ucapan calon suami nya itu.
" Isshhh Sabar Mas cuma tinggal dua minggu lagi !" Desis Sava membuat Bram memanyunkan bibir nya.
" Lama sayang, gimana kalo besok aja akad nya !" Tawar Bram tapi di acuhkan oleh Sava dan wanita itu memilih beranjak menghanpiri calon anak sambung nya yang sedang bersama Nek Tami dan Oma Rasty.
" Lah sayang kok Mas di tinggal !" Pekik Bram membuat mereka semua melihat ke arah nya, Bram langsung tersadar hanya mampu menyengir menujukan gigi rapih nya.
***terima kasih sudah setia mendukung karya othor ā¤
__ADS_1
Luv yu š***