Jodoh Ku Pak Duda

Jodoh Ku Pak Duda
episode 87 : belanja kebutuhan debay


__ADS_3

Sudah satu minggu lewat sejak kepulangan mommy Salma dan Daddy Satya, hari ini Sava berniat untuk memenuhi isi kamar untuk calon anak nya walaupun sebelum nya Nek Tami dan Oma Rasty sudah membelikan semua keperluan untuk calon cucu mereka begitu pun dengan diri nya dan suami yang sudah sempat berbelanja beberapa kebutuhan calon bayi mereka.


Sava berniat mengajak Rhea tapi ia tidak enak dengan Diki karna mengingat kondisi Diki yang masih belum pulih.


" Kenapa Sayang ?" Tanya Bram pada istri nya yang saat ini terlihat gelisah, saat ini Bram baru saja keluar dari kamar mandi karna ia akan menemani sang istri membeli kebutuhan calon anak mereka.


" Emm sebenar nya Sa pengen ngajak Rhe pih buat ikut belanja kebutuhan dedek, Tapi Sa gak enak sama bang Diki !" Jawab Sava mengutarakan kegundahan hati nya.


Bram menghela nafas sejenak melihat ke arah sang istri yang beberapa hari lagi akan melahirkan buah hati nya, Ia tau Sava sangat ingin mengajak Rhea karna semenjak menikah Rhea sudah jarang berkumpul dengan mereka karna sibuk mengurus Diki, Ya walaupun setiap hari bertemu tetap saja sudah tidak sesering dulu.


" Coba ngomong dulu nanti kalau gak boleh ya udah kita bertiga aja !" Ujar Bram memberi saran pada sang istri, dan maksud nya mereka bertiga saja itu karna Elzo akan ikut bersama mereka karna kebetulan ini hari weekend jadi putra Dirgantara itu sedang libur sekolah.


" Ya udah deh Sa ke kamar Rhe dulu sebentar !" Sahut Sava yang setuju dengan saran sang suami.


" Hati-hati sayang, pelan-pelan jalan nya !" Peringatan Bram mode posesif on.


Sava menoleh ke arah sang suami karna ia sudah sampai di ambang pintu kemudian ia mengangguk dan tersenyum kecil menanggapi nya.


Sava pun memutuskan ke kamar Rhea yang berada di lantai satu juga karna semenjak menikah dengan Diki ia memutuskan untuk pindah kamar mengingat kondisi sang suami yang seperti itu agar memudahkan mereka.


TOK TOK TOK


Sava mengetuk pintu kamar Rhea tidak lama kemudian pintu kamar itupun terbuka menampakan orang yang sedang Sava cari.


" Bunda !" Ujar Rhea lalu mempersilakan Sava masuk ke dalam kamar nya.


Begitu Sava masuk ia melihat Diki yang sedang duduk di tepi Ranjang dengan kepala nya yang ia sandarkan menggukan bantal yang di tumpuk, Diki menyapa ibu mertua nya itu dan hanya di balas anggukan oleh Sava.

__ADS_1


" Ada apa bunda kok bunda ke kamar Rhe ?" Tanya Rhea pada Sava langsung menyadarkan Sava dari pikiran nya.


" Bunda mau pergi beli perlengkapan dedek sama papi dan Elzo, Rhe mau ikut gak ?" Ujar Sava membuat Rhea reflek melihat ke arah sang suami dan itu tidak luput dari pandangan Sava.


" Kalo Rhe gak bisa gapapa, bunda cuma takut nanti Rhe kecarian kalo bunda gak bilang mau pergi !" Lanjut Sava karna ia mengerti kondisi Rhea yang tidak mungkin meninggalkan suami nya sendiri di rumah.


Diki sebenar nya mendengar pembicaraan mereka tetapi ia sungkan untuk ikut campur.


" Emm gimana ya Bun sebenar nya Rhe pengen ikut tapi gak mungkin kan Rhe tinggalin abang sendiri di rumah !" Sahut Rhea bingung dan ia pun merasa tidak enak dengan ibu sambung nya itu.


Sava mengangguk dan tersenyum pertanda ia mengerti dengan kondisi Rhea.


" Iya gapapa !" Ucap Sava kemudian ia hendak berdiri tetapi tertahan saat Diki membuka suara nya.


" Emm maaf ay, kamu boleh kok ikut bunda tapi boleh gak abang juga pengen ikut belanja kebutuhan calon adik ipar itung-itung abang refreshing bosen di rumah terus !" Ujar Dik Ragu karna ia sebenarnya tidak enak dengan Sava tetapi ia juga tidak tega melihat sang istri karna Diki tau Rhea sangat ingin ikut membeli kebutuhan calon adik nya.


" Abang serius ?" Tanya Rhea tidak percaya dan Diki pun mengangguk sebagai jawaban membuat Rhea memekik senang dan Sava pun Diam-Diam juga tersenyum senang.


" Pih Rhe ikut kata nya, Bang Diki juga mau ikut pengen refreshing kata nya !" Ujar Sava senang saat ia memasuki kamar membuat Bram terperanjat kaget karna suara Sava yang begitu melengking.


" Pelan-Pelan bun inget kamu lagi hamil !" Cetus Bram khawatir karna melihat istri nya berjalan dengan cepat.


Sava memasang cengiran khas nya dan langsung memperbaiki cara jalan nya menjadi lebih santai karna saking semangat nya karna Rhea akan ikut mencari perlengkapan calon debay.


" Maaf pih abis Sa seneng banget Rhe ikut !" Ujar Sava seraya menghampiri sang suami yang baru saja selesai menata rambut nya sedangkan ia sudah rapih sedari tadi.


" Elzo sudah siap ?" Tanya Bram menarik istri nya untuk duduk di pangkuan nya membuat Sava spontan mengalungkan tangan nya ke leher sang suami.

__ADS_1


" Udah sih tadi pas bunda balik ke sini Elzo baru turun dari kamar nya !" Sahut Sava membuat Bram mengangguk tanda mengerti.


" Turunin ah Sa berat tau, Papi itu seneng banget sih mangku Sa !" Lanjut Sava yang sebenar nya merasa risih karna saat ini tangan Bram sedang dalam mode aktif.


" Bunda itu ringan dan papi masih kuat gendong bunda walaupun di perut bunda ada tiga janin sekaligus !" Ceplos Bram membuat Sava terkekeh gemas mendengar nya.


" Emang Sa kucing sekali hamil langsung tiga !" Celetuk Sava membuat kedua nya terkekeh.


" Ya udah yuk takut anak-anak udah pada nunggu !" Lanjut Sava seraya beranjak dari pangkuan Bram.


Bram langsung melabuhkan kecupan di kening sang istri kemudian mereka berdua pun keluar dari kamar.


" Yuk berangkat sekarang !" Ujar Bram pada ketiga anak dan menantu nya.


Mereka pun bergegas keluar dari rumah, mereka menggunakan dua mobil satu Bram dan Sava yang di antar oleh supir sedangkan mobil satu nya Elzo yang menyetir dengan Diki dan Rhea sebagai penumpang nya.


Empat puluh lima menit kemudian mereka tiba di salah satu mall terbesar di ibu kota dan mereka pun langsung masuk ke dalam dengan Elzo yang mendorong kursi Roda Diki menggantikan Rhea yang berjalan bersama sang bunda, sedangkan Bram hanya bisa berjalan di samping mereka karna takut terjadi apa-apa dengan sang istri.


" Perlengkapan baby di lantai berapa sih ?" Tanya Sava yang mendadak lupa padahal ia pernah membeli perlengkapan bayi di mall ini sebelum nya.


" Di lantai 4 bun !" Jawab Rhea karna waktu itu ia juga ikut.


Mereka pun menuju lift untuk naik ke lantai 4 mengingat kondisi dua orang yang harus di jaga ketat tidak mungkin mereka menggunakan escalator.


♡♡♡


♡♡♡

__ADS_1


***jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian ya para kesayangan 😊😉 maaaccciiihhhh 🙏😘


LUV YU ❤️❤️❤️❤️❤️***


__ADS_2