
" Pasien mengalami luka ringan di bagian kepala nya dan kami sudah melakukan tindakan sampai saat ini pasien masih belum sadar kan diri karna obat bius yang kami suntikan dan juga mengalami keretakan di kaki bagian kanan, sedangkan nyonya Salma mengalami patah tulang di bagian tangan kiri dan kaki saya akan memindahkan kedua pasien ke rumah rawat inap !" Ujar sang dokter membuat Daddy satya dan Rhea menghela nafas mendengar ucapan sang dokter walau begitu mereka bersyukur karna Diki dan mommy Salma tidak sampai harus melakukan operasi.
" Baik dok terima kasih !" Jawab Daddy satyq sedangkan Rhea hanya melempar senyum tipis pada sang dokter karna pikiran nya saat ini sedang bercabang karna memikirkan kondisi calon suami dan ibu mertua nya.
Daddy satya langsung menoleh ke arah calon menantu nya dan mengangguk kan kepala tanda bahwa semua akan baik-baik saja dan Rhea hanya mampu membalas dengan senyum getir nya karna ia merasa sangat khawatir dengan keadaan kedua ny, tidak lama kemudian Bram dan Sava pun tiba karna Bram harus menunggu Sava yang lumayan kesulitan berjalan karna tengah hamil besar.
" Pak Satya bagaimana keadaan Diki ?" Tanya Bram pada calon besan nya itu sedangkan Sava sudah memeluk Rhea yang nampak menahan tangis nya sedari tadi.
" Diki mengalami luka di bagian kepala nya dan keretakan di kaki kanan sedang kan mommy nya mengalami patah tulang di tangan dan kaki nya !" Sahut Daddy satya membuat papi Bram menaikan sebelah alis nya begitu pun dengan Sava yang terkejut mendengar bahwa calon besan nya juga ada bersama Diki karna ia kira Diki mengalami kecelakaan setelah mengantar kan mommy Salma pulang.
" Bu Salma juga bersama Diki ?" Tanya papi Bram dan di angguki oleh Daddy satya.
" Terus bagaimana keadaan mereka sekarang ?" Tanya Papi Bram lagi.
" Sudah di tangani oleh dokter dan sedang di pindah kan ke ruang rawat inap !" Jawab Daddy Satya.
Setelah menunggu hampir setengah jam akhir nya mereka di perboleh kan menjenguk kedua pasien dan Daddy satya sengaja menempat kan anak dan istri nya dalam satu ruangan VVIP agar tidak repot jika menjaga nya.
" Abang !" Lirih Rhea seraya terisak saat melihat Diki yang sudah siuman dengan kepala yang di perban dan kaki yang di gips begitu pun dengan Mommy Salma yang sudah sadar kan diri lebih dulu dari Diki.
" Jangan nangis ay abang gapapa !" Ujar Diki lirih dengan senyum tipis nya.
Rhea menghambur ke pelukan calon suami nya membuat Diki mengaduh karna luka di beberapa bagian tubuh nya tersenggol oleh gadis itu.
" Ssshhh !" Desis Diki membuat Rhea melepaskan pelukan nya dan menatap dengan penuh rasa bersalah karna sudah membuat Diki kesakitan.
__ADS_1
" Maaf !" Gumam Rhea membuat Diki terkekeh.
" Calon istri abang cengeng !" Ledek Diki karna melihat mata dan hidung Rhea yang memerah akibat banyak menangis.
" Rhe khawatir abang !" Ucap Rhea dengan nada merajuk karna Diki malah meledek nya padahal tadi ia sudah membayangkan yang tidak-tidak akan keadaan lelaki itu tapi lihat lah sekarang bahkan ia sudah bisa meledek diri nya.
" Abang itu kuat jadi luka segini mah kecil hehe !" Sahut Diki sambil terkekeh membuat Rhea mencebikan bibir nya sebal.
" Rese, di khawatir in malah cekikikan !" Sungut Rhea tapi sebelum Diki menjawab mereka mendengar deheman seseorang.
" Ehmm, cuma Iky nih aja yang di khawtirin mommy engga ?" Goda mommy Salma yang tangan nya sudah di pasang gips begitu pun dengan kaki nya.
Rhea langsung menghambur ke dalam pelukan calon mertua nya dan kembali menangis karna ia pun sangat khawatir dengan keadaan mommy Salma.
" Mommy, Rhe juga khawatir sama mommy, Rhe kira tadi abang kecelakaan sendiri tau nya mommy juga !" Ujar Rhea setelah melepaskan pelukan nya dan mencium pipi calon ibu mertua nya.
" Emm maaf menyela, lalu bagaimana dengan pernikahan mereka karna itu akan di laksanakan minggu depan, melihat keadaan kalian yang seperti ini apa perlu saya undur acara nya?" Ujar Bram menanyakan kepastian tentang pernikahan putri nya.
" Saya bakal tetap menikahi Rhea di hari yang sudah di tetap kan tapi mungkin untuk acara Resepsi akan di undur sampai keadaan kita pulih !" Jawab Diki tegas sambil melihat manik mata calon mertua nya itu mengkode bahwa ia serius menikahi Rhea.
" Oke kalau begitu saya akan urus karna undangan sudah terlanjur tersebar !" Ujar Papi Bram lagi membuat Diki menghela nafas lega karna calon papa mertua nya tidak membatalkan pernikahan mereka mengingat kondisi Diki yang seperti ini.
" Saya juga akan meminta asisten saya untuk memberi tau para Kolega yang sudah terlanjur menerima undangan, dan untuk masalah persiapan Daddy akan meminta Ken yang mengurus !" Sambung Daddy Satya dan di angguki oleh semua nya.
Diki melirik ke arah calon istri nya dan menggoda Rhea supaya mendekat ke arah nya karna saat ini posisi Rhea sedang berada di brankar mommy Salma.
__ADS_1
" Ay apa kamu keberatan kalau kita ijab kobul dulu dan Resepsi nya menyusul nanti sampai abang sembuh ?" Tanya Diki karna ia tidak ingin membuat Rhea kecewa.
" Rhe gimana baik nya aja yang penting abang sehat lagi, gak pake Resepsi pun Rhe oke !" Jawab Rhea membuat Diki tersenyum Lega.
" Kita atur lagi nanti !" Ujar Diki dan di angguki oleh Rhea.
Tidak lama dokter kembali masuk untuk memeriksa keadaan Diki dan mommy Salma, kedua nya harus melakukan terapi pada tukang yang retak maupun patah.
Setelah berbincang cukup lama Bram dan Sava pun berpamitan pada Mereka karna Bram harus kembali ke kantor karna pekerjaan nya masih belum selesai dan ia juga khawatir jika sang istri terlalu lama berada di rumah sakit dalam keadaan hamil.
Rhea izin dengan papi dan bunda nya untuk menginap di RS karna ia ingin menjaga calon suami dan calon mertua nya sementara Daddy satya ia suruh istirahat di rumah nanti malam.
" Ya udah nanti bunda minta tolong sama pak supir buat anter keperluan kamu !" Ujar Sava sebelum diri nya pamit tadi.
Setelah kepergian papi dan bunda nya Rhea kembali menghampiri brankar milik Diki karna mommy salma sudah di temani oleh Daddy satya.
" Abang mau buah ?" Tanya Rhea. Diki menggelengkan kepala nya tanda ia tidak ingin.
" Engga, abang cuma pengen mandangin kamu aja !" Sahut Diki dengan jurus gombalan maut nya yang membuat pipi Rhea nampak merona.
" Nyebelin !" Cebik Rhea dan di balas kekehan oleh Diki.
♡♥︎♡
♡♥︎♡
__ADS_1
***JANGAN LUPA TINGGAL KAN JEJAK KALIAN YA PARA KESAYANGAN 😍 MAAACCCIIHHHHHH 🙏😊
LUV YU ❤️❤️❤️❤️❤️***