
Beberapa saat kemudian mereka tiba di loby rumah sakit dan dengan cepat Bram membawa sang istri ke dalam untuk di periksa karna ia sungguh sangat merasa khawatir dengan keadaan Sava yang sampai saat ini belum sadar kan diri juga.
" Sayang bangun jangan bikin Mas khawatir !" Gumam Bram lirih di tengah langkah nya mengikuti brankar yang di dorong oleh beberapa perawat.
Bram tidak melepaskan genggaman tangan nya dari tangan sang istri hingga mereka tiba di sebuah ruangan dan Bram di larang masuk oleh perawat, awal nya Bram kekeuh ingin ikut masuk ke dalam untuk memastikan keadaan sang istri tapi kedua anak nya berhasil menenangkan Bram yang terlihat kalut.
" Kita bantu doa dari sini pih semoga bunda gak kenapa-napa !" Ucap Elzo berusaha menenangkan sang papi walaupun sebenarnya ia pun sama panik nya dengan papi dan kaka nya itu yang masih terisak sampai saat ini.
Bram hanya mengangguk mendengar ucapan sang putra dan menyandar kan badan nya di tembok depan ruangan tersebut, dengan mengusap wajah kasar Bram merutuki diri nya yang tidak menyadari keadaan sang istri yang tidak baik.
" Udah kak gak usah nangis terus malu tuh di liatin sama orang !" Ucap Elzo mendekati sang kaka yang terisak di kursi tunggu pasien.
" Bunda gapapa kan El ?" Tanya Rhea di tengah isak tangis nya.
" Insya allah bunda akan baik-baik saja, kita berdoa buat bunda !" Jawab Elzo agar sang kaka tenang dan tidak menangis lagi.
Rhea pun mencoba menghentikan tangisan nya walaupun masih sedikit sesegukan dan bibir nya terus berkomat-kamit merapalkan doa untuk sang bunda.
CEKLEK
Tidak lama pintu ruangan tersebut terbuka dan dokter keluar dari dalam ruangan itu.
" Keluarga pasien Alsava adriana !" Panggil dokter tersebut, sebelum nya Elzo sudah lebih dulu mengurus semua nya karna ia yakin jika sang papi tidak akan ingat dengan hal itu karna terlalu panik.
" Saya dok, saya suami nya. gimana keadaan istri saya? apa dia baik-baik aja ?" Sahut Bram mencecar banyak pertanyaan.
" Keadaan ibu Sava tidak ada yang mengkhawatir kan, dan sebaik nya saran saya ibu Sava di bawa ke dokter obgyn karna menurut perkiraan saya ibu Sava saat ini sedang dalam keadaan hamil !" Jelas dokter membuat Bram ngebug beberapa saat tapi setelah itu ia langsung tersadar mendengar kalimat terakhir sang dokter.
" M maksud dokter istri saya hamil gitu ?" Tanya Bram berusaha meyakinkan diri nya sendiri karna ia takut salah dengar.
" Iya pak, tapi ini baru perkiraan saya maka dari itu saya saran kan agar ibu Sava di periksa lebih lanjut di dokter obgyn !" Jawab Sang dokter.
Bram mengangguk antusias tanpa bisa berkata-kata lagi karna jujur perasaan nya sekarang sangat bahagia, akhir nya setelah menanti selama satu tahun ia akan memiliki anak dengan Sava istri kecil nya.
__ADS_1
Rhea dan Elzo pun tidak kalah terkejut mendengar perkataan dokter yang mengatakan bahwa Sava sedang mengandung saat ini, mereka turut senang akan memiliki adik tetapi sisi egois mereka juga muncul karna mereka tidak mengira di usia mereka saat ini mereka akan mempunyai Adik lagi.
Dokter pun pamit undur diri dan Sava pun akan segera di pindah kan keruang rawat inap.
" Rhe El apa kalian gak suka jika bunda hamil ?" Tanya Bram saat melihat ekspresi kedua anak nya yang sulit di artikan.
" Rhe seneng kok pih seneng banget malah, cuma masih gak nyangka aja kalo di usia Rhe yang segini bakal punya adik lagi hahaha !" Sahut Rhea sedikit terkekeh di akhir kalimat.
Elzo pun mengangguk setuju mendengar ucapan sang kaka karna ia pun merasakan hal yang sama.
" El juga pih !" Ucap Elzo membuat Bram menghela nafas lega karna tadi ia sempat merasa khawatir takut jika kedua anak nya menolak mempunyai Adik lagi.
**
Sava sudah di pindahkan ke ruang rawat inap dan Bram memesan kamar VVIP untuk sang istri karna ia ingin yang terbaik untuk istri kecil nya itu yang sekarang sedang mengandung buah hati mereka.
Sava sudah sadar dan langsung mendapat pelukan serta ciuman dari Sang suami dan kedua anak sambung nya.
" Sa kenapa Mas, dan ini kita kok di rumah sakit !" Ucap Sava tanpa menjawab pertanyaan Sang suami.
" Tadi sayang pingsan di rumah terus Mas sama anak-anak bawa kamu ke rumah sakit !" Jawab Bram sambil mengelus pucuk kepala Sava.
" Sayang di sini sekarang sudah ada buah hati kita !" Lanjut Bram sambil mengelus perut Sava yang masih nampak datar itu.
Sava mengernyit bingung mendengar ucapan sang suami tapi tidak lama ia pun ikut mengelus perut nya sendiri dengan mata berkaca-kaca.
" S Sa hamil Mas ?" Tanya Sava terbata.
Bram mengangguk haru " Iya sayang !" Jawab Bram.
Sava langsung menangis haru sambil mengusap perut datar nya, ia tidak menyangka akhir nya setelah penantian selama satu tahun akhir nya ia di percaya oleh yang maha kuasa untuk mengandung buah hati nya bersama Bram.
" Sebentar lagi dokter kandungan datang untuk periksa kamu karna tadi baru perkiraan dokter umum saja sayang !" Ucap Bram hati-hati Sava hanya mengangguk dan menoleh ke arah suami nya sekilas.
__ADS_1
Tiba-tiba Sava mengalihkan pandangan nya ke arah kedua anak sambung nya itu yang sedari tadi menatap diri nya dengan tatapan yang sulit Sava jelaskan.
" Rhe El ?" Panggil Sava lirih pada kedua nya.
Rhea berjalan mendekati sang bunda dan langsung menangis di pelukan wanita yang sudah setahun menjadi ibu nya.
" Selamat bunda, sehat-sehat ya kalian berdua !" Ucap Rhea membuat Sava tersenyum haru.
" Rhe gak marah ?" Cicit Sava membuat Rhea menaikan sebelah alis nya bingung.
" Marah kenapa ?" Tanya Rhea.
" Karna bunda hamil !" Jawab Sava lirih sambil menunduk.
" Hahaha bunda ada-ada aja, justru Rhe yang takut jika nanti bunda berubah karna sudah ada adik bayi di perut bunda !" Kekeh Rhea tapi berubah sendu di akhir kalimat
Sava mendongak guna menatap sang anak sambung ia tidak menyangka jika Rhea mempunyai fikiran seperti itu karna bagaimana pun Sava sangat menyayangi anak gadis nya itu.
" Rhe bakal tetap jadi anak sulung bunda walaupun bunda melahirkan sepuluh anak sekalipun, karna bunda sayang sama Rhe sama seperti bunda sayang dengan adik bayi begitupun dengan Elzo kalian akan tetap jadi kesayangan bunda !" Ucap Sava membuat Rhea kembali memeluk ibu sambung nya itu karna merasa terharu akan kasih sayang yang Sava berikan pada diri nya juga sang adik.
" Makasih bunda !" Bisik Rhea.
Bram terharu melihat kedua nya apalagi saat mendengar perkataan Sava tadi, dalam hati ia terus mengucap syukur pada sang maha kuasa karna sudah menghadirkan bidadari seperti Sava di kehidupan mereka.
" Kamu lihat del wanita yang kamu bilang pantas menjadi pendamping aku untuk menggantikan kamu setiap kamu hadir di mimpi aku, ternyata kamu benar dia adalah malaikat tanpa sayap yang di kirim tuhan untuk mengobati lara di kehidupan kami setelah kepergian kamu beberapa tahun yang lalu, sekarang kamu gak perlu khawatir lagi dengan aku dan anak-anak kita karna dia sangat menjaga kami, yang tenang di sana Del sampai kapan pun kamu tetap berada di hati kami !" Batin Bram.
**
**
***jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian ya para kesayangan biar othor makin semangat up nya 💪terima kasihhh 🥰
Luv yu ❤***
__ADS_1