Jodoh Ku Pak Duda

Jodoh Ku Pak Duda
episode 88 : lounching dadakan


__ADS_3

Mereka semua sudah tiba di lantai 4 mall tersebut, tempat di mana waktu itu Sava dan yang lain nya juga membeli kebutuhan dedek di sana.


Rhea sedari tadi nampak memerperhatikan sang bunda yang seperti meringis menahan sakit tetapi ia tidak berani bertanya karna takut yang lain malah menjadi ikut khawatir.


Sedangkan Sava sedari tadi menahan rasa mulas nya yang entah kenapa rasa mulas itu semakin menjadi dan keringat dingin pun ikut keluar dari kening nya.


Bram yang peka terhadap sang istri pun jadi ikut merasa curiga karna melihat gelagat aneh yang di tunjukkan oleh raut wajah Sang istri.


" Kamu Kenapa Sayang ?" Tanya papi Bram sontak saja mereka semua langsung menengok spontan ke arah Sava.


" Bunda dari tadi kaya meringis nahan sakit gitu pih !" Bukan Sava yang menjawab melainkan Rhea karna Sava sedari tadi hanya diam saja sambil memejamkan mata nya.


" Kita ke rumah sakit ya ?" Ujar Bram karna firasat nya mengatakan jika sang istri akan segera melahirkan buah cinta mereka.


Bram buru-buru menggendong Sava keluar dari store penjual perlengkapan baby di ikuti oleh Elzo, Diki Dan Rhea yang mendorong kursi Roda Diki.


Bram bahkan tidak nampak keberatan sama sekali saat menggendong sang istri dan banyak pasang mata yang memperhatikan mereka terutama pada hot daddy tersebut.


" Rhe kamu ikut mobil papi ya jagain bunda di belakang !" Titah Bram dan diangguki oleh anak perempuan nya.


" El kamu tolong ke rumah minta bibi ambil perlengkapan dedek yang sudah di siapin lalu nanti kamu segera menyusul ke rumah sakit, papi duluan sama kaka !" Sambung Bram lagi dengan nada tegas tak terlihat panik sama sekali karna ini bukan pengalaman pertama nya ia menemani sang istri melahirkan walau berbeda perempuan tapi tetap saja rasa nya Bram sudah sangat mengerti kondisi.


Mereka semua mengangguk pasti dan segera menjalankan apa yang sang papi tugas kan.


" Abang pulang sama Elzo dulu ya,.Rhe ke rumah sakit dulu nanti Rhe kasih kabar ke abang !" Ujar Rhea dan diangguki oleh suami nya itu.


" Hati-hati sayang semoga semua di beri kelancaran !" Do'a tulus Diki dan Rhea pun masuk kedalam mobil untuk menemani sang bunda si kursi penumpang sementara Sava hanya mampu memejamkan mata dan beristigfar berusaha tenang dan tidak panik walau ini pengalaman pertama ia melahirkan tetapi Sava sudah banyak belajar dari kedua Nenek dan tentu saja saat ia kelas hamil dulu.

__ADS_1


Sesekali mata Bram nampak melihat ke arah sang istri lewat kaca spion walau berusaha tenang tetap saja masih ada rasa panik dan khawatir yang menjalar di hati nya dan ia terus saja merapalkan doa untuk keselamatan istri dan calon anak mereka.


" Sabar ya Bun sebentar lagi kita sampai !" Bisik Rhea sambil mengelap dahi Sava yang berkeringat menggunakan tissue.


" Rhe telpon Oma dan nenek mu gih kasih kabar ke mereka kalau bunda mau melahirkan !" Ujar Bram dan langsung di laksanakan oleh Rhea tanpa menjawab.


Setelah menghubungi kedua Nenek tepat saat itu juga mobil yang di kendarai oleh Bram memasuki pelataran rumah sakit.


Bram memberhentikan mobil nya di Lobby rumah sakit dan segera memanggil suster untuk membantu membawa sang istri menggunqkan brankar walaupun bisa saja ia kembali menggendong sang istri seperti tadi tetapi Bram takut Sava kembali tidak nyaman.


" Dokter Selly nya ada sus saya sudah membuat janji dengan nya walaupun belum masuk tanggal persalinan ?" Tanya Bram.


" Sebentar saya akan mengabari pada beliau!" Jawab suster tersebut dan di angguki oleh Bram.


Sava sudah di bawa ke ruang persalinan karna sebelum nya ia sudah mereservasi nya untuk sang istri tapi karna tidak sesuai HPL maka Bram harus kembali mengurus nya.


Bram hanya menangguk dan mengucap kan terima kasih kemudian ia segera menghampiri sang istri yang sudah nampak berbaring lemas di atas brankar.


" Kuat sayang sebentar lagi kita akan ketemu dedek !" Bisik Bram di telinga sang istri.


Sava langsung membuka mata nya yang sedari terpejam akibat menahan sakit yang luar biasa hebat nya kemudian ia tersenyum ke arah sang suami yang sudah menemani nya kurang lebih selama hampir 2 tahun.


" Maafin Sa ya Mas kalau Sa belum bisa menjadi istri yang baik buat mas !" Ujar Sava dengan suara lirih membuat Bram menggelengkan kepala nya tanda tidak setuju dengan ucapan sang istri.


" Engga, kamu itu istri sekaligus ibu terbaik untuk aku dan anak-anak, jadi kamu harus kuat dan semangat karna dedek udah gak sabar mau ketemu Bunda, papi, sama kakak-kakak nya !" Sahut Bram terus memberi semangat pada sang istri.


Sava hanya menanggapi ucapan sang suami dengan senyum nya, tidak lama kemudian dokter sally datang dan memeriksa keadaan Sava.

__ADS_1


" Udah masuk pembukaan 5 ya bu tinggal nunggu 5 pembukaan lagi !" Ujar dokter sally seraya tersenyum hangat pada pasien nya.


" Kira-kira berapa lama lagi Dok ?" Tanya Bram dengan perasaan was-was


" Setiap ibu hamil beda-beda pak ada yang cepet bahkan ada yang lama, jadi ibu bisa pancing pembukaan dengan cara jalan-jalan atau jongkok !" Jawab Dokter sally dan Bram pun mengangguk mengerti.


Kemudian dokter sally pun pamit dan berkata akan kembali setengah jam lagi untuk kembali memeriksa keadaan Sava.


Setelah kepergian dokter sally tidak lama Elzo datang dengan kedua Nenek sementara Diki lebih memilih tinggal di rumah karna ia tidak ingin malah menjadi merepotkan mereka nanti nya, tadi sebelum ke rumah sakit Elzo menjemput kedua Nenek lebih dulu.


" Bunda gimana pih ?" Tanya Elzo saat baru sampai tadi.


" Udah pembukaan lima masih harus nunggu lima pembukaan lagi !" Jawab Bram dan hanya di balas anggukan oleh Elzo walau sebenar nya ia tidak mengerti apa maksud ucapan sang papi tetapi ia tidak mai banyak bertanya saat ini karna melihat raut wajah papi nya yang terlihat kurang baik.


Kedua Nenek sudah masuk ke dalam bergantian menemani Sava karna Bram akan mengurus ruangan untuk sang istri karna kemarin ia sudah sempat memesan kamar perawatan untuk istri dan calon anak mereka.


" Hebat cucu Nenek gak rewel lahiran nya sampe jejeritan!" Puji Nek Tami membuat Sava tersenyum di wajah pucat nya.


" Iya besan padahal baru pertama kali tapi menantu saya sama sekali gak rewel kaya ibu muda lain nya pas lahiran yang sampe jerit-jerit bilang kapok gak mau lahiran lagi tapi tau-tau anak nya udah lima !" Sahut Oma Rasty berkelakar membuat Nek Tami tertawa lepas sedangkan Sava hanya terkekeh kecil saja sebab ia sudah tidak mempunyai tenaga untuk itu.


Sudah tiga jam terlewat akhir nya Sava berhasil melahirkan bayi tampan dengan berat 3,4 kg dan tinggi 5,5 centi membuat mereka semua tersenyum bahagia menyambut kelahiran baby yang sangat mendadak itu.


โ™กโ™ฅ๏ธŽโ™ก


**Hayuu yang mau jenguk dede bayi jangan lupa bawa hadiah ya ๐Ÿ˜†๐Ÿ™


Dan jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak kalian biar echi makin semangat up nya ๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜˜ maaccciiihhhh ๐Ÿ™๐Ÿ˜

__ADS_1


LUV YU โค๏ธโค๏ธโค๏ธโค๏ธโค๏ธ**


__ADS_2