Jodoh Ku Pak Duda

Jodoh Ku Pak Duda
episode 62 : 4 bulanan ( part 2 )


__ADS_3

Sava sudah cantik dengan gamis berwarna Dusty pink lengkap dengan hijab yang berwarna abu-abu muda membuat aura ibu hamil itu semakin terpancar begitu pun dengan Rhea yang mengenakan gamis senada dengan sang bunda kalau Bram dan Elzo mereka sama-sama mengenakan kemeja koko berwarna abu-abu muda sehingga mereka berempat nampak kompak dan serasi.


" Cantik banget si bunda nya dedek bikin papi tambah cinta !" Puji Bram sambil memeluk Sava dari belakang padahal istri nya itu masih sibuk membenarkan riasan.


" Mas misi dulu ih nanti gak rapih-rapih, keburu di mulai acara nya. gak enak ih sama tamu nya!" Gerutu Sava karna sedari Bram terus bergelayut pada nya sehingga membuat Sava merasa risih.


" Orang Mas cuma peluk doang kok masa gak boleh sih ?" Jawab Bram dengan santai dan terus saja memeluk Sava dan mengelus perut nya.


" Ya tapi Sa jadi sudah gerak nya Mas !" Rajuk Sava memanyunkan bibir nya membuat Bram gemas dan langsung mencium bibir mungil itu.


CUP


" Manis rasa stroberi !" Gumam Bram menggoda istri nya membuat Sava bersemu merah.


" Udah ih sana nanti mama sama Nenek nungguin !" Usir Sava dan kali ini lelaki itu pun menurut karna tadi nek Tami dan Oma Rasty sudah dua kali menyusul mereka.


Bram duduk di tepi Ranjang seraya bersedekap dada sambil mata nya terus mengawasi pergerakan Sang istri, dalam hati itu terus mengucap syukur karna allah sangat baik pada nya dengan mengirim Sava di kehidupan nya membuat ia dan kedua anak nya menjadi lebih dekat dan mereka kembali merasakan kehangatan seorang ibu.


" Udah belum sayang ?" Tanya Bram.


" Udah Mas, yuk !" Jawab Sava langsung mengajak sang suami untuk turun ke bawah karna tamu sudah pada berdatangan.


" Hati-hati sayang !" Ucap Bram saat mereka menuruni anak tangga, Sava hanya mengangguk dan tersenyum membalas ucapan suami posesif nya itu.


" Nah ini dia ratu nya sudah datang !" Sambut Oma Rasty.


" Maaf ma lama tadi Sa siap-siap dulu !" Ucap Sava sambil meringis tidak enak hati.


" Gapapa sayang Mama paham !" Jawab Oma Rasty Sambil mengerlingkan mata menggoda bumil itu.


" Yuk acara nya sebentar lagi mau di mulai !" Ajak Nek Tami.


" Iya Nek !" Jawab Sava.

__ADS_1


Mereka pun menuju tempat di mana acara 4 bulanan akan di selenggarakan walaupun cuma pengajian biasa tapi Oma Rasty menyiapkan semua nya dengan epic termasuk dekorasi.


Sava berjalan bersama Rhea dan di belakang nya menyusul Oma Rasty dan Nek Tami sedangkan Bram dan Elzo berjalan paling belakang, kedua lelaki tampan beda usia itu terus saja menarik perhatian para tamu dengan pesona mereka dan sayang jika di lewatkan.


Fabby dan Ina Kedua sahabat SMA Rhea pun hadir untuk melihat prosesi 4 bulanan ibu sambung sahabat mereka, tidak lupa juga teman kerja Sava dulu saat di Restaurant pun hadir karna Bang Diki memberi mereka Izin karna Resto pun juga tutup karna ia harus keluar kota, Restaurant Diki memang bukan Restaurant mewah tapi tempat itu sudah cukup terkenal karna makanan di sana yang sangat memanjakan lidah, para karyawan pun pada betah karna memiliki Bos yang care seperti Diki termasuk Sava kalau saja ia tidak menikah dengan Bram mungkin sampai Saat ini ia pun masih bekerja di Restaurant itu.


Acara di mulai dengan membaca beberapa doa dan di lanjut dengan Sava yang berjualan rujak keliling bersama Rhea.


Setelah itu mereka pun membagikan hampers untuk para tamu dan santunan untuk anak-anak panti..


Hari sudah menjelang senja dan acara 4 bulanan Sava pun sudah selesai dari satu jam yang lalu.


" Istirahat gih sayang, mandi dulu udah sore !" Ucap Oma Rasty pada menantu nya.


" Iya Ma Sa juga capek banget rasa nya ini padahal gak ngapa-ngapain !" Sahut Sava dengan wajah lesu nya.


Bram langsung membawa sang untuk istirahat di kamar setelah ia mengantar beberapa tamu nya hingga depan.


" Sa mau mandi dulu Mas udah sore !" Jawab Sava kemudian ibu hamil itu melenggang menuju kamar mandi.


tidak Lama kemudian Sava sudah selesai membersihkan diri nya dan wajah nya pun sudah nampak lebih segar dari yang tadi, kini giliran Bram yang masuk kamar mandi untuk melakukan ritual yang sama seperti sang istri yaitu membersihkan diri.


Bram keluar dari kamar mandi seraya mengusap rambut nya dengan handuk kecil membuat Sava melongo karna terpesona akan ketahanan suami nya itu.


" Mas tau Mas ganteng, tapi biasa aja dong liatin nya jangan sampe ileran kaya gitu !" Ledek Bram menggoda sang istri membuat Sava reflek mengelap mulut nya membuat Bram terkekeh melihat tingkah menggemaskan sang istri.


" Becanda sayang !" Lanjut Bram saat melihat wajah manyun Sava saat istri nya itu sadar jika ia sudah di kerjai oleh sang suami.


" Masih Capek gak, sini Mas pijitin biar gak capek !" Ucap Bram buru-buru mengalihkan pembicaraan agar istri nya itu tidak ngambek.


" Engga kok Mas, udah mendingan karna tadi pas mandi Sa sempet berendam dulu sebentar di bathup !" Jawab Sava tapi Bram tetap memijat kaki sang istri.


" Gak usah Mas, Sa udah gapapa !" Tolak Sava karna ia merasa tidak enak padahal bukan hanya kali ini Bram melakukan hal seperti itu karna semenjak Sava hamil Bram beralih profesi menjadi tukang pijat karna ia tidak ingin istri nya itu kecapean dan terjadi hal buruk pada kedua nya.

__ADS_1


" Gapapa sayang biar kamu tambah rilexs !" Jawab Bram membuat Sava tersenyum dan menatap haru suami nya, betapa beruntung nya ia bisa mendapatkan lelaki seperti Bram yang paket lengkap sementara ia hanya lah remahan rengginang sisa lebaran.


" Udah cukup Mas, sekarang dedek mau di usap sama papi kata nya !" Ujar Sava agar sang suami menghentikan aksi memijat nya.


Bram langsung menuruti perkataan sang istri ia langsung mengambil tempat berbaring memeluk Sava yang membelakanginya, Bram langsung mengusap perut sang istri yang sudah nampak membucit itu menjadi kebahagian tersendiri untuk nya.


" Lusa periksa kan sayang ?" Tanya Bram membuat Sava sedikit menoleh ke arah sang suami.


" Iya Mas !" Jawab Sava singkat.


" Huftt kaya Mas gak bisa nemenin kamu periksa dedek, soal nya Mas harus keluar kota sama Adi karna ada pekerjaan di sana !" Ucap Bram dengan lesu karna ia harus melewatkan pemeriksaan calon anak nya.


" Gapapa Mas kan emang itu udah tugas Mas, nanti biar Sa minta temenin sama Rhe aja !" Jawab Sava karna ia berusaha mengerti dengan kesibukan sang suami karna memang itu adalah tanggung jawab nya.


" Maaf ya sayang!" Sesal Bram.


" Maaf ya dedek nanti papi gak bisa temenin bunda buat liat dedek !" Lanjut Bram berbicara di depan perut Sava membuat sedikit pergerakan dari calon anak mereka.


Bram dan Sava saling lirik kemudian mereka berdua pun tersenyum bahagia.


" Udah ada gerakan sayang !" Ujar Bram dengan antusias.


" Iya Mas !" Jawab Sava sambil mengangguk senang.


Mereka berdua terus mengobrol hingga waktu solat magrib tiba mereka pun melaksanakan kewajiban itu secara berjamaah bersama yang lain di musholah kecil di dalam rumah itu.


**


**


***Jangan lupa untuk tinggal jejak ya biar othor makin semangat up nya šŸ’ŖšŸ„° terima kasih kesayangan šŸ˜˜šŸ™


Luv yu ā¤ļøā¤ļø***

__ADS_1


__ADS_2