Jodoh Ku Pak Duda

Jodoh Ku Pak Duda
episode 66 : ngeloby bapak nya dulu


__ADS_3

Sudah satu pekan lewat Diki terus gencar mendekati Rhea dan ternyata respon gadis itu cukup baik membuat hati Diki begitu berbunga-bunga.


Diki jadi berpikir untuk meloby Bram lebih dulu karna menurut nya Rhea tidak begitu sulit untuk di dekati karna gadis itu sangat friendly walau tidak sedikit Respon cuek dari gadis itu saat Diki terlalu over mendekati nya.


" Ternyata gak sesulit itu buat ngedeketin kamu Rhe tapi rintangan aku pasti akan lebih sulit karna harus meminta Restu papi kamu yang udah jelas-jelas gak suka sama aku !" Gumam Diki saat ini ia sedang berbalas pesan dengan Rhea.


" Apa aku ikutin saran Daddy buat masuk ke perusahaan biar bisa mendekati Om Bram? secara Daddy sedang ada proyek dengan nya, Tapi aku malas banget kalau harus berurusan dengan perusahaan !" Lanjut nya dengan dilema.


Diki bingung bagaimana cara nya agar ia bisa mendekati Bram tapi tidak membuat laki-laki itu curiga atau ia harus terang-terangan bilang jika ia menyukai putri nya tapi apakah Bram akan dengan mudah merestui nya.


" Arghh gini amat jatuh cinta ada aja halangan nya !" Gemas Diki sambil mengacak rambut nya frustasi.


Ia pun memilih membantu para karyawan nya dan melupakan sejenak rasa bingung nya karna memikirkan cara yang tepat untuk meloby ayah dari wanita yang ia cintai.


°°°°


Waktu makan siang pun tiba Diki pamit pada karyawan nya untuk pulang lebih awal karna ia merasa kepala nya pening akibat terlalu banyak berfikir tentang bagaimana cara mendekati Bram agar lelaki itu mau memberi lampu hijau untuk nya.


Tapi Diki memutus kan untuk mampir lebih dulu ke salah satu mall karna ada sesuatu yang ingin ia beli dan mungkin juga sekalian makan siang di sana.


Langkah nya sangat pasti memasuki mall tersebut tapi saat sampai di depan salah satu Restoran netral menangkap sosok yang sedang ia pikirkan sedari tadi, senyum tipis terbit di bibir nya memikir kan mungkin ini waktu yang tepat untuk mengambil hati calon ayah mertua nya.


Ya benar saja yang di lihat oleh Diki adalah Bram lelaki itu baru saja menyelesaikan meeting nya bersama salah satu rekan bisnis nya dan berniat untuk makan siang terlebih dahulu bersama sang sekertaris sebelum kembali ke kantor.

__ADS_1


" Selamat siang pak Bram, wah tidak menyangka kalau kita bisa bertemu di sini !" Sapa Diki seraya memasang senyum semanis mungkin.


Bram, Lelaki itu menoleh ke asal suara seketika alis nya mengernyit melihat siapa orang yang menyapa nya tadi dan wajah nya langsung berubah masam.


" Selamat siang, Ada perlu apa ya Pak Diki ?" Tanya Bram memasang wajah datar karna sebelum nya Diki tidak pernah menyapa secara pribadi seperti ini dan hal ini tentu saja membuat nya heran.


" Oh engga ada apa-apa pak Bram hanya kebetulan tadi saya melihat anda dan menyapa !" Jawab Diki dengan jantung yang berdegup kencang, jujur saja saat ini ia sebenar nya sedang merasa gugup karna berhadapan dengan ayah dari seorang yang ia cintai tapi Diki berusaha untuk menormal kan raut wajah nya di hadapan Bram.


" Ohh saya kira ada yang penting, jika tidak ada yang penting bisa saya melanjutkan acara makan siang saya yang tertunda karna anda ?" Ucap Bram tajam karna hati nya masih tidak terima karna lelaki di hadapan nya ini pernah mencintai istri tersayang nya.


" Ya allah to the point banget sih calon mertua ngusir nya kaga ada basa-basi nya gitu ngajak lunch bareng!" Ucap Diki dalam hati sambil mata nya mengerjab gugup.


" Boleh saya gabung dengan anda Pak Bram itung-itung sekalian saya belajar bisnis dengan anda ?" Tanya Diki berusaha menekan rasa malu nya agar ia bisa mengambil hati calon mertua nya itu.


" Apa yang kamu mau dari saya sehingga kamu berusaha mendekati saya ?" Tanya Bram Langsung pada inti nya membuat Diki meringis dan berdecak kagum dengan kepekaan seorang Bramantio Daniel Dirgantara.


" Haha seperti nya anda sangat mengerti apa mau saya pak Bram !" Jawab Diki sedikit terkekeh demi menghilangkan rasa gugup yang sedang melanda nya saat ini.


" Kata kan saya tidak banyak waktu untuk meladenin orang tidak jelas macam anda !" Ucap Bram tajam membuat Diki menelan saliva nya kasar.


" Boleh saya duduk dulu Pak Bram ?" Tanya Diki pasal nya sedari tadi ia masih berdiri karna Bram sama sekali tidak berbiat mempersilakan nya duduk.


Bram hanya mengangguk kecil seraya bersedekap dada sementara Anna sekertaris Bram hanya menyimak saja tidak berani ikut campur.

__ADS_1


" Oke saya akan to the point dengan apa yang saya inginkan, jujur saya tertarik dengan anak anda Rhea dan saya berniat untuk mendekati nya dan jika di perbolehkan saya ingin langsung melamar nya untuk menjadi istri saya !" Ucap Diki setelah ia sudah duduk berhadapan dengan Bram.


Mata Bram menatap tajam lelaki di hadapan nya, berani sekali ia berbicara seperti itu.


" Apa kamu mau menjadikan anak saya alat untuk kembali mendekati istri saya !" Cetus Bram tajam membuat Diki gugup.


" Saya memang pernah mencintai istri anda itupun sebelum dia menikah dengan anda, tapi di saat saya tau dia memilih anda di saat itu pula saya berusaha menghapus nama nya dari hati saya,.saya berani bersumpah jika saya benar-benar serius dengan anak anda Rhea dan tidak ada maksud lain apalagi kembali mendekati Sava !" Jelas Diki panjang Lebar dengan tatapan serius.


Bram bisa melihat ketulusan lewat mata Diki tetapi tatap saja sisi egois nya tidak Rela jika harus mempunyai menantu yang pernah menaruh hati dengan istri nya.


" Apa yang bisa saya percaya dari kamu ?" Tanya Bram karna ia masih ingin melihat kesungguhan Diki karna Bram tidak ingin nanti nya Rhea salah dalam memilih pasangan.


" Saya memang tidak bisa membuktikan apapun pada anda untuk saat ini, tapi saya akan buktikan nanti jika saya sudah menjadi suami Rhea anak gadis anda, saya benar-benar tulus dengan nya walaupun saya belum begitu mengenal Rhea tapi hati saya sudah sangat yakin dengan nya, anda bisa pegang ucapan saya !" Jawab Diki sungguh-sungguh.


Bram tidak langsung menjawab ucapan Diki karna pelayan datang membawakan pesanan mereka begitu juga dengan Diki karna sebelum nya ia sudah memesan lebih dulu.


" Sambung lagi nanti sekarang saya lapar karna ngomong dengan kamu juga butuh tenaga !" Celetuk Bram membuat seluruh urat syaraf Diki melemah dan mau tidak mau ia pun mengikuti permintaan calon mertua nya itu karna sebenar nya ia pun sudah sangat lapar di tambah sedari tadi ia tegang berhadapan dengan Bram.


Mereka makan dengan hening dan Anna sekertaris Bram memilih mencari meja lain karna tidak ingin mengganggu sang Bos yang seperti sedang ada urusan penting dengan laki-laki yang tiba-tiba saja menghampiri mereka.


**


**

__ADS_1


SEMANGAT DIKI EMAK MENDUKUNG MU šŸ’ŖšŸ˜šŸ„°


__ADS_2