
BAB 10
Jam menunjukan pukul 06:30 pagi ini Tania bangun ke siangan karna ia merasa seluruh badan nya pada sakit dan pegal terutama dibagian area sensitif Tania merasa sakit perih dan bengkak sehingga ia tidak bisa bangun pagi pagi seperti biasa nya. Kebetulan hari ini hari sabtu Tania libur kuliah dan Haris pun libur kerja, Tania pun melihat ke arah Haris ia pun masih terlelap tidur , Tania pun segera memakai dress tidur nya dan langsung bangun menuju kamar mandi , sesampai nya di kamar mandi ia langsung membersihkan seluruh tubuh nya , selesai mandi ia langsung memakai baju dan membangun kan Haris untuk mandi , Haris pun bangun dan menuju kamar mandi , saat Haris sudah masuk kedalam kamar mandi Tania berniat untuk merapihkan kasur nya , tiba - tiba mata tania turtuju dengan darah yang ada di atas kasur nya itu dengan segera ia menarik seprai nya yang terkena darah nya yang keluar dari area sensitif Tania karna bekas semalam ia bercinta dengan Haris , Tania pun segera menggantikan nya dengan seprai yang baru. Selesai itu Tania langsung turun ke bawah untuk membuat kan sarapan untuk mereka tetapi Tania masih merasakan perih diarea sensitifnya itu tetapi Tania tidak memperdulikan nya Tania pun berjalan dengan pelan menuruni anak tangga , selesai mandi Haris pun memakai baju santai dan langsung turun menemui Tania yang berada di dapur.
" Masak apa sayang " ucap Haris yang tiba - tiba berada dibelakang Tania
sambil memeluk tubuh Tania dari belakang dan meletakan dagu nya di atas bahu Tania , Tania pun kaget dan langsung membalikan tubuh nya menghadap Haris.
" Ih mas ini ngagetin aja si " ucap Tania sambil memanjakan muka marah nya kepada Haris.
" Hehe maaf sayang kan Mas nanya kamu lagi masak apa " ucap Haris pada Tania.
" Lagi masak nasi goreng telor mata sapi " ucap Tania sambil tersenyum kepada Haris lalu membalikan tubuhnya menghadap kompor dan melanjutkan masaknya
" Lah gak ada yang lebih gede lagi gitu matanya selain mata sapi " ucap Haris sambil tertawa geli meledek Tania.
" Tuh kan sebel deh " Tania membalikan badan nya lagi lalu memanyunkan bibir nya dan membuang muka nya dari tatapan Haris yang tertawa geli menertawakan muka lucu nya itu saat marah.
" Noh kan makin cantik aja istri Mas kalo cemberut " ucap Haris lagi sambil terus tertawa.
__ADS_1
" Mas ish kesel aku tuh diledek mulu , nanti sarapan nya gak jadi jadi nih " ucap Tania yang melanjutkan masak nya.
" Hehe iya sayang maaf , jangan dong Mas sudah lapar ini kan semalam sudah membutuhkan tenaga keras untuk memuaskan mu membuat tenaga mas terkuras semua hihi " ucap Haris sambil tersenyum.
" Ih ko aku si " ucap Tania.
" Iyalah kamu , yasudah Mas tunggu sarapanya ya dimeja makan " ucap Haris sambil menyolek hidung Tania lalu berjalan menuju meja makan.
Setelah makanan selesai dan dihidangkan dimeja makan Haris dan Tania pun sarapan bersama dengan posisi duduk berhadapan.
" Gimana mas enak gak nasi goreng telur mata sapi nya " ucap Tania yang telah memasuk kan sesendok nasi goreng ke mulut nya.
" Enak gak yaaa ? " jawab haris sambil memainkan bola matanya ke atas setelah memasukan sesendok nasi goreng dan mengunyah nya.
" Makin cantik aja istri Mas kalo manyun hihi " ucap Haris pada Tania sambil terkekeh geli dengan ledekan nya.
" Iiish Mas ini emang ya ngeselin bangat " teriak Tania dengan kesal sama candaan Haris.
" Tapi sayang kan ngeselin juga ? " tanya Haris sambil terus tertawa.
__ADS_1
" Sayang lah " ucap Tania dengan wajah cemberut nya dan malu - malu.
" Sama mas juga sayang bangat sama kamu hihi " ucap Haris.
" GAK NANYA , wleee (melet) " ucap Tania balas dendam dan langsung tertawa geli sambil memeletkan lidah nya kepada Haris.
" Lah ngeselin juga istri Mas " ucap Haris sambil tertawa juga.
" Bidi imit (bodo amat) " ucap Tania meledek terus suaminya.
" Sudah ah mas mau sarapan dulu lapar " ucap Haris yang terus melanjutkan sarapan nya.
setelah selesai sarapan Tania langsung merapihkan meja makan dan mencuci piring yang kotor sedangkan Haris ia langsung pergi ke sofa untuk bersantai dan menonton televisi diruang tamu.
sekarang Tania sudah mulai menerima diri nya sebagai istri Haris dan ia sudah mulai melakukan kewajiban nya sebagai istri walau pun ia anak yang sangat manja kepada ibu dan bapak nya tetapi ia pun sesekali mandiri saat ditinggal ibu dan bapak nya berpergian.
Setelah selesai mencuci piring dan merapihkan meja makan Tania pun membawakan segelas teh hangat kepada Haris , lalu ia pun duduk di samping Haris dan menaruh teh hangat itu di atas meja depan Haris.
" Terima kasih istriku " ucap Haris sambil menatap Tania dengan senyuman manis di bibir nya.
__ADS_1
" Sama suamiku " ucap Tania sambil memasang senyum manis diwajah nya sambil memeletkan lidah nya kepada Haris ,
Haris pun selalu tersenyum setiap melihat tingkah lucu istri nya itu.