JODOH TERBAIK DARI ORANG TUA KU

JODOH TERBAIK DARI ORANG TUA KU
JODOH TERBAIK DARI ORANG TUA KU


__ADS_3

BAB 41


Haris pun pergi ke bandung ditemani oleh Tania karna ia tidak mau pergi jauh meninggalkan Tania walaupun ada bibi dan Hani dirumah , Haris , Tania dan Dinda sedang menuju Bandung untuk meeting di perusahaan X.


Sedangkan Hani ia pergi ke kantor diantar oleh supir Haris.


Setelah sampai di bandung Haris pun chek in hotel untuk Tania yang jaraknya tidak jauh dari perusahaan X tempat ia meeting dengan kliennya.


Setelah chek in di hotel Haris pun menyuruh Tania beristirahat di dalam kamar yang sudah dibooking olehnya , setelah itu ia bersama Dinda jalan menuju perusahaan X yang yang berada disebelah hotel.


Tania pun merebahkan tubuhnya karna ia merasa lelah diperjalan tidak lama suara bel pun berbunyi Tania pun membukakan pintu kamar hotelnya.


" Selamat siang mba , permisi saya bawakan untuk makan siangnya " ucap seorang pelayan hotel itu.


" Tapi saya tidak memesannya mba " ucap Tania merasa bingung karna baru saja ia merebahkan tubuhnya dan tidak pernah memesan makanan apapun.

__ADS_1


" Maaf mba tadi suami mba yang memesan nya dan minta diantarkan ke kamar mba " ucap pelayan wanita itu.


" Oh baiklah mba silahkan taro di sana " ucap Tania sambil menunjuk ke arah meja yang dekat sofa itu agar pelayan menaruhnya diatas meja itu.


" Baik mba " ucap pelayan sambil membawa sebuat troli yang berisi makan siang dan susu untuk Tania.


" Permisi mba " ucap pelayan itu setelah menaruh makan siang untuk Tania diatas mejanya.


" Iya terima kasih mba " ucap Tania sambil tersenyum.


Setelah itu Tania menutup pintu kamarnya dan langsung duduk di sofa yang sudah disediakan makan siang untuknya itu lalu Tania pun meminum susunya terlebih dahulu.


Setelah meminum susu Tania pun langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur , makan siang yang dibawakan pelayan hotel untuknya tidak ia makan karna ia tidak berselera makan apa lagi bukan menu yang ia ingin kan , semenjak hamil Tania menjadi sangat manja buat makan pun susah harus semau dia kadang seharian sampai tidak masuk nasi makanya itu Haris takut Tania sakit tetapi ia selalu menuruti mau Tania dan apa pun yang Tania inginkam selalu disetujuinya karna ia tidak mau Tania marah dan calon anak nya kenapa - napa , karna mau Tania juga mau dari calon anaknya Haris. Tania pun tertidur sampai sore.


Jam sudah menunjukan pukul 17:00 Haris dan Dinda pun pulang menuju hotel , Haris masuk kedalam kamarnya begitu pun Dinda masuk kedalam kamarnya yang jaraknya tidak jauh dari kamar Haris dan Tania , setelah Haris masuk ia melihat Tania sedang tertidur dan melihat makanannya masih utuh dan belum dimakan sama sekali oleh Tania , Haris pun langsung membangunkan Tania.

__ADS_1


" Sayang " ucap Haris sambil mengelus lembut kepala Tania. Tania pun membuka matanya.


" Mas sudah pulang ? " tanya Tania lalu mendudukan tubuhnya disamping Haris.


" Sudah sayang " ucap Haris.


" Kamu enggak makan siang ? " ucap Haris sambil menatap Tania , Tania pun mengerucutkan bibirnya lalu menggelengkan kepalanya.


" Kenapa sayang ? kasian dede bayinya kelaperan didalam perut bunda nya " ucap Haris sambil mengelus perut Tania.


" Aku tidak suka menunya , aku cuma mau makan ditemani kamu mas " ucap Tania.


Haris pun tersenyum melihat tingkah istrinya itu.


" Yasudah Mas mandi dulu ya setelah itu kita turun kebawah untuk makan malam " ucap Haris lalu Tania pun menganggukan kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2