
BAB 39
Satu bulan kemudian
Minggu depan Tania akan wisuda dengan gelarnya S1 sementara Tania sedang hamil jadi ia tidak melanjutkan S2 nya karna Haris tidak mau Tania sampai kecapean harus pergi ke kampus setiap harinya ditambah usia kandungan nya yang semakin tua , sedangkan Hani ia juga masih belum melanjutkan S2 nya karna ia sekarang sedang sibuk membantu Haris diperusahaan kakaknya itu , kadang disaat Haris tidak bisa pergi ke kantor Ruslan dan Hani yang menghandle semua kerjaan kantor sedangkan Dinda sekertaris Haris ia yang mengatur semua meeting bersama klien - kliennya Haris.
Kini Hani dan Ruslan menjadi tangan kanan Haris saat Haris tidak ada dikantor mereka berdua yang mewakili Haris saat ada meeting penting dengan kliennya.
Semakin hari Tania semakin berat membawa bayi yang ada didalam kandungannya karna sekarang sudah memasuki minggu ke 16 , Haris selalu banyak dirumah untuk menemani Tania karna ia tidak mau Tania kenapa - napa walau dirumah ada bibi dan pak supir. Haris ingin selalu menemani Tania dan melayani Tania apa yang dibutuhkan oleh Tania.
" Mas besok kamu pergi saja ke kantor aku tidak apa - apa ko , kasian Hani dan Ruslan harus sibuk terus setiap hari sampai pulang larut malam buat ngurusin kerjaan kamu " ucap Tania.
" Hm terus kamu dirumah sama siapa sayang ? " ucap Haris.
" Kan ada bibi sama pak supir mas , kalau aku butuh apa - apa aku akan minta tolong sama bibi mas , kamu jangan khawatirkan aku ya aku haik - baik saja ko mas " ucap Tania.
" Yasudah sayang insya allah besok mas akan pergi ke kantor , kamu kalo ada apa - apa langsung telpon mas ya sayang " ucap Haris.
" Iya mas " ucap Tania sambil tersenyum.
Tania dan Haris pun tidur siang , disaat Haris sedang tidur siang tiba - tiba telpon nya berbunyi ada satu panggilan yang tidak dikenal.
Karna Haris terlalu nyenyak tidurnya dan Tania bangun dari tidurnya mendengar suara ponsel Suaminya berbunyi dan mengambilnya diatas nakas , saat Tania melihat panggilan telponya tenyata dari nomor yang tidak dikenal dengan penasaran Tania pun mengangkatnya.
__ADS_1
" Hallo Sayang " ucap seorang wanita dibalik telpon saat telpon nya sudah terhubung dengan telpon Haris yang diangkat oleh Tania.
" Sayang ? " ucap Tania dalam Hatinya.
Tak lama Tania pun memutus kan telponnya saat ia mendengar suara wanita dibalik telpon dan memanggilnya sayang ia berfikir bahwa Haris suaminya mempunyai wanita lain selain dirinya.
Tania merasa lemas saat mendengar ucapan wanita dibalik telpon itu matanya memerah ia tidak percaya disaat sedang mengandung anak Haris tetapi ada wanita lain yang memanggil suaminya itu sayang.
" Sial ko malah di matiin si ! " ucap wanita yang menelpon Haris tadi.
Haris pun terbangun dari tidurnya dan melihat wajah Tania yang memerah dan meneteskan air mata dipipinya.
" Sayang , kamu kenapa ? " ucap Haris sambil bangun dari tidurnya , Tania pun hanya terdiam dan tidak menjawab ucapan Haris.
Lalu Tania pun mengebaskan tangan Haris sambil melemparkan ponsel Haris kepada Haris dan langsung turun dari kasur lalu berlari kearah luar kamar sambil menangis.
Haris yang melihat perlakuan istrinya iti merasa bingung.
" Kenapa dengan istriku ? apa yang membuatnya sampai menangis ? " gumam Haris.
Lalu Haris pun melihat ponselnya dan terlihat satu panggilan dari nomor yang tidak dikenal lalu haris pun menelpon balik nomor itu.
" Tuhkan dia menelpon ku balik " ucap wanita yang sedang ditelpon Haris itu dengan segera wanita itu mengangkat panggilan dari Haris.
__ADS_1
" Hallo Sayang " ucap wanita itu dibalik telpon setelah ia mengangkat telponnya dari Haris.
" Siapa kamu ? " tanya Haris.
" Ini aku sayang , ko siapa si " ucap wanita dibalik telpon itu.
" Ada apa lagi kamu menelpon ku ? kita sudah tidak ada hubungan apa - apa jangan pernah hubungi aku lagi ! " ucap Haris lalu mematikan telponnya dan langsung berlari mengejar Tania.
Haris mencari kesana - kesini mencari Tania tapi ia tidak menemukannya. Disaat Haris keluar rumah dan menuju taman Haris melihat Tania yang sedang duduk ditaman sambil menangis dengan segera Haris berlari menuju arah Tania.
" Sayang " ucap Haris sambil duduk disamping Tania.
Tania hanya terdiam dan langsung membalikan tubuhnya membelakangi Haris , sedangkan Haris ia langsung memeluk tubuh Tania yang berada dihadapannya dengan posisi membelakanginya.
" Sayang kamu jangan marah dulu , yang tadi menelpon ku bukan siapa - siapa , percayalah padaku sayang aku tidak ada hubungan apa - apa dengannya " ucap Haris.
" Mana mungkin tidak ada hubungan apa - apa kalau dia memanggil mu sayang ? " ucap Tania ditengah isak tangisnya.
" Tapi kamu percaya dulu sayang dia bukan siapa - siapa aku , dia hanya masa lalu ku aku hanya mencintai dan menyayangi mu saja , di memang selalu mengganggu ku , tapi aku tidak pernah meresponnya , ingat sayang kita sudah mau punya anak mana mungkin aku tega menyakiti perasaanmu dan perasaan calon anak kita sayang , percayalah " ucap Haris sambil mengelus lembut perut Tania.
Tania pun membalikan tubuhnya dan langsung memeluk Haris dengan eratnya.
" Mas kamu janji ya jangan pernah berpaling dari aku , jangan pernah berhubungan dengan wanita lain selain aku , aku tidak mau sampai kamu meninggalkan ku " ucap Tania sambil menangis dipelukan Haris.
__ADS_1
" Iya sayang kamu percaya sama Mas ya , mas tidak akan pernah mengkhianati mu dan calon anak kita sayang , mas hanya mencintai mu sayang , kamu jangan nangis lagi ya " ucap Haris lalu melepaskan pelukannya dan mengusap air mata Tania lalu mencium kening Tania dan Tania pun tersenyum kepada Haris.