JODOH TERBAIK DARI ORANG TUA KU

JODOH TERBAIK DARI ORANG TUA KU
JODOH TERBAIK DARI ORANG TUA KU


__ADS_3

BAB 49


Kring..kring..kring


Suara ponsel Harispun berbunyi , jam masih menunjukan pukul 06:00 Harispun terbangun dan mengambil ponselnya yang berada diatas nakas tempat tidurnya , ia melihat nama Ruslan yang berada dilayar ponselnya itu dengan segera iya menekan menggeser warna hijau dilayar ponselnya.


" Hallo bro ada apa ? telpon pagi - pagi " tanya Haris yang baru saja membuka matanya dengan suara khas bangun tidurnya.


" Maaf bro hari ini gua izin nggak masuk kerja dulu ya , gua rasa badan gua sedang demam dari semalam panas dingin nggak karuan " ucap Ruslan dengan suaranya yang sangat pelan.


" Lu bisa sakit juga bro " Ledek Haris sambil terkekeh.


" Saialan lu bro temennya lagi sakit malah diledekin " kesal Ruslan.


" Haha makanya kalo mau dinner itu izin dulu dong sama Abangnya jangan main bawa aja tuh adenya " ledek Haris lagu dan terus menertawai Ruslan.


" Yaudah maaf - maaf dah nggak - nggak lagi deh kalo akhirnya gua harus begini " ucap Ruslan.


" Hahaha males ah baper , yaudah lu istirahat aja minum obat , nanti biar gua suruh Hani ke Apartemen lu buat nemenin Lu berobat " ucap Haris lalu bangun dari tidurnya.

__ADS_1


" Oke bro thanks ya " ucap Ruslan lalu memutuskan teloonnya.


Harispun langsung keluar dari kamarnya dan menemui Hani yang masih berada didalam kamarnya.


Tok..tok..tok..!


Haris mengetuk pintu kamar Hani dari luar tak lama Hanipun membuka pintunya Hanipun sudah siap dengan stelan pakaiannya untuk pergi kekantor pagi ini.


" Kenapa ka ? " tanya Hani yang baru saja membuka pintu kamarnya dan berdiri dihadapan Haris.


" Dek hari ini kamu tidak perlu pergi kekantor ya " ucap Haris sambil berjalan menunu ruang tamu dan duduk disofa diikuti oleh Hani dibelakangnya.


" Nggak de , Ruslan sakit , apa kamu bisa menemaninya berobat ? " tanya Haris sbil menatap Hani.


" Sakit ka ? " tanya Hani sedikit cemas.


" Biasa aja kaleee haha " Harispun terkekeh.


" Ih kaka aku serius loh " ucap Hani mulai malas dengan ledekan kakanya itu.

__ADS_1


" Iya barusan dia telpon kaka dia izin nggak masuk kerja , kamu tolong anterin dia ke berobat ya biar nanti Pak Amin yang anterin kamu keapartemennya Ruslan " ucap Haris.


" Yaudah deh ka okey! " ucap Hani.


" Seneng dong bisa berduaan sama calon " ledek Haris sambil tersenyum meledek Hani.


" Apaan si gajelas bangat loh papa muda ini " Hani memasang muka betenya.


" Ciye ciye uhuy " ledek Haris sambil tertawa lalu bangun dari duduknya dan pergi meninggalkan Hani menuju kamarnya.


" Nggak jelas dasar " gerutu Hani kesal sama kakanya iapun bangun dari duduknya dan berjalan menuju kamarnya untuk mengganti pakaiannya.


Setelah masuk kedalam kamar Harispun melihat istrinya yang baru saja keluar dari kamar mandi.


" Loh Mas dari mana ? " tanya Tania saat melihat suaminya menutup pintu kamar.


" Mas abis dari bawah sayang nemuin Hani , hari ini Ruslan izin nggak masuk kantor dia lagi sakit , Mas minta Hani untuk menemani Ruslan berobat dan temani Pak Amin sayang " Haris menjelaskan pada istrinya.


" Oh yaudah Mas , kalau gitu Mas cepetan mandi ya aku siapin sarapan setelah ini untuk Mas " ucap Tania lalu melangkahkan kakinya menuju lemari baju dan menyiapkan pakaian untuk Haris , Harispun masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.

__ADS_1


__ADS_2