
BAB 17
Setelah selesai memasak Tania langsung menuju sofa dan menonton televisi , sambil memakan coklat yang ia beli di bandung waktu itu , tak terasa jam sudah menunjukan pukul 20:00 malam Tania sangat khawatir kepada Haris yang belum pulang juga sampa saat ini.
" Kenapa Mas Haris belum pulang juga , semoga ia tidak apa - apa , ya allah lindungi lah suami ku di mana pun ia berada , bawalah ia pulang ke rumah dengan selamat aaamiiin " ucap Tania dalam hati nya.
Tidak lama setelah itu di depan rumah nya ada suara mobil berhenti Tania pun langsung bangun dari duduk nya dan berlari membuka pintu lalu menuju ke depan rumah nya.
Dan ternyata benar saja itu Haris suami nya yang sejak dari tadi Tania tunggu - tunggu.
Haris pun turun dari mobil nya dan menuju Tania lalu memeluk Tania dan mencium kening Tania , Tania pun bersalaman dengan Haris dan mencium punggung tangan Haris.
" Mas ko kamu baru sampai rumah si ? ini kan udah malam bangat " ucap Tania sambil berjalan masuk ke dalam rumah sambil membawakan tas kerja nya Haris.
" Iya Sayang maafin Mas ya sudah membuat mu khawatir karna hari ini Mas sangat banyak sekali kerjaan di kantor , mas Tidak bisa menghubungi mu ponsel Mas mati dan gak sempat untuk di charger , maaf ya Sayang " ucap Haris pada Tania sambil mencium kening Tania lagi dan memeluk pinggang nya Tania , dan berjalan menuju dalam rumah.
" Ya sudah Mas , kamu pasti capek , kamu mandi dulu aku siap kan pakaian nya setelah itu kita makan malam bersama " ucap Tania pada Haris.
Setelah itu Tania dan Haris naik ke atas menuju kamar mereka , Haris pun langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya Tania sedang menyiapkan pakaian untuk Haris lalu meletakan nya di atas kasur setelah itu Tania turun ke bawah untuk menyiapkan makan malam nya bersama Haris , setelah selesai mandi Haris pun keluar dari kamar mandi lalu memakai pakaian nya setelah sudah siap ia pun keluar kamar dan turun menuju dapur menemui Tania ia langsung duduk di depan Tania dan mereka makan bersama , tidak ada satu suara pun yang keluar dari mulut mereka saat makan malam itu terkecuali suara sendok dan piring yang beradu.
Selesai makan malam Tania langsung membersihkan meja makan dan mencuci piring yang kotor Haris pun menemani Tania yang sedang mencuci di piring di dapur.
" Mas ko gak langsung ke atas ? " tanya Tania yang sedang mencuci piring.
" Engga Sayang Mas mau nungguin kamu aja " ucap Haris sambil menatap Tania yang berada di depan nya.
" Yasudah Mas ayok kita ke atas aku pun sudah selesai mencuci piring nya " ucap Tania dan langsung menuju Haris yang sedang duduk di kursi meja makan.
Setelah itu mereka langsung jalan menuju tangga dan naik ke kamar nya , setelah Tania membuka pintu kamar nya lalu masuk ke dalam kamar nya bersama Haris dan langsung merebahkan tubuh mereka di atas kasur.
" Mas capek ya ?" ucap Tania sambil memeluk tubuh Haris yang berada disamping nya.
" Capek Mas terbayarkan setelah melihat kamu di rumah Sayang " ucap Haris pada Tania lalu mencium kening Tania.
" Makasih ya Mas beruntung nya aku bisa mempunyai suami seperti kamu " ucap Tania pada Haris dan Haris pun tersemyum kepada nya.
" Sama - sama Sayang , Mas juga sangat beruntung bisa menjadi suami kamu " ucap Haris.
Setelah itu mereka tidur sampai pagi.
Jam menunjukan pukul 06:00 pagi Tania pun bangun dari tidur nya ia langsung turun dari kasur dan seketika Haris menarik tangan nya Tania lalu Tania pun langsung terjatuh di atas tubuh Haris dan Haris pun dengan cepatnya langsung membalikan posisi Tania di bawah dan Haris di atas.
" Mas kamu mau ngapain ? " tanya Tania kaget.
" Kangen Sayang " ucap haris Sambil mencium bibir Tania.
" Tapi Mas sudah pagi aku belum mandi belom menyiapkan sarapan untuk kita , aku hari ini harus ke kampus karna hari ini aku akan ujian dan kamu kan harus ke kantor " ucap Tania sambil menatap wajah Haris yang berada didepan wajah.
" Sekali saja Sayang , aku sangat rindu , hari ini Mas tidak akan ke kantor karna semua urusan kantor sudah Ruslan yang nanganin Mas akan mengantar kan mu ke kampus dan menunggu mu sampai pulang" ucap Haris pada Tania.
" Yasudah Mas kalo begitu " ucap Tania dengan pasrahnya.
__ADS_1
Haris pun memulai pemanasanya ia mencium bibir Tania dengan lembutnya dan Tania pun membalas ciuman dari Haris , seketika tangan Haris pun mulai beraksi , ia pun mulai memasukan Haris kecilnya kedalam area sensitif Tania dengan perlahan dan terdengarlah suara desahan Tania yang membuat Haris semakin nafsu kepadanya.
Setelah selesai kangen - kangenan meraka berdua langsung mandi bersama , setelah selesai mandi Tania dan Haris memakai baju dan bersiap - siap untuk mengantar Tania ke kampus dan Haris akan menunggu Tanua sampai pulang kuliah nanti diparkiran kampus.
Setelah itu mereka turun ke bawah menuju meja makan , dan Tania membuat kan segelas teh manis hangat untuk Haris dan membuat segelas susu untuk nya lalu mereka hanya sarapan dengan roti tawar dan selai coklat saja setelah sarapan selesai Tania merapihkan meja makan dan langsung keluar menuju mobil , setelah masuk ke dalam mobil Tania dan Haris langsung menuju kampus Tania.
Setelah sampai di parkiran kampus Tania dan Haris pun turun dari mobil , lalu Tania pun berpamitan dan mencium punggung tangan Haris , dan tak lupa Haris pun selalu mencium kening Tania.
" Mas aku masuk dulu ya " ucap Tania setelah mencium punggung tangan Haris.
" Iya Sayang semangat ya ujian nya " ucap Haris pada Tania sambil tersenyum.
" Pasti dong bos ku " ucap Tania pada Haris sambil memberikan sebuah hormatan kepada suaminya.
Haris pun hanya tertawa melihat tingkah laku istri nya itu setelah Tania pergi meninggalkan Haris di parkiran , Haris pun langsung masuk ke dalam mobil dan menunggu Tania di dalam mobil nya.
Setelah Tania selesai ujian nya ia pun langsung keluar kelas dan menuju parkiran untuk menemui Haris yang sedang menunggu nya , setelah sampai di parkiran lalu Tania pun masuk kedalam mobilnya Haris , Tania melihat Haris yang sedang tertidur di dalam mobil nya itu , setelah itu Tania membangun kan Haris dengan menepuk pipi sebelah kirinya.
" Mas bangun " ucap Tania
Haris pun langsung terbangun dari tidur pulas nya itu.
" Iya Sayang kamu sudah selesai ujian nya " ucap Haris dengan mata yang belum bisa melek seutuh nya.
" Sudah Mas , kamu pasti capek kan karna semalam kerja lembur dan akibat perang tadi pagi " ucap Tania.
Haris pun tertawa mendengar kata perang tadi pagi dari Tania karna ucapan Tania itu selalu aneh dan membuat Haris tertawa.
" Yasudah Mas , kita mau kemana sekarang ? "tanya Tania kode kepada Haris yang tidak ingin langsung pulang kerumah nya dan ingin jalan - jalan dulu keluar sebentar.
" Kamu mau ke mana emang Sayang " tanya Haris pada Tania
" Aku ingin jalan - jalan sebentar Mas , boleh tidak ? " ucap Tania
" Yasudah Sayang bagaimana kalo kita kerumah mamah saja ? " tanya Haris
" Yasudah Mas aku mau " ucap Tania dan ia pun mengangguk kan kepala nya kepada Haris sambil tersenyum.
Setelah itu Haris mengemudikan mobil nya menuju rumah Mamah dan Papah , setelah sampai di rumah Mamah dan Papah nya , Tania dan Haris langsung turun dan masuk ke rumah orang tua nya.
Haris pun menekan bel pintu yang berada di depan rumah orang tua nya setelah bel di tekan dan berbunyi tak lama Bi Ani keluar dan membuka kan pintu.
" Mas Haris , silahkan masuk Mas , Non " ucap Bi Ani setelah membukan kan pintu untuk Haris dan Tania.
" Terima Kasih Bi " ucap Tania dan Haris bersamaan setelah itu Haris dan Tania duduk di sofa ruang tamu rumah Mamah nya itu.
" Mamah ke mana Bi ? tanya Haris pada Bi Ani.
" Ada di Mas atas sebentar ya Mas bibi panggil kan Ibu dulu " ucap Bi Ani pada Haris.
Setelah Bi Ani memanggil Mamah nya Haris , Ibu Rima pun turun kebawah untuk menemui anak dan menantu nya itu sedangkan Bi Ani ia langsung turun dan menuju dapur membuatkan minuman untuk Tania dan Haris.
__ADS_1
" Apa kabar Sayang " ucap Ibu Rima pada Tania dan Haris lalu cipika - cipiki dengan pipi kanan dan pipi kiri nya Tania.
" Alhamdulillah baik mah , Mamah dan Papah apa kabar ? " tanya Tania sambil mencium punggung tangan Mamah mertua nya.
" Mamah dan Papah baik Sayang " ucap Ibu Rima sambil tersenyum.
" Papah kemana Mah ? " tanya Haris.
" Papah tadi pagi pergi ke Surabaya sayang ada proyek baru disana " ucap Mamah nya.
" Tumben Mamah engga ikut sama Papah " tanya Haris.
" Engga sayang papah hanya sehari disana besok pagi pun Papah balik lagi ke Jakarta " ucap Mamah nya.
" Eh tumben nih kalian ke rumah Mamah ada apa kangen ya sama Mamah dan Papah engga biasa nya aja anak Mamah yang satu ini main kesini setelah punya rumah sendiri apa lagi setelah punya istri ? " ejek Ibu Rima kepada Haris sambil mengedipkan sebelah matanya kepada Tania , lalu Tania pun tersenym melihat Mamah mertuanya itu.
" Engga mah kita hanya ingin berkunjung ke rumah mamah saja karna kan aku juga belum pernah ke sini lagi semenjak tinggal di rumah ku sendiri dan Tania pun belum tahu rumah Mamah , Haris kan sibuk terus Mah makanya jarang kesini " ucap Haris.
" Iya sayang Mamah seneng banget kalian bisa ke sini , Mamah kira kalian mau ngasih hadiah pernikahan sama Mamah " ucap Ibu Rima pada Tania dan Haris yang ingin segera memiliki cucu
" Hadiah pernikahan Mah ? " ucap Tania dan Haris setelah itu mereka bertatap - tatapan dan langsung menatap Mamah nya.
" Iya Sayang Mamah ingin hadiah istimewa dari pernikahan kalian " ucap Ibu Rima sambil tersenyum.
" Hadiah istimewa apa Mah ? " tanya Haris pada Mamah nya yang tak mengerti maksud nya apa.
" Dua garis merah pada Tania " ucap Ibu Rima sambil tersenyum. Tania pun langsung paham dan tersenyum saat Ibu mertua nya mengucap kan itu.
" Dua garis merah pada Tania apa mah ? " tanya Haris yang semakin bingun sama ucapan Mamah nya
" Mamah doain aja ya semoga secapat nya allah memberikan Tania dan Mas Haris kepercayaan aamiin " ucap Tania pada Ibu Rima. Haris pun langsung mengerti maksud Mamah nya itu setalh ucapan Tania barusan.
" Oh jadi itu maksud Mamah , tenang Mah Haris lagi berusaha keras " ucap Haris sambil tersenyum genit pada Tania , Tania pun mencubit perut nya Haris.
" Iya Sayang semoga secepat nya allah memberikan ke percayaan ke pada kalian ya " ucap Ibu Rima.
" Aamiiin " ucap Tania dan Haris bersamaan.
Setelah dua jam Tania dan Haris bermain di rumah Mamah nya mereka pun memutuskan untuk pulang kerumah.
" Mah Haris izin pulang dulu ya " ucap Haris lalu bersalaman dan mencium pugung tangan Mamah nya.
" Iya Sayang kalian hati - hati ya " jawab Ibu Rima sambil membalas salaman dari Haris.
" Tania pulang ya Mah " ucap Tania sambil bersalaman dan mencium punggung tangan Mamah mertua nya.
" Iya Sayang hati - hati ya sering - sering kalian main ke rumah Mamah ya " ucap Ibu Rima sambil membalas salaman dari Tania dan bercipika - cipiki dengan pipi kanan dan pipi kiri Tania.
" Iyah Mah insya allah Tania dan Mas Haris main lagi kesini ya " ucap Tania sambil tersenyum kepada Mamah mertuanya.
Setelah itu mereka masuk ke dalam mobil lalu Haris pun menjalan kan mobil nya menuju rumah mereka.
__ADS_1