
BAB 43
Setelah Tania dan Haris sampai rumah , Dinda pun pulang ke apartemennya diantar oleh pak Amin.
Tania dan Haris pun langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur karna ia baru sampai dirumah tepat jam 20:00 malam , Tania pun sangat merasa kelelahan karna jakarta bandung membutuhkan waktu yang cukup lama dijalan apa lagi dengan kondisi Tania yang sedang Hamil ini.
Untung saja Tania dan bayi yang ada dikandungannya sangat kuat karna Haris selalu memberikan vitamin dan susu untuk Tania dan calon buah hatinya.
Tania dan Haris pun tertidur sampai pagi. Saat pagi hari Haris bangun dari tidurnya ia merasa badannya pada pegal - pegal dan sakit mungkin karna kecapean jarak semalam apalagi ia menjadi supirnya alhasil kerasa pegal - pegalnya pas pagi , Haris pun langsung turun dari kasur lalu masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Selesai ia mandi Haris pun memakai celana pendek dengan kaosnya yang bercorak hitam didepan lalu Haris pun membangunkan Tania , saat Tania sedang mandi , Haris pun turun kebawah untuk membuatkan susu dan sarapan untuk Tania.
Selesai membuatkan susu dan membawa sepiring nasi goreng untuk mereka berdua Harus pun naik ke atas menemui Tania , saat Haris masuk kedalam kamar dilihatnya Tania yang sedang bercermin dan menyisir rambutnya didepan kaca meja riasnya dengan menggunakan daster mini selutur berwarna biru dongker ini dengan rambut digeray berwarna hitam lurus dan panjang terlihatnya semakin cantik membuat Haris semakin terpanah melihatnya.
" Sarapan dulu sayang " ucap Haris setelah meletakan sarapannya diatas meja yang berada didalam kamarnya itu.
" Iya mas " ucap Tania lalu berdiri menghampiri Haris dan duduk disebelah Haris.
Mereka pun sarapan bersama sampai sepiring nasi goreng itu habis dilahap oleh mereka berdua.
Setelah selesai sarapan Haris pun memberikan vitamin untuk Tania.
" Mas kamu hari ini tidak pergi kekantor lagi ? " tanua Tania.
" Nggak sayang mas sangat lelah mas ingin menemani mu hari ini dirumah " ucap Haris sambil tersenyum.
__ADS_1
Tak lama pintu kamar Haris pun ada yang mengetuk dari depan.
TOK..TOK..TOK...!!!
" Permisi Aden ini bibi didepan ada yang sedang menunggu Aden " ucap Bibi dibalik pintu.
Haris dan Tania pun berdiri membukakan pintu untuk bibi.
" Oh iya bi suruh dia naik keatas temui saya diruang kerja " ucap Haris.
" Baik aden , kalau begitu bibi permisi " ucap Bibi samabil menundukan kepalanya lalu pergi turun kebawah.
" Siapa mas ? " tanya Tania.
" Ruslan sayang " ucap Haris.
" Permisi Mas , ditunggu aden di atas disuruh naik saja keruang kerjanya aden mas " ucap Bibi pada Ruslan.
" Oh iya bi , makasih ya " ucap Ruslan.
Ruslan pun naik keatas menuju ruang kerja Haris dan menemui Haris.
Karna pintu ruang kerja pun terbuka dan melihat Haris sudah berada didalam Ruslan pun langsung masuk kedalam tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Nih bro laporan kemarin sudah selesai coba lu cek lagi " ucap Ruslan sambil memberikan laporan kerjaan kepada Haris.
__ADS_1
" Ok tidak perlu gua cek sudah pasti hasilnya benar " ucap Haris sambil mengedipkan sebelah matanya.
" Halah " ucap Ruslan.
" Yasudah kalau begitu gua balik lagi ke kantor ya , tugas gua disini sudah selesai , selamat beristirahat pak bos " ucap Ruslan.
" Eh tunggu dulu bro ade gua hari ini mau kekantor jadi biar dia pergi bareng lu aja sekalian " ucap Haris lalu berdiri disamping ruslan sambil memegang pundaknya dengan sebelah tangannya lalu mereka pun turun kebawah.
" Eh ada kak Ruslan " ucap Hani sambil tersenyum kepada Ruslan.
" Iya ni Han " ucap Ruslan membalas senyuman Hani.
" De lu berngkat bareng dia aja ke kantor " ucap Haris pada Hani.
" Lah terus aku pulangnya ? " tanya Hani.
" Minta anterin lagi lah " ucap Haris sambil menatap Rusalan dengan senyuman genitnya.
" Hmmm " ucap Hani.
" Yaudah gua berangkat dulu udah siang ni " ucap Ruslan.
" Ok bro makasih banyak ya , jagain ade gua awas jangan tegang " ucap Haris sambil menertawakan Ruslan.
" Sialan lu " ucap Ruslan yang sangat merasa malu diledek oleh sahabatnya itu.
__ADS_1
Karna Haris Tau Ruslan itu pria yang sangat baik dan malu terhadap wanita ia merasa lemah saat berada disamping wanita ia tidak seperti Haris yang gentlemen , makanya Haris ingin mendekati Ruslan dengan Hani karna ia tau Haris iti lelaki yang baik jadi tidak akan mungkin Hani disakiti olehnya , sedangkan Hani dan Ruslan tidak tau apa niat Haris kepada mereka.