
BAB 38
Sore Hari
Tania , Haris dan Hani sudah bersiap - siap untuk pergi ke mall , Tania duduk dibelakang ditemani oleh Hani dan Haris yang mengemudikan mobilnya.
Setelah 30 menit diperjalanan akhirnya mereka pun sampai di sebuah mall besar yang berada dijakarta timur , Tania dan Hani pun turun dari mobil sedangkan Haris tetap berada didalam mobil itu ia tidak ikut turun dan masuk kedalam mall bersama Tania dan Hani.
" Sayang Mas tunggu dimobil saja ya , kamu dan Hani berdua saja masuk kedalam mall nya " ucap Haris saat Tania dan Hani akan membuka pintu mobilnya.
" Yasudah Mas kalo gitu aku masuk dulu ya " ucap Tania.
" Iya sayang hati - hati ya kalo ada apa - apa cepat kabarin Mas " ucap Haris.
" Iya sayang ku " ucap Tania.
" Jagain istri Mas De " ucap Haris pada Hani.
" Siap Kakak ku " ucap Hani sambil memberi hormat kepada Haris.
Tania dan Hani pun turun dari mobil dan berjalan masuk kedalam mall disaat Tania dan Hani sedang memilih - milih pakaian didalam mall tiba - tiba ada seorang wanita yang merebut pakaian yang sedang Tania pilih dan Tania pegang ditangan nya itu lalu diambil oleh perempuan yang Tania tidak kenali tetapi wanita itu pernah bertemu dengan Tania sebelumnya.
__ADS_1
" Punya gua nih " ucap Wanita itu.
" Maaf ka tapi saya yang memegangnya duluan " ucap Tania.
" Tapi gua yang melihat nya , sini " ucap Wanita itu dengan keras dan menarik baju yang dipegang Tania ditangannya lalu pergi meninggalkan Tania.
" Kakak ipar kenapa ? " ucap Hani saat melihat Tania yang berdiam mematung didepannya.
" ngga apa - apa ko de , ayok kita belanja lagi. kamu sudah nemu yang cocok dengan mu ? tanya Tania.
" Sudah ka , kalau kakak sudan dapat yang cocok dengan kakak ? tanya Hani.
Tania berpikir dalam hatinya bahwa ia pernah bertemu dengan wanita itu tapi dimana ya ? ia bertanya - tanya dengan pikirannya sendiri.
" Kakak ipar kenapa ? ko bengong si ? " tanya Hani.
" Tadi ada wanita yang mengambil baju pilihan ku de dia mengambil nya dengan maksa padahal itu baju sudah aku pegang terlebih dahulu tapi dia mengambil nya dari tangan ku dan pergi meninggalkan ku , aku juga tidak tau dia siapa aku tidak mengenalinya , tapi sepertinya aku pernah bertemu dengan nya entah dimana " ucap Tania.
" Ko bisa si dia merebut pilihan orang lain jelas - jelas sudah ada ditangan kakak ipar coba kalau tadi aku lihat akan aku rebut kembali bajunya " ucap Hani.
" Sudah tidak apa - apa ko de , kita lihat - lihat ke sana yuk de ? " ajak Tania.
__ADS_1
" Ayok Ka " ucap Hani.
Saat berjalan akan menuju tempat lain tiba - tiba mata Tania tertuju dengan pakaian bayi yang berada di babyshop dan ia ingin melihat - lihat kedalam toko itu akhirnya ia meminta Hani untuk menemani nya masuk kedalam banyshop.
" De kita masuk ke sini dulu yuk ? " ajak Tania.
" Babyshop kak ? " jawab Hani.
" Iya de ayok " ucap Tania dengan penuh semangat sambil menarik tangan Hani.
" Hm lucu - lucu bangat tapi aku belum tahu apa jenis kelamin bayi yang ada didalam perut ku ini " ucap Tania sambil memegang perutnya yang belum terlalu buncit.
" Kakak ipar sabar dulu ya nanti ada saatnya ko kakak ipar bisa beliin perlengkapan bayi ini buat dede utun nya , mau dede nya cewe atau pun cowo yang penting kalian berdua sehat - sehat ya " ucap Hani sambil mengelus perut Tania lalu tersenyum kepada Tania.
Setelah satu jam menghabiskan waktu didalam mall akhir nya Tania dan juga Hani keluar dari dalam mall dan menunu parkiran lalu ia naik kedalam mobilnya yang sudah ada Haris didalam nya menunggu mereka sejak tadi.
Setelah sampai dirumah , Tania dan Haris lamgsung menuju kamar nya dilantai atas sedangkan Hani ia langsung masuk kedalam kamar nya yang ada dilantai bawah.
Tania masih memikirkan perempuan yang tadi sempat bertemu dengannya dimall karna ia pernah bertemu sebelumnya tetapi dimana. setelah Tania terus memikirkan itu akhirnya Tania mengingatnya bahwa ia pernah bertemu dengan wanita itu di swalayan saat ia berbelanja dengan Via waktu pulang dari kampus dan dengan tidak sengajanya Tania menabrak perempuan itu.
" Apa segitu marah nya dia dengan ku ? cuma gara - gara aku menabraknya dia sampai bersikap seperti itu kepada ku ? " ucap Tania dalam hatinya.
__ADS_1