
BAB 50
Apartemen Ruslan
Hani pergi keapartemen Ruslan diantar oleh Pak Amin , setelah Haris berangkat kekantor tadi pagi , setelah sampai diApartemen Ruslan Hanipun langsung turun dari mobilnya setelah pak amin pergi meninggalkannya sendiri , Hanipun langsung menuju kedalam Apartemen Ruslan.
Hanipun naik lif dan menuju kamar Ruslan yang sudah diberitahu Haris tadi pagi , setelah sampai didepan pintu Hani langsung mengetuk pintu kamar Ruslan tak lama Ruslanpun membukakan pintu untuk Hani.
Hanipun masuk dan duduk disofa bersama Ruslan.
" Kita ke dokter sekarang yuk ? " ucap Hani dengan suara yang begitu khawatirnya.
" Tidak usah aku sudah minum obat nanti juga sembuh ko " ucap Ruslan.
" Hm , yaudah aku buatkan bubur ya " ucap Hani melihat ke arah Ruslan yang berada disampingnya.
" Hmmm " ucap Ruslan sambil menganggukan kepalanya.
Tiga puluh menit berlalu buburpun sudah selesai dibuat oleh Hani untuk Ruslan , Hani membawa nampan yang berisi semangkuk bubur dan segelas air putih lalu menghampiri Ruslan yang sedang duduk disofa lalu Hanipun mendudukan tubuhnya disamping Ruslan.
" Makan dulu ka bubur nya , abis itu minum obatnya " ucap Hani sambil menyuapi sesendok bubur kemulut Ruslan , Ruslanpun membuka mulutnya dan menerima suapan bubur dari Hani.
__ADS_1
Selesai makan bubur dan minum obat Ruslanpun istirahat didalam kamar , sedangkan Hani ia pergi ke dapur membuatkan makan siang untuk Ruslan.
Kantor Haris.
Saat Haris sedang sibuk dengan kerjaannya dikantor tiba - tiba ada yang mengetuk pintu ruangan Haris.
Tok tok tok ..
" Masuk " ucap Haris tanpa menoleh dan tetap fokus dengan laptopnya.
" Hai.. Apa kabar Baby " ucap Seorang wanita berjalan kearah Haris.
Harispun langsung mengalihkan pandangannya dari laptop melihat pada seseorang yang menanyakan kabarnya dan memanggilnya Baby.
" Biarkan , silahkan kamu selesaikan kerjaan mu sekarang " ucap Haris lalu bangun dari duduk ya.
" Baik Pak " menundukan kepalanya laly pergi dari ruangan Haris.
Setelah Sekertarisnya keluar dan menutup pintu Harispun duduk disofa dan diikuti oleh wanita itu duduk dihapannya.
" Ada apalagi ? " tanya Haris tanpa memandang wanita yang ada dihadapannya.
__ADS_1
" Aku sangat mencintaimu , please ku mohon baliklah denganku " ucapnya memohon dan meyakinkan Haris.
" Basi " ucap Haris lalu bangun dari duduknya.
" Aku serius " ucapnya dan memegang tangan Haris.
" Lupankan aku pergilah dan jalani kehidupanmu sendiri , aku sudah menikah dan akan mempunyai buah hati , aku sudah tidak mencintaimu , jadi jangan pernah kamu ganggu aku dan keluargaku lagi " tegasnya dan menggibaskan tangannya yang dipegang oleh wanita itu.
Lalu Harispun pergi dari ruangannya dan meninggalkan wanita itu.
" Aku mau keluar urusi dia dan jangan sampai dia berbuat ulah diperusahaanku " ucap Haris pada sekertarisnya lalu pergi.
" Baik Pak " ucap Sekertaris Haris lalu menganggukan kepalanya.
Harispun pergi melajukan mobilnya menuju rumah sementara Tania dirumah sedang duduk disofa dan menonton televisi sambil minum jus jambu dan cemilannya diatas meja.
Dugdugdug...
" Aktif bangat anak mama sehat - sehat ya sayang duaminggu lagi kita berjuang bersama " Tania mengelus perutnya sambil tersenyum.
Tak lama ia mendengar suara mobil dihalaman rumahnya dan bangun melihat siapa yang datang.
__ADS_1
" Loh Mas tumben kamu pulang masih siang ? " ucap Tania saat melihat Haris keluar dari mobilnya dan menghampiri Tania didepan pintu rumahnya.
" Iya sayang Mas kangen bangat sama kamu dan dede " ucap Haris sambil memeluk pinggang Tania dan mengelus perutnya.